AMBON, LaskarMaluku.com – Menjelang Perayaan Yubileum 100 tahun Tarekat Maria Mediatrix (TMM) Ambon pada tanggal 1 Mei 2027 mendatang, panitia pelaksana terus melakukan persiapan dan rapat koordinasi untuk mensukseskan agenda dimaksud.
Bertempat di ruang makan Generalat Tarekat Maria Mediatrix (TMM) Benteng, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Panitia Yubileum 100 Tahun berdirinya Tarekat Maria Mediatrix.
Rapat ini dipimpin oleh Ketua II, Drs. F. F. Tasso, M.Si., dan diawali dengan arahan dari Pimpinan Umum TMM, Sr. Epiphany Ongirwalu, TMM.
Dalam arahannya, Pimpinan Umum menekankan pentingnya kebersamaan dan tanggung jawab seluruh panitia dalam menyukseskan perayaan satu abad Tarekat Maria Mediatrix sebagai momentum refleksi, syukur, dan pembaruan karya pelayanan.
Rapat koordinasi ini juga menjadi wadah bagi setiap seksi untuk memaparkan program kerja yang telah disusun.
Berbagai agenda kegiatan dipresentasikan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Yubileum, yang diharapkan dapat melibatkan seluruh anggota tarekat serta umat secara luas.
Melalui rapat ini, diharapkan seluruh panitia semakin solid dan terarah dalam mempersiapkan perayaan akbar tersebut, sehingga Yubileum 100 Tahun Tarekat Maria Mediatrix dapat berlangsung dengan baik dan membawa dampak positif bagi Gereja dan masyarakat.
Rapat koordinasi kedua ini, menjadi agenda persiapan acara launching (peluncuran) yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2026. Acara perdana dilaksanakan di gedung Yohanes Paulus II atau dikenal dengan Gedung Katolik Center.
Pada kegiatan launching, serangkaian acara akan dilaksanakan yaitu rekoleksi dan ret-ret untuk internal para Suster Tarekat Maria Mediatrix, dan ikut menghadirkan kurang lebih 32 dewan personalia dari berbagai provinsi dimana TMM berkarya yakni para suster yayasan dan para suster di wilayah Kota Ambon.
“Mereka suster-suster yang datang ini adalah pengurus-pengurus yayasan, dengan suster-suster kepala dan lain sebaginya. Mereka datang sekitar 30-an lebih. Kemudian dua narasumber selesai kegiatan langsung mereka pulang,”papar Suster Epifany Ongirwalu, General TMM seraya merincikan jika mereka yang datang itu berasal dari provinsi Papua, Kabupaten Maluku Tenggara (Kei) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), dari Pulau Jawa, Kalimatan, dan Timor Leste, dan dua narasumber.
Menurutnya, dua nara sumber ini pada periode Pimpinan Umum sebelumnya juga pernah diundang datang ke TMM Ambon untuk membawa seminar.

Puncak Acara Yubelium TMM
Pada perayaan Yubileum 100 Tahun Tarekat Maria Mediatrix Ambon, sejumlah tamu undangan diikutsertakan pada memontum hari bersejarah itu.
Dalam sebuah audiensi khusus dengan yang Mulia Monsinyur Ino Ngutra, disepakati kedatangan Duta Besar Tahta Suci Vatikan, dan sejumlah Uskup ikut diundang; khususnya Uskup wilayah dimana tarekat Maria Mediatrix TMM berkarya.
“Koordinasi kami dengan bapak Uskup, kita undang tamu-tamu dari Keuskupan dimana para Tarekat Maria Mediatrix berkarya,” selain itu juga kita undang duta besar tahta suci Vatikan untuk Indonesia, Monsinyur Piero-Piopo,”ungkap Suster Epifany Ongirwalu, Ketua Umum Tarekat Maria Mediatrix TMM Ambon.
Kehadiran Duta Besar Tahta Suci Vatikan untuk Indonesia, Monsinyur Piero-Piopo, hadir di kota Ambon sehari sebelum puncak acara 100 tahun (Yubelium) Taraket Maria Mediatrix TMM Ambon.
Sesuai rencana, Duta Vatikan di Ambon sesuai agenda, akan mengunjungi beberapa tempat wisata rohani di kota Ambon, antara lain, Tempat Wisata Rohani Goa Maria Air Louw Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Susteran Waiyare dan Panti Asuhan Ahuru.
Dalam kunjungan itu akan mengikutserta beberapa uskup dari wilayah TMM selama ini berkarya termasuk Uskup Agung Timor Leste.
