Share

LASKAR – Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen hubda) RI, Budi Setiyadi didampingi Gubernur Maluku, Murad Ismail meresmikan pengoperasian KMP. Bahtera Nusantara 02 di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Selasa (03/11/2020) sore.

 

Kapal penyeberangan jenis roro ini dibangun dengan APBN senilai kurang lebih Rp. 89 miliar ini, Kemenhub melalui Dirjenhubda memberikan subsidi.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Budi Setiyadi mengatakan subsidi yang diberikan senilai Rp 2,2 miliar untuk pengoperasian November-Desember Tahun 2020 dan subsidi senilai Rp. 14 miliar untuk Tahun 2021 mendatang.

Menurutnya, kapal dengan kapasitas muat 380 penumpang dan 60 kendaraan campuran ini diberikan untuk Maluku dalam rangka membangun Trans Maluku melalui jalur laut, serta memperlancar arus penumpang, arus barang dan arus kendaraan.

BACA JUGA:  Pengurus Ipma Nusa Tolo Maluku Dilantik

“Ini merupakan komitmen Menteri Perhubungan dalam menjalankan instruksi Presiden Joko Widodo dalam meningkatkan aksebilitas dan konektivitas antar pulau serta meningkatkan pelayanan Tol Laut,”jelas Budi Setiyadi seraya mengharapkan KPM. Bahtera Nusantara 02 ini akan mendukung Tol Laut dan bisa menekan disparitas harga sehingga harga barang di daerah-daerah terpencil maupun pusat-pusat kegiatan ekonomi di daerah bisa sama dengan di kota-kota.

Budi Setiyadi mengakui, Kemenhub mendukung penuh Pemda Maluku dalam mengoperasikan KMP. Bahtera Nusantara 02.

“Diharapkan dapat dioperasikan serta dimanfaatkan dengan baik untuk kemajuan dan meningkatkan konektivitas antar pulau di Maluku,”harapnya.

PD.Panca Karya Sebagai Operator

Perusahaan Daerah Panca Karya milik Pemerintah Provinsi Maluku ditunjuk sebagai operator sudah melalui proses assessment.

“Kemenhub menilai PD. Panca Karya mampu mengoperasionalkan kapal berbobot 1.500 GT ini.  Sebab untuk mengelola KMP ini memang tidak gampang tapi kalau dilakukan dengan serius sepanjang untuk kepentingan masyarakat kita punya komitmen dan integritas,”ujarnya.

BACA JUGA:  Walikota dan Sekkot Tinjau 2 Lokasi Longsor di Kota Ambon

Budi Setiyadi menegaskan, aspek keselamatan harus diutamakan dalam pengoperasian kapal ini. 

“Semoga apa yang diberikan Pemerintah Pusat ini akan dijalankan dengan baik untuk meningkatkan aspek kesejahteraan dan sekaligus memberikan kepercayaan kepada masyarakat kita bahwa pemerintah hadir untuk masyarakat,”tandasnya. 

Sementara Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam sambutannya mengakui keberadaan kapal roro ini sangat membantu Maluku dalam hal meningkatkan konektivitas mengingat kondisi geografis Maluku yang sebagian besar adalah wilayah kepulauan serta memiliki banyak pulau-pulau.

Apalagi KMP. Bahtera Nusantara 02 memiliki keunggulan dalam mobilisasi penumpang maupun barang dalam jumlah yang besar didukung biaya yang relatif murah.

Diharapkannya pembangunan sektor perhubungan darat terus ditingkatkan sehingga laut bukan menjadi pemisah tapi penghubung pulau-pulau di Maluku dengan menggunakan Tol laut. 

“Hal ini juga merupakan bagian penting dari kebijakan poros maritim dan tol laut yang digagas Presiden Joko Widodo melalui Menteri Perhubungan,”ujarnya.

BACA JUGA:  KETERSEDIAAN ENERGI LISTRIK MASYARAKAT MALUKU TERJAMIN

Kendati sudah mendapatkan bantuan satu bantuan kapal penyeberangan berbobot 1.500 GT, Gubernur Murad mengakui Maluku masih membutuhkan lagi kapal penyeberangan dengan ukuran yang besar karena masih ada wilayah-wilayah di Maluku yang belum terlayani guna meningkatkan konektivitas. 

Acara peresmian KMP. Bahtera Nusantara 02 sekaligus penyerahan berita acara pengoperasian dari Dirjenhubda kepada Gubernur Maluku dan dilanjutkan diserahkan kepada Direktur PD. Panca Karya. (L02)