Share

LASKAR – Gubernur Maluku Murad Ismail mengakui telah menetapkan lokasi kawasan pembangunan pusat Lumbung Ikan Nasional (LIN) LIN dan Ambon New Port antara Desa Waai dan Desa Liang Kabupaten Maluku Tengah dengan luas kawasan 700 hektar. 

Selain itu juga Dokumen Grand Design Maluku sebagai LIN dan studi kelayakan yang telah selesai disusun pada tahun 2020, dan telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, PT. Pelindo IV dan Bank Dunia dalam rencana pembangunan Ambon New Port, dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat terkait rencana pembangunan Ambon New Port dan pusat LIN.

Hal ini disampaikan Gubernur saat menghadiri Rapat Koordinasi Perkembangan Investasi Pelabuhan Kuala Tanjung, Proyek Pelabuhan Tanjung Carat di KEK Tanjung Api-Api dan Ambon New Port, melalui Video Conference, Rabu malam, (3/2/2021) yang diselenggarakan Kemenko Marves RI. Rakor dipimpin langsung Menko Luhut.

BACA JUGA:  DPRD Kota Ambon Dukung Penuh Kurikulum Merdeka Belajar

Gubernur juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan dan menteri terkait yang telah memberikan perhatian serius terhadap rencana pembangunan Ambon New Port dan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN).

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pak Menko Marves beserta jajaran para menteri terkait, yang telah memberikan perhatian serius terhadap rencana pembangunan Ambon New Port dan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN),” ungkapnya

Ia mengatakan, hasil koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat telah menunjukan kemajuan besar dalam pembangunan Ambon New Port yang terintegrasi dengan Pelabuhan Perikanan dalam satu kawasan di Pulau Ambon, Maluku.

BACA JUGA:  Menko PMK Puji Penanganan Covid-19 di Maluku

Sehubungan dengan itu, Gubernur menyampaikan kondisi faktual yang menjadi alasan pertimbangan pembangunan Ambon New Port.

Pertama, letak geografis Maluku yang strategis secara regional maupun internasional sebagai wilayah perbatasan dengan Australia, Timor Leste dan Papua Nugini. Kedua, percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Indonesia Timur. Ketiga, mengurangi kesenjangan ekonomi. Keempat, meningkatkan akses ke pasar. Kelima, menciptakan peluang investasi baru dan lapangan kerja.

Lebih lanjut, Mantan Dankor Brimob Polri ini juga menjelaskan, berdasarkan hasil studi kelayakan Bank Dunia, investasi yang dapat dikembangkan antara lain, Pertama, terminal kontainer domestik dan internasional. Kedua, pusat energi penyimpanan LNG dan pembangkit listrik. Ketiga, pusat LIN. Keempat, Fish Market bertaraf internasional. Kelima, zona logistik dan industri. Keenam, proyek percontohan layanan Kapal Roro dan Kargo.

BACA JUGA:  922 Lansia Di Kota Ambon Telah Divaksinasi

Gubernur kemudian melaporkan kesiapan pemerintah daerah dalam pembangunan Ambon New Port dan Maluku sebagai LIN. Pertama, Sinkronisasi tata ruang Rancangan Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil telah selesai dilakukan. Kedua, terkait dukungan pembebasan lahan, Pemprov Maluku kata Gubernur, sementara menyiapkan Panitia Pembebasan Lahan sekaligus akan melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap lokasi pelabuhan perikanan yang terintegrasi dengan Ambon New Port seluas 300 hektar.

Untuk diketahui, dalam Rakor ini, Gubernur Murad didampingi Sekda Kasrul Selang dan Kadis Kelautan dan Perikanan Abdul Haris.

Rakor juga dihadiri Gubernur Sumatera Utara, Sumatera Selatan, para Menteri terkait Kabinet, pimpinan Pelindo I, Pelindo II, Pelindo IV, Pimpinan PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia dan PT. Sarana Multi Infrastruktur secara Virtual. (L02)