Share

Brayen Patty dan Safila Uyara Duta Bahasa Maluku 2020 dalam pemilihan yang dilakukan di Swisbell Hotel Ambon, Jumat (21/08/2020) (dok-ist)

LASKAR – Brayen Patty dan Safila Uyara di nobatkan sebagai Duta Bahasa (Dubas) Maluku tahun 2020. Mereka berdua berhasil yang terbaik dari 28 finalis Dubas Maluku pada ajang malam pemilihan duta bahasa Maluku, yang diselenggarakan di lantai II Swissbell Hotel Ambon, Jumat(21/8/2020).

Untuk juara II Charlie Matahelemual dan juara III Utomo Nurshekah kategori putra. Selain kategori putri juara II Lifia Saputri dan juara III Britshy Huka. 

Kepala Kantor Bahasa Maluku, Dr. Asrif mengatakan, pemilihan Duta Bahasa ini sebagai bentuk untuk melestarikan bahasa-bahasa di Maluku, ini bukan hanya ajang untuk menjadi duta bahasa, tapi yang terpenting dari duta bahasa adalah mampu menjadi contoh, atau model bagi anak-anak muda di Maluku tentang penting menjaga, dan melestarikan bahasa daerahnya sendiri.

BACA JUGA:  Pj Walikota Bantah Kepala BKD Soal Rekomendasi Perombakan Birokrasi, Sandiwara?

“Kami berharap duta-duta bahasa ini bisa menjadi contoh dan memprovokasi untuk mengutamakan bahasa daerah, sebagai alat komunikasi dari leluhur,”ungkapnya. 

Dikatakan, pada pemilihan Duta Bahasa kali ini, tidak hanya ikut dalam ajang pemilihan Duta Bahasa, tapi bagaimana mereka yang terpilih sebagai Duta Bahasa mampu menjadi agen terbaik bagi masyarakat Maluku tentang pentingnya melestarikan bahasa daerah di Maluku.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, A.G Latuheru saat membuka kegiatan pemilihan Dubas Maluku tahun 2020 menyampaikan,  apresiasi kepada Kantor Bahasa Maluku, yang sudah menyelenggarakan pemilihan Duta Bahasa tahun ini. 

“Kegiatan ini merupakan bernilai positif dalam rangka peningkatan dan memperkuat perang generasi muda dalam menfaatkan fungsi bahasa Indonesia, Daerah dan Asing sesuai dengan tanah masing-masing,” ujarnya. 

Dijelaskan, pemilihan Duta Bahasa Maluku kali ini, sedikit berbeda, karena Maluku berada dalam fase Covid-19. Sehingga, harus dilakukan dengan memperhatikan protokol Covid-19. 

BACA JUGA:  Wapres Akui Kerajinan Miniatur Kapal Kayu dari Tanimbar Bernilai Seni Tinggi

“Walaupun tidak mengurangi makna dari pemilihan duta tersebut. Namun, dengan ajang pemilihan itu, akan menunjukkan Duta-duta bahasa Maluku yang mampu membuat kebanggaan kepada bangsa dengan kemampuan bahasa Indonesia dan daerah yang baik,”harapnya. 

Untuk itu, dirinya berharap puncak pemilihan Duta Bahasa Maluku tahun 2020 di hari ini mengutamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing.

Sementara dalam surat keputusan juri pemilihan Duta Bahasa Maluku tahun 2020. Setelah menimbang, meninjau ulang dan mencermati jalannya pemilihan Duta Bahasa Provinsi Maluku tahun 2020.

Peserta yang lolos seleksi pemilihan Duta bahasa Maluku tahun 2020, berjumlah 30 orang yang terdiri dari 15 peserta putra dan 15 peserta putri. Proses pemilihan dilakukan secara daring, dimulai dengan proses seleksi administrasi sampai dengan proses pembekalan. 

Peserta yang lulus administrasi sebanyak 131 dan terpilih 30 finalis Dubas Maluku tahun 2020 15 putra dan 15 putri.

BACA JUGA:  Pangdam : Semangat dan Perjuangan Pattimura Perkokoh Rasa Persatuan, Kebersamaan dan Kerukunan

Sebelumnya 30 finalis telah mengikuti pembekalan selama 3 hari terhitung tanggal 11-13 Agustus 2020 secara daring.  Peserta juga mengikuti seleksi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dan wawancara yang dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2020. 

Dewan juri yang akan menilai penampilan dari setiap peserta, yakni Dr. Asrif, M.Hum, Dr. M. Lewier, S.S., M.Hum dan Ibu Widya Murad Ismail.

Juara 1 masing-masing mendapatkan uang senilai Rp 4 juta, voucher dan trophy serta akan mewakili Maluku pada pemilihan Dubas tingkat nasional. Juara II mendapatkan uang senilai Rp 3 juta, dan juara III mendapatkan Rp 2 juta.

Pemilihan Dubas merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2012 di lingkungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Dan tahun 2020 merupakan tahun ke-8. Hal ini untuk kampanyekan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar khususnya dikalangan anak milenial. (L01)