Share

AMBON, LaskarMaluku.com – Ketua DPRD Kota Ambon, Ely Toisutta mengaku cukup prihatin dengan beredarnya video asusila yang menghebohakan warga Kota Ambon apalagi melibatkan anak dibawah umur.

“Saya cukup prihatin dengan kasus ini karena melibatkan anak di bawah umur. Semoga kedepan kasus-kasus seperti ini tidak terjadi lagi. Kasus ini hendaknya menjadi perhatian para orang tua agar mengawasi anak-anaknya,” kata Toisuta, disela-sela Perayaan HUT Wanita Katolik RI ke-100 di Plaza Presisi, Polda Maluku, Kamis (26/6/2024) malam.

“Jujur sebagai seorang ibu saya sangat prihatin dengan beredarnya sejumlah video asusila dalam dua bulan terakhir di Kota Ambon dan Maluku secara luas. Sebab video-video tersebut tidak hanya melibatkan orang dewasa, tetapi juga anak dibawah umur yang masih duduk dibangku SMP dan SMA di Kota Ambon,”akunya.

BACA JUGA:  PMKRI Ambon Mendukung Langkah Konstitusional PP PMKRI

Toisuta berharap peran orang tua harus lebih diperketat dalam menyikapi persoalan tersebut.

Dikatakan, kasus-kasus ini terjadi menandakan bahwa begitu lemahnya pengawasan orang tua maupun pihak-pihak terkait akan penggunaan handphone sebagai alat telkomunikasi, sehingga mereka menggunakan handphone untuk melakukan hal-hal negatif.  

lkiADGDDGDGDHJD

Lantaran itu, Toisuta menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama para orangtua agar selalu memantau dan membatasi penggunaan alat telkomunikasi berupa handphone terutama bagi anak-anak.

“Dan yang terpenting, dari orang tua maupun keluarga harus memberikan edukasi positif, sehingga anak maupun  orang dewasa terhindar dari hal-hal yang kini tengah marak terjadi di Kota Ambon,”harapnya seraya meminta peran tokoh agama, tokoh masyarakat untuk memberikan pencerahan bagi masyarakat dan umat.

BACA JUGA:  Kapolsek Nusaniwe Ajak Masyarakat Tidak Terprovokasi dan Jadi Barometer Perdamaian

Dirinya juga berharap kepada instansi vertikal lainnya supaya dapat membantu menangani hal-hal tersebut secara konkret.

“Dan untuk proses hukumnya, harus diberikan efek jera yang dapat merubah pola pikir mereka (pelaku asusila-Red) terkait fantasi-fantasi seks yang tidak bermoral seperti itu,”tutup Toisuta. (L06)