Share

AMBON, LaskarMaluku.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon menginformasikan kondisi cuaca khususnya di Wilayah
perairan Maluku.

Untuk saat ini kondisi atmosfer yang dapat memicu terjadinya cuaca signifikan di wilayah Maluku yakni
adanya sirkulasi siklonik di Utara Maluku Utara yang mengakibatkan terbentuknya daerah belokan angin dan konvergensi di Pulau Buru, Pulau Ambon dan Pulau Seram.Untuk itu Saya menghimbau kepada masyarakat Maluku untuk waspada cuaca buruk yang akan terjadi di perairan Maluku,” Himbau Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon Kamari

Dirinya mengatakan, berdasarkan hasil analisis, kondisi atmosfer yang dapat memicu terjadinya cuaca signifikan di wilayah Maluku yakni adanya sirkulasi siklonik di Utara Maluku Utara yang mengakibatkan terbentuknya daerah belokan angin dan konvergensi di Pulau Buru, Pulau Ambon dan Pulau Seram.

BACA JUGA:  Lawan Covid-19, Walikota Ambon Lantik 300 Duta Perubahan Perilaku

Menghangatnya suhu muka laut (SPL) di wilayah Maluku yang berada pada kisaran 29 -31 °C, dan Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang bernilai negatif di wilayah Maluku.

Oleh karena itu, labilitas udara yang cukup labil dan kelembapan udara lapisan atas yang relatif basah.

“Beberapa kondisi atmosfer tersebut berpengaruh terhadap proses pembentukan dan pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Maluku yang berpotensi menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan angin kencang selama beberapa hari ke depan,”kata Kamari, Selasa (11/6/2024).

Oleh karena itu, waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang sesaat berpotensi terjadi di wilayah Pulau Ambon, Pulau Seram, dan Pulau Buru.

BACA JUGA:  Gaji Guru Kontrak Dibawah UMP, Watubun Minta Dinaikkan

Dirinya menghimbau agar masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk seperti ujan lebat – sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, dan penurunan jarak pandang secara tiba-tiba serta dampak bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan gelombang tinggi.

“Selalu memantau perkembangan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG melalui kanal informasi BMKG. (L06)