Share


Uskup Diosis Amboina Mgr. P.C.Mandagi,MSC 

LASKAR – Manusia yang memiliki kekuasaan tidak boleh sombong dan tidak boleh merasa diri hebat dengan ilmu dan gelar yang dimiliki. Kesombongan dengan kekuasaan yang dimiliki terkadang merendahkan dan meremehkan orang lain dalam tindakan dan perbuatan. 

“Kekuasaan itu berasal dari Allah, jangan memakai kekuasaan untuk menghancurkan orang lain, tetapi pakai kekuasaan untuk melayani banyak orang sama seperti Yesus melayani walaupun ditolak, dihina dan difitnah,”demikian inti khotbah Uskup Diosis Amboina Mgr. P.C.Mandagi,MSC dalam perayaan Misa Ekaristi, Minggu (23/08/2020) di Gereja Katedral Ambon.

Menurut Mandagi, pangkat, jabatan dan kekuasaan yang dimiliki harus dijalankan  secara benar dan sejati didalam kehidupan sehingga mendatangkan berkat bagi orang lain.

BACA JUGA:  Pemprov Maluku Bagi 5.275 Bendera Merah Putih ke Warga

“Saudara-saudara sekalian dari Injil ada dialog antara Yesus dan murid-muridnya.  Yesus bertanya kepada murud-muridnya, tetapi apakah kamu-siapakah aku ini? maka jawab Simon Petrus, Engkau adalah Mesias Anak Allah yang hidup,”kata Mandagi.

Dikatakan, bagi Simon Petrus, Yesus adalah Mesias dalam arti Yesus adalah raja yang maha tinggi, hakim yang maha kuasa. 

“Yesus memiliki kekuasaan diatas segala kekuasaan-kekuasaan lain. Yesus memiliki kekuasan karena Yesus adalah anak Allah yang hidup. Yesus berasal dari Allah, kekuasaan senantiasa timbul atau bersumber kepada Allah dan kekuasan yang dimiliki Mesias oleh Yesus adalah kekuasaan Allah untuk melayani, mengabdi,”ungkap Mandagi seraya mengharapkan agar jabatan dan kekuasaan yang kita miliki entah jabatan dalam keluarga, di sekolah, di kantor, di gereja dimana saja harus digunakan untuk melayani dan mengabdi.

BACA JUGA:  Pasca Gempa, BNPB Serahkan Bantuan Rp 500 Juta ke Maluku

Masih menurut Mandagi, kekuasaan, jabatan atau pangkat yang diperoleh berasal dari Allah, oleh sebab itu jangan disalah gunakan. 

“Allah akan menghukum jika pangkat, dan kekuasaan disalah gunakan dan kekuasaan yang dimiliki akan Allah ambil. Buktinya banyak penguasa yang meninggal, banyak yang masuk penjara karena korupsi karena menjalankan kekuasaan hanya untuk diri sendiri,”kata Mandagi memberi contoh.

Lantaran itu Mandagi mengharapkan iman harus melandasi kekasaan, sehingga tidak mabuk dengan kekuasaan yang membawa kehancuran. (L02)