Share

LASKAR – Dalam rangka percepatan Ambon menuju Kota Musik Dunia versi UNESCO, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) bersama dengan Ambon Musik Office (AMO) mengelar diskusi kelompok terpumpun Penyusunan Dokumen Aplikasi Ambon Menuju Kota Musik Dunia ke UNESCO dengan menghadirkan Indonesia Creative Cities Network (ICCN), bertempat di Swissbel Hotel Ambon, Senin (3/12).

Wakil Walikota Ambon,Syarif Hadler dalam sambutannya ketika membuka kegiatan tersebut mengatakan, berbagai persiapan telah di lakukan oleh Pemkot Ambon bersama dengan AMO untuk mendukung penuh percepatan Ambon menuju Kota Musik Dunia versi UNESCO salah satunya melalui diskusi kelompok tepumpun yang dilakukan pada hari ini.

“Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah Kota Ambon untuk ditetapkannya Ambon sebagai Kota Musik Dunia oleh UNESCO yang rencananya didaftarkan pada September 2019 mendatang, dan salah satu lembaga yang cukup berperan signifikan dalam menentukan terima tidaknya proposal Ambon sebagai Kota MusiK Dunia, adalah ICCN, sebab mereka akan mengkaji secara mendalam, bagaimana dukungan dan persyaratan untuk nantinya didaftar kesana,” tandasnya.

BACA JUGA:  Tingkatkan Mutu Pendidikan di Maluku, Pemprov dan UT Tandatangan MoU

Dijelaskan, dalam waktu yang relatif singkat semua persoalan yang masih tertinggal akan kita kejar dengan dibantu oleh AMO,Berkraf,dan teman-teman dari ICNN.kegiatan ini sangatlah penting dan strategis menentukan layak tidaknya kota Ambon dimata UNESCO layak sebagai Kota Musik Dunia,” terangnya.

Selain dengan musisi, ICCN juga akan melakukan pertemuan dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Selasa (4/12).

Diharapkan, kegiatan diskusi yang dilaksanakan hari ini dan besok dapat menghasilkan rumusan yang positif dan berarti bagi ICCN dalam rangka mempersiapkan Ambon menuju Kota Musik Dunia versi UNESCO. (M1R)