Share

AMBON, LaskarMaluku.com Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Wanita Katolik RI yang ke-100 tahun tanggal 26 Juni 2024,  Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wanita Katolik RI Maluku dan Maluku Utara menggelar lomba Tarian Kreasi dan Fashion Show dengan busana dari bahan daur ulang sampah.

Acara lomba berlangsung selama dua hari, tanggal 22-23 Juni 2024 yang dipusatkan di Aula Xaverius Kota Ambon, diikuti oleh peserta lomba dari sebagian besar cabang yang ada di Maluku dan Maluku Utara.

Lomba Tarian Kreasi dan Fashion Show di buka langsung oleh Penasehat Rohani DPD Wanita Katolik RI Maluku Maluku Utara, RP. Karoldus Jamrevav, MSC, didampingi Anggota Presidium I, Wanita Katolik RI Maluku Malut, Paulina Wokanubun dan Anggota Presidium II, Deliana Masela.

Penasehat Rohani RP. Karoldus Jamrevav, MSC memberikan apresiasi yang luar biasa bagi panitia HUT 100 tahun, bersama pimpinan serta pengurus DPD yang luar biasa menyiapkan seluruh kegiatan ini dapat berjalan dengan sangat baik.

BACA JUGA:  12.662 Naker Informal di Ambon Dilindungi BPJAMSOSTEK

“Kami memberi spirit kepada mereka untuk melakukan yang terbaik, dan luar biasa bahwa dari seluruh persiapan kurang lebih 5 bulan sampai saat ini kegiatan-kegiatan yang mereka jalankan penuh dengan spirit yang hebat,”kata Pastor Karol bangga.

Menurutnya, 100 tahun bukan sesuatu yang mudah untuk dijangkau. Tetapi dengan 100 tahun ini mereka telah membangunkan para anggota WKRI, sehingga semua terbentuk dengan sangat luar biasa dan tampil prima dihari ini.

“Ibu-ibu WKRI memperlihatan bahwa mereka prima, bahwa mereka mandiri dalam berbagai aspek kehidupan baik di keluarga, masyarakat maupun gereja. Mereka tampil dan memberikan yang terbaik sebelum hari H puncak perayaan HUT tanggal 26 Juni 2024,”ungkap Pastor Karol seraya menambahkan, sebagai penasehat rohani kami bertugas untuk memberikan spirit, memberikan semangat, dorongan, mendampingi dan memfasilitasi, sehingga apa yang sudah menjadi program panitia dalam berjalan dengan baik.

Sementara itu, Anggota Presidium I, DPD Wanita Katolik RI Maluku Maluku Utara, Paulina Wokanubun mengatakan, dalam merayakan 100 tahun Wanita Katolik RI, kami melaksanakan lomba-lomba berupa lomba AD/ART yang sudah diakukan beberapa waktu dengan melibatkan cabang-cabang yang ada di wilayah Kota Ambon. Sedangkan untuk lomba tarian kreasi dan fashion show melibatkan semua cabang yang ada di Maluku dan Maluku Utara.

BACA JUGA:  Simpati Warga Beta Cinta Ambon-Maluku untuk Anggota Polisi yang Ditahan

“Kami bersepakat untuk merayakan 100 tahun Wanita Katolik RI di Kota Ambon untuk menghidupkan, menyemangati kembali anggota-anggota WKRI yang ada di pelosok-pelosok,” kata Paulina.

Dikatakan, kegiatan perlombaan ini adalah untuk membangun toleransi dan hubungan persaudaraan antar sesama perempuan Wanita Katolik KRI di Provisni Maluku dan Maluku Utara. Namun selain itu juga untuk melestarikan nilai-nilai seni dan budaya Maluku, serta menjaga kelestarian lingkungan disekitar tempat tinggal kita, terutama bumi sebagai rumah kita.

“Kami lakukan ini semua, sehingga ibu-ibu lebih bersemangat di 1 abad yang akan berlangsung pada 26 Juni 2024, dimana acara puncak diawali dengan perayaan ekaristi yang dianjutkan dengan acara seremoni HUT dengan kehadiran anggota Wanita KatolikRI kurang lebih 1.500 orang.

BACA JUGA:  Dihadapan Ratusan Guru, Pj Walikota Ambon Tegaskan Seleksi P3K Harus Jujur

Sementara itu Ketua Seksi Lomba, Deliana Masela merincikan, yang  mengikuti perlombaan tarian kreasi sebanyak 34 regu, 33 regu berasal dari anggota wanita katolik Republik Indonesia yang berada di cabang cabang maupun Maluku Utara, dan satu regu berasal dari perempuan Islam Kota Ambon.

Sementara yang mengikuti fashion show dari bahan daur ulang sampah sebanyak 39 cabang.

Sebelum acara perlombanaan dilaksanakan, para peserta dari cabang-cabang yang datang dari luar Kota Ambon disambut oleh panitia dengan pengalungan syal di pintu masuk aula xaverius, dilanjutkan dengan registrasi peserta.

Para peserta lomba dari cabang-cabang sangat kreatif dengan busana yang digunakan yang menonjolkan khas daerah masing-masing. Selain itu kreasi tarian yang ditampilkan begitu menghibur, karena dalam semangat, “Gerakan Budaya Membangun Pribadi Mewujudkan Peradaban Kasih”, semua peserta mempersembahkan yang terbaik. (L02)