Share

LASKAR – Rabu, (7/11) Memasuki hari ketiga tes seleksi penerimaan CPNS untuk wilayah Kota Ambon, tercatat baru 20 peserta yang dinyatakan lulus. Menyikapi hal tersebut, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengundang para awak media melakukan konferensi pers yang berlangsung di Auditorium SMP Negeri 6 Ambon.

Dalam konferensi tersebut, Walikota menyatakan keprihatinan beliau terhadap minimnya jumlah peserta yang dinyatakan lulus dalam tes seleksi yang berbasis online system (Computer Assisted Test).

“Kita tidak menyalahkan tingginya passing grade yang ditentukan, yang kita sesali adalah penyetaraan nilai passing grade untuk 3 kategori tes secara nasional,” Ungkap Walikota.

Walikota menyadari sesungguhnya ada perbedaan kebiasaan yang significant jika dibandingkan dengan wilayah pusat.

“Kita di Maluku, lebih sering menggunakan manual system dalam melakukan seleksi, dibandingkan dengan wilayah lain di bagian barat Indonesia yang masyarakatnya sudah terbiasa dengan Computerized System,” terang Walikota.

BACA JUGA:  Angka Covid Meningkat, Dinkes Kota Ambon Lakukan 3T

Sehingga, ditambahkan, baiknya standarisasi yang digunakan disesuaikan dengan standart kualitas wilayah masing-masing.

Di depan para awak media, Walikota memastikan akan berupaya untuk meminta pertimbangan dari Kementerian PAN-RB perihal pola penilaian yang diterapkan.

“Jumlah passing grade yang ditentukan adalah 298, maka saya akan meminta pihak Kementerian untuk mempertimbangkan kembali para peserta yang nilai tes nya sudah melewati ambang batas passing grade kolektif tersebut namun masih dinyatakan tidak lulus,” Tandasnya.

Terkait upaya yang dilakukan, Walikota menjelaskan pada hari jumat mendatang, Para Walikota dan Bupati, Para Pimpinan DPRD serta Para Kepala Kepegawaian Se-Provinsi Maluku akan melakukan rapat bersama Gubernur untuk membicarakan hal tersebut, serta akan melayangkan surat kepada Kementerian PAN-RB untuk mempertimbangkan proses penilaian yang terkesan sangat memberatkan para peserta tes di Maluku. (M1R)