Share

AMBON, LaskarMaluku.com – Sebagai petahana, nama Murad Ismail masih berada di posisi teratas figur Cagub Maluku 2024 dengan elektabilitas yang bisa ditandingi.

Namun, belakangan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Maluku nyatakan sikap menutup pintu bagi Murad Ismail.

Demikian halnya dengan Partai Golkar tidak menyertakan MI pada bakal calon kepala daerah yang diundang ke DPP Partai Golongan Karya pada pertemuan silaturahmi dan buka puasa bersama sekaligus arahan dari ketua umumnya pada Sabtu, (6/4/2024) pukul 15.00 WIB sampai selesai.

Kendati begitu, MI masih punya harapan kuat terhadap beberapa partai koalisi, diantaranya, Gerindra, Demokrat dan PAN Koalisi Capres Nomor 02.

Diluar itu masih ada Partai Nasdem, PKS, PPP dan PKB dan Hanura bila saja MI melakukan komunikasi politik secara intens.  Apalagi Murad Ismail sebagai petahana, masih punya finansial yang cukup kuat untuk memenuhi harapannya dan memang siap untuk bertarung jika empat (4) bakal calon gubernur yang berlaga pada pilkada Maluku nanti.

Akan tetapi jika saja terjadi head to head misalnya MI versus JAR, maka hampir dipastikan akan terjadi perubahan signifikan pada hasil yang diraih MI,  dan Apa bila ada kemungkinan tiga bakal calon, maka peluang MI sangat besar.

Dari hitungan matematis, MI masih punya kands politik yang kuat untuk kembali merebut kursi empuk gubernur Maluku pada 27 November 2024 mendatang. Karena konsekuensi logis dari beberapa nama yang bertarung nanti, meski mendapat persaingan keras, tapi MI dengan mudah meraih pertarungan kursi gubernur Maluku.

Patut diakui bahwa pada Pilkada Maluku nanti, Murad Ismail akan menghadapi sejumlah figur yang berpotensi menjadi lawan kuatnya di Pilgub Maluku 2024.

Berdasarkan rangkuman LaskarMaluku.com  nama-nama figur yang bakal menjadi lawan kuat, Murad Ismail diantaranya’ ada mantan Pangdam XVI Pattimura, Letjen TNI AD (Purn) Jafri Apollo Rahawarin, Febri Calvin Tetelepta, (Deputi I Kepala Staf Kepresidenan), dan anggota DPR RI Hendrik Lewerissa, SH LLM.

Hendrik Lewerissa adalah ketua pemenangan Calon Presiden no urut 02 dan loyalis Prabowo Subianto di Provinsi Maluku.

Mendekati pelaksanaan Pilgub Maluku 2024 sejumlah nama tokoh mulai bermunculan di ranah politik.

BACA JUGA:  Ketika Fakta Fiskal Menyatu Dengan Tantangan Pembangunan

Beberapa di antaranya telah muncul jauh sebelum kontestasi Pemilu 2024, bahkan ada yang secara terang-terangan menyatakan niatnya untuk maju di Pilgub Maluku, termasuk Said Latuconsina, Ketua DPD Golkar Provinsi Maluku, Ramli Umasugi, hingga Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Mukti Keliobas.

Hanya saja soal siapa calon gubernur dan calon wakil gubernur ini masih terjadi bongkar pasangan. Termasuk Murad Ismail sampai sejauh ini masih belum transparan soal wakilnya. Apalagi JAR, Hendrik Lewerissa dan Said Latuconsina. Sementara Febry Calvin Tetelepta telah resmi mempersunting Abdullah Vanath, mantan Bupati Seram Bagian Timur 2 periode itu.

Kendati begitu, dari informasi yang diterima media ini, MI misalnya bisa saja berduet dengan  Michael Wattimena, sebagai calon Wakil Gubernur dan atau MJ Sapteno (Mantan Rektor UNPATTI) hingga Max Patiata, berlatar belakang seorang pengusaha.

Demikian halnya JAR dirumorkan berduet dengan Mukti Keliobas dan atau, Ramli Umasugi, sedangkan Hendrik Lewerissa bisa saja berduet dengan Sadiah Uluputty atau Said Latuconsina. Atau bisa memungkinkan duet Said Latuconsina sebagai bakal calon gubernur Maluku berpasangan dengan wakil gubernur Maluku, Bernabas Orno dan atau bisa saja sebaliknya Bernabas-Said

Beberapa catatan kritis dari perjalanan beberapa bakal calon kepala daerah ini tentu ada yang menarik untuk disimak bersama selama mereka menjabat.

Ketua DPD Golkar Provinsi Maluku Ramly Umasugi, setelah menjabat sebagai dan memimpin Partai Golongan Karya, diberbagai DPD Golkar provinsi dan kabupaten kota di seluruh Indonesia, hanya provinsi Maluku yang anjlog (menurun dramatis) kita bisa lihat perolehan suara Golkar di DPRD Provinsi Maluku, partai berlambang pohon beringin ini hanya menempatkan 4 orang karena memang semenjak Ramli Umasugi menjabat berbagai pertimbangan berkaitan dengan faktor perimbangan kedudukan pimpinan DPRD Maluku dalam hal ini kedudukan wakil Ketua. Kemudian faktor lainnya kurangnya sumbangsih kader terhadap jalannya mesin pergerakan Golkar.

Kondisi ini juga sehingga turut mempengaruhi, Golkar mempertahankan kursi di DPRD Kota Ambon. Kali ini Partai Golongan Karya hanya meraih tiga kursi otomatis ikut menjadikan partai ini tidak punya kedudukan berarti di dewan kota, dan bisa dibilang menjadi penonton.

