Share

AMBON, LaskarMaluku.com –  Sebanyak 1.200 anggota Wanita Katolik Republik Indonesia dari 52 cabang yang ada di Maluku dan Maluku Utara, hadir di Kota Ambon dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Wanita Katolik RI ke-100 tepatnya tanggal 26 Juli 2024, genap satu abad.

Perayaan jubelium 100 tahun WKRI dilaksanakan dengan tema “Geraknya Budi Membangun Pribadi Mewujudkan Peradaban Kasih”, dipusatkan di Aula Plaza Presisi, Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Rabu (26/6/2024) malam, yang diawali dengan Perayaan Ekaristi dengan selebran utama Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra.

WKRI Adalah Buah Yang Baik

Dalam homilinya, Uskup Seno Ngutra mengaku bangga memiliki WKRI, karena mereka adalah buah-buah yang baik dari gereja dan bangsa ini. Dan buah yang baik ini sudah ditanam jauh sebelum Kemerdekaan NKRI.

Uskup mengingatkan WKRI adalah buah yang baik dari gereja dan bangsa. Lantaran itu teruslah bertumbuh dan berjalan bersama Tuhan, sehingga buah yang baik itu dapat dirasakan, dibagikan dan dinikmati oleh semakin banyak orang disekitar anda.

“Semoga dengan perayaan 100 tahun, anda sekalian tetap menjadi 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia,”harap Uskup Seno Ngutra.

Sementara resepsi 100 tahun WKRI ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Anggota Presidium I Paulina Wokanubun dan Anggota Presidium II Deliana Masela didampingi Pastor Penasehat Rohani RP Karoldus Jamrevav, MSC dan tumpeng dibagikan kepada Uskup Diosis Amboina Mgr Seno Ngutra dan sejumlah tamu undangan yang hadir.

BACA JUGA:  GUBERNUR LANTIK 22 PEJABAT ESELON 3 DAN 4 LINGKUP PEMERINTAH PROVINSI MALUKU

Gerbang Mentari Pusara Wanita Katolik

Perayaan HUT 100 tahun Wanita Katolik RI yang dirayakan secara bersama oleh anggota WKRI se-Maluku dan Maluku Utara ini dihibur dengan pagelaran seni yang dikemas dalam bentuk drama musikal yang didesain oleh RP Tino Ulahayanan, MSC dengan tema ”Gerbang Mentari Pusara Wanita Katolik” yang dikemas dengan tiga episode alur perjalanan pembentukan WKRI dan perkembangannya hingga saat ini.

Tarian musik tradisional moderen yang disebut ”Wonderful Alifuru” sebagai penutup puncak perayaan HUT 100 tahun WKRI, dimana tarian ini dipersembahkan oleh generasi muda Katolik, dengan menampikan musik dan tarian tradisional dari wilayah-wilayah yang ada di Maluku.

Sementara itu, Ketua Presedium DPP Wanita Katolik RI, Elly Kusuma Handoko dalam sambutanya yang dibacakan oleh Anggota Presidium I, WKRI Maluku Maluku Utara, Paulina Wokanubun mengatakan, perjalanan organisasi wanita Katolik Republik Indonesia sampai di usia yang ke-100 tahun dalam suasana yang penuh sukacita ini saya mengajak seluruh pengurus dan anggota organisasi untuk mengingat kembali semangat dan sikap dasar dari pendiri organisasi wanita Katolik RI.

Dimana lahirnya organisasi wanita Katolik Republik Indonesia pada tahun 1924 didorong oleh panggilan untuk menghormati, mengangkat harkat dan martabat manusia dan kawan-kawan pada saat itu yang semakin terpinggirkannya hak-hak perempuan dan emansipasi yang telah diinisiatif oleh Raden Ajeng Kartini.

Pada kenyataan ini masih sangat jauh dari apa yang dicita-citakan perendahan terhadap harkat martabat kaum perempuan serta anak-anak yang menjadi keprihatinan sekaligus semangat pejuang organisasi wanita Katolik Republik Indonesia selama 100 tahun terakhir.

BACA JUGA:  Sadali Ie Resmi Lantik 3 Penjabat Kepala Daerah di Maluku

Perjuangan untuk menghormati mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan ini dilakukan seluruh Pimpinan dan anggota organisasi di semua jenjang mulai dari cabang dari daerah dan pusat.

Perjuangan ini, menurut Elly Kusuma dilakukan secara khas aktif dan mandiri ke semua wilayah NKRI berdasarkan prinsip, solidaritas yang ditopang oleh nilai-nilai dasar organisasi.

Dimana jika kita menengok sejarah organisasi wanita Katolik Republik Indonesia turut serta menginisiasi terselenggaranya kongres perempuan pertama pada tanggal 22 Desember 1928 keterlibatan aktif organisasi wanita Katolik RI dalam Kongres perempuan tersebut juga diakui oleh negara dan pemberian penghargaan melalui Kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak pada tanggal 22 Desember 2021 lalu.

“Kementerian Dalam Negeri juga mengakui wanita Katolik Republik Indonesia sebagai organisasi masyarakat yang turut merawat keberagaman NKRI dan juga memberikan penghargaan kepada organisasi masyarakat bidang kategori khususnya bakti sepanjang hidup pada tanggal 6 November 2018,” ungkapnya seraya berharap WKRI lebih banyak berperan dan terlibat aktif dalam ewujudkan peradaban kasih.

Di tempat yang sama, Penjabat  Gubernur Maluku, Sadali le dalam sambutannya yang dibacakan staf Ahli Gubernur Bidang Pemberdayaan dan SDM, Fibra Bremer,SPD.M.SI mengatakan, “Pemerintah Provinsi Maluku menyampaikan selamat merayakan Hari Ulang Tahun ke-100 tahun kepada organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia khususnya di DPD Maluku-Malut, semoga kehadiran Wanita Katolik Republik Indonesia dapat menjadi garam dan terang dunia bagi semua insan,” ucap Gubernur.

BACA JUGA:  Pangdam Pattimura Hadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Maluku

Menurutnya, perayaan ke-100 tahun Wanita Katolik RI ini merupakan momentum yang baik untuk memperkuat gerakan Wanita Katolik Republik Indonesia bagi pembangunan bangsa dan negara terutama di Provinsi Maluku.

“Kedepan, WKRI tetap berperan aktif untuk mendorong perubahan dalam berbagai aspek terutama pendidikan kesehatan dan kemasyarakatan,” harapnya.

Sementara itu Ketua Panitia Deliana Masela dalam laporannya menjelaskan menjelang perayaan HUT WKRI ke-100 tahun dilaksanakan sejumlah kegiatan di setiap cabang dan wilayah, diantaranya seminar tentang lingkungan hidup dan perubahan iklim yang dberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup setempat, seminar tentang perempuan dan pekembangan teknologi yang diberikan narasumber tunggal Uskup Diosis Amboin Seno Ngutra, sosialisasi kekerasan perempuan dan anak oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak setempat, rekoleksi dan adorasi di setiap wilayah dengan narasuber tunggal Vikjen Keuskupan Amboina, RD Anton Kewole, kegiatan penghijauan dan jalan santai yang dilakukan, kunjungan dan berbagi kasih untuk warga binaan Lapas kelas II Ambon dan anak-anak pesantren, juga silaturahmi dan berbagi kasih dengan sesepuh WKRI Maluku dan Maluku Utara.

Sementara itu juga dilakukan lomba-lomba berupa lomba rangking I dengan materi AD/ART, lomba tarian kreasi dan lomba fashion show dari bahan daur ulang sampah yang diikuti 38 cabang. (L06)