Share

LASKAR –  Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon, Alfredo Hehamahua mengatakan, untuk membantu menangani pengelolaan sampah serta menyadarkan masyarakat khususnya para siswa akan lingkungan sekolah yang sehat, rapi dan bersih, maka pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan sehingga semua sekolah yang ada di Kota Ambon memiliki bank sampah.

“Kami berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak BNI, dimana Dinas Pendidikan sebagai leading sektornya sehingga semua sekolah di Kota Ambon harus memiliki bank sampah. Ini bagian dari partisipasi siswa untuk mengurangi sampah,”kata Hehamahua kepada pers, Selasa (21/6/2022)

Dijelaskan, bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah, dan belum semua sekolah memiliki bank sampah. Namun pihak dinas sementara mengutamakan sekolah yang masuk dalam kategori sekolah Adiwiyata.

BACA JUGA:  BPBD Kota Ambon Lakukan Pembersihan Material Longsor

Ketika ditanya mengenai Sekolah ADIWIYATA, Edo sapaan akrab Hehamahua menjelaskan, Sekolah ADIWIYATA adalah sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah.

“Dimana sekolah tersebut sudah pernah dinilai baik tingkat kota, tingkat provinsi sampai tingkat nasional. Kalau untuk Kota Ambon tingkatan SD dan SMP. Bank sampah di sekolah sudah mengalami peningkatan dari 30 dan sekarang bertambah menjadi 57 dan semuanya sudah di SK-kan,”jelas Kadis.

Desa Mandiri Sampah

Sementara untuk bank sampah desa, pada tahun 2020 lalu sudah dilakukan peningkatan kapasitas untuk Desa Mandiri Sampah. Hanya saja terkendala Covid-19 sehingga belum berjalan maksimal.

Lantaran itu, dirinya berharap Bumdes yang akan menggerakan bank sampah di desa sehingga pengelolaan sampah bisa berjalan dengan baik, lingkungan sehat dan bersih.

BACA JUGA:  Jam Kerja Pemkot Ambon Kembali Normal

Masih menurut Hehamahua, unit bank sampah itu ada di desa, namun tetap di bawah kendali Dinas DLHP Kota Ambon.

“Dinas tetap melakukan pendampingan bagi mereka yang diusulkan dari desa untuk ada dalam struktur. Kalau kelurahan sedikit mengalami kesulitan karena tidak mempunyai dana khusus seperti desa, namun untuk desa tetap kita melakukan pendampingan walaupun ada desa yang sudah mempunyai armada tosa untuk mengangkut sampah,”tutup Kadis. (L06)