Sementara Mukti Keliobas Bupati Aktif Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Setidaknya ketika menjabat sebagai Ketua bidang pemenangan pemilu Golkar, paling tidak SBT harus mendulang suara Golkar dan bisa menempatkan seorang figur Golkar duduk di kursi Golkar di DPRD provinsi Maluku. Selama dua periode, SBT samasekali tidak menempatkan satupun kader dari dapil ini.

BACA JUGA:  Saat Wakil Rakyat di Tanimbar Minta Naik Gaji Di Tengah Covid-19

Murad Ismail Gubernur Maluku saat ini, tanggal 24 April 2024 nanti akan mengakhiri masa baktinya. Berbagai hal telah dilakukan untuk membangun provinsi ini dari ketertinggalan termasuk LKPJ Tahun 2023, katanya Maluku mengalami kemajuan cukup pesat, sebagaimana sambutan wakil gubernur Maluku, Bernabas Orno mewakili Gubernur Murad Ismail yang acap kali jarang menghadiri sidang paripurna DPRD Provinsi Maluku.

Kemajuan yang dicapai pemerintahan duet MI dan BO, mesti dihargai sebagai pemimpin Maluku sekalipun masih terdapat kekurangan lainnya.

Selain itu, Wakil Gubernur Maluku, Bernabas Orno yang selama hampir lima tahun mendampingi MI, patut diakui bahwa orangnya cekatan dan gesit, tapi kapasitasnya sebagai wakil gubernur, kewenangannya terbatas tetapi kariernya disetiap pemilihan kepala daerah tidak pernah gagal karena pandai berstrategi.

Terhitung sekali menjadi wakil Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) sebelum diubah status menjadi kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) kala itu, Orno berduet dengan mantan Bupati Bitto Temmar, dan dua kali terpilih menjadi bupati Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) hasil pemekaran dari MTB hingga akhirnya dipilih MI dan akhirnya berhasil menumbangkan petahana Ir. Said Assagaf.

Meski demikian informasi yang dihimpun media ini, BO tentu akan pisah haluan dari MI dan masing-masing berkotestasi pada pilkada serentak 27 November 2024 mendatang.

Murad Ismail sampai saat ini masih berstatus sebagai petahana dan mengakhiri masa tugasnya di tanggal 24 April 2024, namun segala persiapan telah ia lakukan, termasuk kapal pesiar pribadi produksi Italia telah ia siapkan sebagai masa kampanye di sebelas kabupaten- kota di provinsi Maluku, termasuk pelosok negeri yang belum dikunjunginya tentu di jangkaunya.

Kapal produksi negeri pitza itu ditaksir mencapai Rp 12 M menurut rencana, digunakan untuk mobile kampanye, mengingat Maluku dikenal dengan daerah banyak pulau-pulau dan memerlukan fasilitas pendukung seperti sarana kapal laut.

Strategi yang diterapkan MI karena pengalaman beliau sebagai Gubernur Maluku satu periode telah ia lalui dengan berbagai intrik politik yang dilakoni selama ini.

BACA JUGA:  Bersaing Soal Lawan Bukan Musuh

Berbagai kelebihan dan kelemahannya oleh setiap bakal calon kepala daerah lain tentu bisa melihat perjalanan kariernya selama ini.

Apabila kelebihan dan kekurangan itu bisa disempurnakan pihak lawan maka hal ini bisa memutuskan harapan MI untuk kembali berkuasa, itupun kalau head to head, tetapi kalau banyaknya pasangan, so atomatis MI dengan mudah meraih prestasi keduanya.

Figur Febry Calvin Tetelepta adalah seorang staf ahli kepresiden. Niatnya maju untuk membangun Maluku dari kemiskinan dan keterpurukan selama ini. Hanya saja untuk menjajal partai pengusung yang mesti berhati-hati karena menggunakan kendaraan politik dimasa-masa perhelatan politik terkini sudah membutuhkan cost politik yang tidak sedikit untuk belanja partai, kemudian faktor mobile ke sebelas kabupaten-kota memerlukan energi ekstra.

Kita boleh menilai, tetapi jika seorang hendak mencalonkan diri pasti punya persiapan matang. Jadi musti hati-hati dalam bertindak, karena tidak semua partai membutuhkan mahar, tinggal komunikasi dan komitmen yang dibangun.

Figur Hendrik Lewerissa, adalah anggota DPR RI aktif dan kembali terpilih pada pileg 2024-2029. Sampai sejauhnya dirinya belum menyatakan sikap. Namun pada perhelatan pemihan umum calon presiden dan wakil presiden 24 Februari 2024 lalu, dia dipercayakan jadi ketua tim kampanye pasangan capres 02, yakni Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan Gibran Rakabuming Raka jadi Capresnya dan menang 60% di provinsi Maluku.

Sebenarnya saat masa kampanye gubernur Maluku, Murad Ismail ditunjuk untuk menjadi ketua Tim kampanye tetapi kemudian ditengah perjalanannya, MI digantikan oleh Hendrik Lewerissa.

Persoalan pergantian MI masih manjadi misteri dan fakta entrik ? Tetapi patut diakui kalau Hendrik adalah orang kepercayaan Prabowo Subianto. Kekuasaan dan perpanjangan tangan alat kekuasaan bisa menghasilkan sistem yang terpadu dan memberikan ancaman bagi impian Murad Ismail.

Terhadap hal ini, bagi MI sendiri pasti telah membentuk kaki tangan baik di unsur pemerintahan maupun diluar pemerintahan agar bekerja ekstra. Kita tidak dapat sangkal dari pertarungan pileg 14 Februari 2024 barusan, dimana instrument kekuasaan dipakai untuk menggerakan bawahannya berkerja nyata dilapangan. (andi sagat)