Share

LASKAR – Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Abdul Azis Sangkala mengatakan, untuk menindaklanjuti penyelesaian konflik di Haruku, maka dalam waktu dekat akan dilakukan rapat kerja dengar pendapat bersama dengan pihak keamanan, yakni TNI- Polri.

“Jadi Dewan melalui alat-alat kelengkapan akan terus menindaklanjuti aspirasi-aspirasi dari masyarakat kepada lembaga melalui rapat dengar pendapat dengan pihak keamanan,”ujar Sangkala kepada LaskarMaluku.com di ruang kerjanya, Jumat (18/2/2022).

Dikatakan, untuk memastikan masalah penegakan hukum diserahkan kepada pihak yang berwenang sementara konflik sosial yang butuh mediasi lewat forum-forum formal maupun informal menuju damai itu dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda), dan dewan tetap mendorong hal itu.

“Tapi yang paling penting dari semua adalah kami ingin damai. Dan aparat penegakan hukum dalam hal ini TNI-Polri yang hadir ditengah-tengah masyarakat, dan sekarang basudara yang terjalin konflik sudah kembali melakukan aktivitas ke negerinya masing-masing secara normal dan ini progres yang sangat baik,”ungkap Sangkala.

BACA JUGA:  Kapolda Maluku Himbau Warga Pulau Haruku Tidak Terprovokasi Dengan Isu Sesat

Dirinya mengakui, bersama Kapolresta Pulau Ambon dan PP Lease didampingi Dandim 1504 saat turun di Pulau Haruku meliahat secara langsung bagaimana kehidupan masyarakat disana sudah mulai normal.

Lebih lanjut Sangkala mengatakan, sejak konflik awal dewan sudah melakukan pertemuan bersama Kapolda dan Dewan menekankan pada pentingnya berita hoax untuk diantisipasi sehingga tidak menimbulkan keresahan dan memprovokasi masyarakat.

“Dan dewan sudah bertemu langsung dengan Kapolda sejak awal konflik sosial yang mulai terjadi di Kariuw, dan salah satu penekananan kami adalah tentang pentingnya ini berita-berita Hoax ini di Down di sosmed agar kemudian tidak meresahkan masyarakat karena  memang masyarakat sangat rentang untuk terprovokasi, dan Polda sudah bergerak cepat,”jelasnya.

BACA JUGA:  Warga Kecamatan Sirimau Keluhkan Infrastruktur dan Jalan

Sangkala mengajak masyarakat Maluku untuk hidup damai, sebab damai itu indah, damai akan membuka ruang untuk bisa mengembangkan potensi disegala bidang, dan konflik hanya membawa kesusahan.

“Jadi dengan semangat orang Basudara kita menjaga perdamaian dan kedamaian dan kita bangkit untuk pemulihan ekonomi, untuk pendidikan anak-anak kita, untuk olahraga kita. Jadi mari kita jaga perdamaian ini untuk pengembangan Maluku yang lebih maju kedepan,” tutupnya. (L04).