Share

LASKAR – Menyambut puncak penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Nasional I, 27 Oktober – 2 November mendatang di Kota Ambon, launching acara dilakukan Sabtu (9/6/2018) tadi malam.
Sejumlah Bupati dan Walikota di Maluku serta umat Katolik dari berbagai paroki di Kota Ambon, turut hadir. Terlihat peluncuran logo dan nyanyian mars Pesparani oleh gabungan tiga paduan suara.

Wakil Ketua I LP3KN Romo Agus Ulahayanan menyatakan Pesparani Nasional ini berawal dari usulan delegasi umat Katolik Keuskupan Amboina dipimpin Mgr Petrus C. Mandagie kepada pimpinan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) 10 tahun silam.

Usulan tersebut, kata Ulahayan, dibahas pimpinan KWI bersama Ditjen Bimas Katolik Kemenag RI, hingga diterbitkannya Peraturan Menteri Agama No.35 Tahun 2016.
Peraturan tersebut tentang Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik sebagai payung hukum dan ditindaklanjuti dengan Keputusan Menag No.998 Tahun 2017 tentang pembentukan Pengurus dan Badan Struktur Organisasi LP3KN Tahun 2017-2022.
“Karena gerakan awal pembentukan lembaga Lesparani ini dimulai oleh umat Katolik di Ambon, Maluku, maka diputuskan Ambon menjadi tuan rumah pertama penyelenggaraan kegiatan lomba sekaligus pesta umat Katolik ini,” katanya.
Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan KWI ini menambahkan, Pesparani memiliki nilai strategis untuk memperkokoh semangat, persaudaraan, keberagaman, dan kebhinekaan.
Umat Katolik membawa warna tersendiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana juga menjadi harapan semua elemen masyarakat yang mencita-citakan Indonesia maju, makin damai, dan bermartabat,” katanya.
Pesparani Nasional I akan berlangsung dengan tema “Membangun Persaudaraan Sejati”. Sedangkan subtemanya adalah “Dengan pelaksanaan Pesparani Katolik Nasional ke I Kita Padukan Tekad dan Upaya Meningkatkan Semangat Persatuan dan Kebhinnekaan demi Kemajuan Bangsa dan Kemuliaan Tuhan”.

BACA JUGA:  Dalam Waktu Dekat , DPRD Kota Ambon, Bahas Polemik Raja Soya

“Tidak kalah penting adalah motto Pesparani, yakni ‘Dari Maluku untuk Indonesia’. Motto ini sekaligus menegaskan dan memperkuat Maluku sebagai laboratorium kerukunan umat beragama terbaik di Indonesia, bahkan di dunia,” katanya.

Serukan Persaudaraan Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI Eusabius Binsasi menegaskan penyelengaraan Pesparani Nasional I yang akan berlangsung di Ambon, menjadi momentum penting untuk menyatukan umat Katolik di seluruh Tanah Air dalam sebuah perhelatan akbar.
“Pesparani menjadi momentum bagi seluruh umat Katolik di Indonesia dan dari Maluku kita serukan suara umat Katolik untuk kerukunan dan persaudaraan bangsa dan negara,” ucapnya.

Menurutnya, Pesparani tidak sekedar ajang lomba tanding nyanyi, tetapi merupakan sebuah perhelatan akbar dengan bernuansa “pesta” yang dimaknai dalam kacamata iman dan suasana kebatinan sebagai upaya pembangunan di bidang keagamaan.

BACA JUGA:  Klinik Mata Utama Maluku Berbagi Kasih Dengan Anak Yatim
Selain itu, Pesparani juga menjadi sarana bagi umat Katolik untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara, terutama di bidang keagamaan serta kesatuan dan persatuan antaranak bangsa.
“Pesparani menjadi sumbangan umat Katolik untuk mendukung eksistensi dan kemajuan pembangunan bangsa dan negara, terutama mewujudkan kedamaian, persatuan serta persaudaraan antarseluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Dirjen juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kesiapan dan kesungguhan pemerintah dan seluruh komponen masyarakat di Maluku untuk menjadi tuan dan nyonya rumah yang siap menampung serta memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta dari 34 provinsi.
Diketahui, launching tersebut dilakukan Plt Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi, Wakil Ketua I Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Romo Agus Ulahayanan dan disaksikan pimpinan berbagai organisasi keagamaan di Maluku, ditrandai dengan pemukulan tifa, yaitu alat musik tradisional Maluku. (M01)