Share

AMBON, LaskarMaluku.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Ambon kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Provinsi Maluku untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pj Gubernur Maluku, Rabu (12/6/2024)

Koordinator Lapangan (Korlap), Sahrul Soulisa, mengatakan dalam aksi ini pihaknya mendesak Penjabat Gubernur Maluku, Sadali le untuk segera tuntaskan permasalahan Pasar Mardika dan memanggil pihak pengelolah PT. Bumi perkasa Timur (BPT).

“Masa aksi meminta Pemerintah Provinsi Maluku sesegera mungkin memanggil PT. Bumi Perkasa Timur, dan Pemilik Ruko yang merasa dirugikan, untuk menyelesaikan persoalan Pasar Mardika dalam jangka waktu dua hari terhitung sejak poin tuntutan ini kami sampaikan,” teriak Sahrul dalam orasinya.

BACA JUGA:  Pjs Bupati SBT Minta Warga Pertahankan Zona Hijau

Masa aksi juga mendesak Sadali le untuk segera transparan dalam pengumuman pemenang tender pengelolaan 140 ruko aset milik Pemrov yang saat ini telah dikelolah oleh PT. Bumi Perkasa Timur.

Diduga ada tindakan korupsi terhadap 140 ruko Pasar Mardika yang di kelolah oleha PT. Bumi Perksa timur selaku pemenang tender.

Hal tersebut lantaran Pansus bentukan DPRD Maluku yang sebelumnya menemukan Sertifikat Hak Guna Bangunan yang menempati Pertokoan Ruko Pasar Mardika itu telah melakukan pembayaran kepada PT. BPT sebesar Rp 18.840.595.750. Sementara PT BPT hanya menyetor ke Kas Daerah Pemprov Maluku sebesar Rp. 5 Miliar. Diduga kuat terdapat indikasi korupsi.

“Mereka minta Pemrov untuk segera tindak lanjuti kasus tindak pidana korupsi dalam pengelolaan 140 ruko Pasar Mardika yang merupakan aset Provinsi Maluku,” tegasnya.

BACA JUGA:  7.690 Keluarga Harapan di Kepulauan Tanimbar Terima Bantuan Beras

Kami berharap Pemrov Maluku untuk mengambil alih pengelolaan Pasar Mardika. Hal tersebut disebabkan adanya fakta lapangan banyak kejanggalan dalam pengelolaan Pasar Mardika yang ditangani pihak ke-dua PT. Bumi Perkasa Timur.

“Diharapkan kepada pemerintah Provinsi Maluku menandatangani pernyataan sikap sebagai bentuk penolakan atas kebijakan tapera dan pernyataan sikap menyelesaikan persoalan Pasar Mardika berdasarkan poin tuntutan di atas 2 dan 3

Para pendemo pun diterima Asisten 1 bidang pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, Djalaludin Salampessy didampingi kepala KesbangPol, Daniel Eduard Indey.

Djalaludin mengatakan, pihaknya sudah mendengar orasi yang disampaikan, tuntutan sudah kami dengar dan akan disampaikan kepada Pj Gubernur Maluku.

“Aksi kalian akan kami sampaikan nanti kepada Pj Gubernur dan kami akan mencari solusi selanjutnya untuk menuntaskan permasalahan di pasar,” kata Djalaludin.

BACA JUGA:  Gubernur Ngaku Senin Lantik Marasabessy Pj Bupati Malteng

Untuk diketahu, usai lakukan Demonstrasi di Depan kantor gubernur Maluku, massa aksi langsung membubarkan diri dan melanjutkan aksi mereka di Polda Maluku dengan tuntuntan dan pernyataaan sikap yang sama. (L06)