Share

AMBON, LaskarMaluku.com – Uskup Diosis Keuskupan Amboina Seno Ngutra mengaku bangga memiliki Wanita Katolik Republik Indonesia. Karena menurutnya, WKRI adalah buah-buah yang baik dari gereja dan bangsa ini. Dan buah yang baik ini sudah ditanam jauh sebelum Kemerdekaan NKRI.

Demikian disampaikan Uskup Seno Ngutra dalam homilinya saat Perayaan Ekaristi Perayaan HUT ke-100 tahun Wanita Katolik RI, Rabu (26/6/2024) di Plaza Presisi Polda Maluku, di kawasan Tantui Ambon.

Uskup mengingatkan WKRI adalah buah yang baik dari gereja dan bangsa. Lantaran itu teruslah bertumbuh dan berjalan bersama Tuhan, sehingga buah yang baik itu dapat dirasakan, dibagikan dan dinikmati oleh semakin banyak orang disekitar anda.

BACA JUGA:  Naik Drastis, Total Pasien Positif Covid di Maluku Capai 387 Orang

“Semoga dengan perayaan 100 tahun, anda sekalian tetap menjadi 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia,”harap Uskup Seno Ngutra.

Sementara resepsi 100 tahun WKRI ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Anggota Presidium I Paulina Wokanubun dan Anggota Presidium II Deliana Masela didampingi Pastor Penasehat Rohani RP Karoldus Jamrevav, MSC dan tumpeng dibagikan kepada Uskup Diosis Amboina Mgr Seno Ngutra dan sejumlah tamu undangan yang hadir.

Perayaan HUT 100 tahun Wanita Katolik RI yang dirayakan secara bersama oleh anggota WKRI se-Maluku dan Maluku Utara ini dihibur dengan pagelaran seni yang dikemas dalam bentuk drama musikal yang didesain oleh RP Tino Ulahayanan, MSC dengan tema ”Gerbang Mentari Pusara Wanita Katolik” yang dikemas dengan tiga episode alur perjalanan pembentukan WKRI dan perkembangannya hingga saat ini.

BACA JUGA:  Disetujui Gubernur Maluku, Ruben Moriolkossu Dilantik Sebagai Penjabat Sekda KKT

Tarian musik tradisional moderen yang disebut ”Wonderful Alifuru” sebagai penutup puncak perayaan HUT 100 tahun WKRI, dimana tarian ini dipersembahkan oleh generasi muda Katolik, dengan menampikan musik dan tarian tradisional dari wilayah-wilayah yang ada di Maluku.

Perayaan jubileum 100 tahun WKRI dilaksanakan dengan tema “Geraknya Budi Membangun Pribadi Mewujudkan Peradaban Kasih” menghadirkan 1.200 anggota Wanita Katolik RI dari cabang-cabang yang ada di Maluku dan Maluku Utara. (L02)