“Kami sangat berbesar hati dan berterima kasih atas keberadaan panitia ini sehingga pada acara puncak itu beberapa tamu kehormatan besar lainnya dari dalam negeri dan luar negeri, tersentuh pelayanan kami ini, ujar Epifany Ongirwalu, disela-sela rapat bersama Panitia perayaan seratus tahun, (Yubelium) TMM yang dilaksanakan di Aula TMM Benteng Ambon, Maluku, Kamis (9/4/2026) sore.
Selain itu, pada kegiatan acara launching pada tanggal 1 Mei 2026 nanti, ikut menyertakan para ketua Yayasan Bintang Timur Tarekat Maria Mediatrix di seluruh wilayah Indonesia termasuk dari ex provinsi ke-27 Indonesia, (Timor Leste).
Sebelum dilaksanakannya kegiatan launching, terdapat beberapa rangkaian acara yakni Seminar interen dan ret-ret bagi para suster TMM yakni dari 26 hingga 28 April 2026.
“Jadi para suster dan dan perwakilan ketua yayasan Bintang Timur Tarekat Maria Mediatrix TMM ini selesai kegiatan baru mereka kembali ke tempat tugas mereka masing-masing,” kata Suster Epifany
Rapat koordinasi antar panitia kali ini dilihatnya sebagai sebuah pembahasan mendalam yang tentu ikut membuka wawasan kami bahwa para pendiri kami TMM, Tuhan mendirikan Tarekat ini untuk ikut membantu masyarakat kecil sejak dulu sampai saat ini dan ini karya ilahi menuju Yubelium dan Tuhan mengutus orang-orang baik ada dalam pertemuan kali kedua ini yakni kehadiran para pastor dan tokoh-tokoh umat di sini, dan ini telah mewakili representasi umat kita dalam pertemuan ini,”kata Suster Epifany Ongirwalu.
Tarekat Maria Mediatrix TMM pertama kali didirikan di Langgur Kabupaten Maluku Tenggara, dan orang kaya atau yang (dipertuan) untuk mengkaryakan hidup membiara para penduduk asli
“Jadi Tarekat ini lahir dari kandungan rakyat kecil yang miskin dan kafir. Peristiwa empat wanita pertama diterima masuk Postulat oleh Y.M. Mgr. Joannes Aerts MSC dijadikan hari lahirnya tarekat pribumi ini. utama ialah Tarekat Maria Mediatrix didirikan di tengah-tengah rakyat kecil, dan kahadiran bapak dan ibu dalam kepanitiaan ini telah membawa representasi umat kita,” kata Suster Epifany Ongirwalu dalam arahan penutup.
Sejarah Tarekat
Nama lengkap pendiri : Tarekat Maria Mediatrix yang lazim dipanggil Mgr Yohanes Aerts, MSC, atau Arnoldus Yohannes Hubertus Aerts, MSC.
Tarekat Maria Mediatrix yang didirikan pada 01 MEI 1927. Di tanah Langgur Kei-Maluku Indonesia Timur, pernah berdiri sebuah keuskupan besar setingkat Keuskupan Agung saat Ini, bernama Vikariat Apostolik New Guinea? Vikariat ini didirikan pada Tanggal 29 Agustus 1920 dan dipercayakan kepada Tarekat Hati Kudus (MSC) atau Misionaris Hati Kudus.
Vikariat ini membawahi Maluku, Papua, Kepulauan Fiji Dan Salomon serta Australia dan Selandia Baru. Vikariat ini dipimpin Oleh Mgr. Yohanes Arts, Msc sebagai Vikaris atau Uskup Pertama.
Provinsi Jawa
Dewan Personalia Provinsi, Komunitas Kemuning, Komunitas TKO, Komunitas Setia, Komunitas Kawan, Komunitas Studi Jogja, Komunitas Surabaya Jawa Timur, Komunitas Palangkaraya, Komunitas Muara Tawe, Komunitas Puruk Cahu, dan Komunitas Timor Atambua.
Provinsi Maluku
Dewan Personalia Provinsi, Komunitas Benteng, Komunitas Benteng Atas, Komunitas Kuda Mati, Komunitas Masohi Maluku Tengah, Komunitas Kota Tual, Komunitas Perumnas Langgur, Komunitas Debut, Komunitas Ohoidertutu.
Regio Papua
Dewan Personalia Regio, Komunitas Agats, Komunitas Bayun, Komunitas Timika, Komunitas Wegete, Komunitas Agimuga, Komunitas Marauke, Komunitas FakFak, Komunitas Sorong, Komunitas Bentuni, Komunitas Manokwari.
Komunitas Internasional Timor Leste
Profil Komunitas Personalia Karya Pelayanan, Komunitas Bina Novisiat dan Postulan,
Komunitas Novisiat Wayare, Komunitas Pra Novis Langgur. (L05)




