WAAI, LaskarMaluku.com – Guna memperkuat kapasitas masyarakat dalam mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons terhadap potensi bencana di wilayah rawan, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bekerjasama dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Provinsi Maluku, melaksanakan program Desa Tangguh Bencana di dua desa yang ada di Kabupaten Maluku Tengah, yakni Desa Waai Kecamatan Salahutu, Desa Hila Kecamatan Leihitu serta 1 desa di kabupaten Seram Bagian Baat yakni dan Desa Hatusua Kecamatan Kairatu.

Program Desa Tangguh Bencana ini dimulai di Desa Waai Kecamatan Salahutu dan dibuka secara resmi oleh M Syaiful Ali selaku Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, didampingi Kepala Pemerintahan Negeri Waai Derk Bakarbessy, Kepala BPBD Provinsi Maluku Syarif Hidayat dan Ketua F-PRB Provinsi Maluku Kasrul Selang, yang difokuskan di Gedung  Serbaguna Jemaat GPM Waai, Senin (26/1/2026).

M.Syaiful Ali saat memberi sambutan

Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, M Syaiful Ali dalam sambutannya mengatakan PLN selalu hadir yang pertama di lokasi ketika ada bencana alam, karena salah satu kebutuhan utama masyarakat adalah listrik.

Oleh sebab itu, kami menginisiasi untuk mencanangkan tiga desa sebagai Desa Tangguh Bencana bekerjasama dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Maluku.

“Kenapa kami memilih Waai sebab disini ada instalasi vital PLN, sehingga dengan program Desa Tangguh Bencana ini dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons terhadap potensi bencana,”harap Syaiful.

Ketua F-PRB Maluku, Kasrul Selang

Sementara itu, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Maluku, Kasrul Selang dalam sambutannya mengatakan, forum ini hadir di masyarakat untuk mewujudkan ketangguhan daerah terhadap bencana dengan mensinergikan berbagai pemangku kepentingan (pentaheliks) dalam menyusun kebijakan, perencanaan, dan aksi nyata pengurangan risiko bencana

Forum ini menjadi mitra pemerintah, swasta, lembaga agama, dalam mitigasi, kesiapsiagaan, dan peningkatan budaya aman di masyarakat.

Kasrul Selang juga menyampaikan terima kasih kepada PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara yang telah berkolaborasi dengan F-PRB Provinsi Maluku untuk menjadikan tiga desa/negeri sebagai pilot Project Desa Tangguh Bencana.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPBD Provinsi Maluku Syarif Hidayat menyampaikan terima kasih kepada pihak PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara yang telah membantu masyarakat Waai dalam mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons terhadap potensi bencana.

Syarif Hidayat

Sebab menurut Syarif, Desa Waai merupakan salah satu desa yang punya dampak bencana yang cukup besar.

“Kegiatan ini merupakan ikhtiar kebencanaan. Jadi kita melakukan ini jauh sebelum bencana itu datang kita sudah siap. Kita tangguh, sudah siap menghadapi bencana. Oleh karena itu saya berharap bapak-ibu dapat mengikuti proses ini dari awal sampai akhir sehingga mendapat banyak manfaat positif dari pada nara sumber.

Dirinya juga berharap kedepan pihak PLN akan berkolaborasi dengan F-PRB untuk mengunjungi desa-desa yang lain juga dalam kegiatan yang sama.

Penyerahan secara simbolis paket pertolongan pertama dr pihak PLN kepada Kepala Pemerintahan Negeri Waai

Pertemuan perdana diawali dengan pengenalan Desa Tangguh Bencana oleh Yuspi I. Tuarita, S.IP., M.Si Kabid. Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Prov. Maluku. Dan dilanjutkan dengan edukasi karakteristik bencana yang ada di sekitar dengan nara sumber Julian Kayadoe, ST., M.Si(Han) Analis Kebencanaan Ahli Muda dan .

Kegiatan dan akan dilanjutkan dengan penyusunan rencana evakuasi dan pembuatan peta evakuasi desa pada tanggal  28 Januari 2026 dilanjutkan dengan pelatihan pada tanggal  29-30 Januari 2026, dan diskusi integrasi rencana penanggulangan bencana desa tanggal 3 Februari 2026, dilanjutkan dengan simulasi tanggal 7 Februari 2026 dan terakhir penilaian PKD tanggal 9 Februari. (L02)