Share

Kapolda Maluku Irjen Pol. Drs. Baharudin Djafar, M.Si saat memberikan sambutan saat acara launcing Negeri Naku sebagai Kampung Tangguh, Selasa (11/11/2020)

LASKAR – Kapolda Maluku Irjen Pol. Drs. Baharudin Djafar, M.Si memberikan apresiasi kepada Negeri Naku, Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon karena sejak pandemi Covid-19 hingga saat ini tetap berada pada zona hijau. 

“Negeri Naku tidak ada yang Covid karena imun tubuh masyarakat kuat. Saat Kota Ambon masuk zona merah tapi Naku tetap hijau. Saya memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Negeri Naku,”ungkap Kapolda Maluku, Selasa (11/11/2020) saat acara launcing Negeri Naku sebagai salah satu negeri di Leitimur Selatan sebagai Kampung Tangguh versi TNI-Polri.

Jenderal bintang dua ini mengatakan, Kampung Tangguh Nusantara adalah program Panglima TNI dan Kapolri untuk mendukung Pemda bagaimana memutuskan mata rantai COVID. Naku menjadi contoh. 

BACA JUGA:  Inflasi Gabungan Kota di Provinsi Maluku Alami Peningkatan Periode Juni 2023

“Kami akan terus dampingi untuk hidupkan kampung tangguh, sehingga secara otomatis tidak sulit kendalikan gangguan kamtibmas, kesehatan terjamin, imun meningkat, ekonomi juga bisa ditingkatkan,”kata Kapolda.

Dirinya berniat, walaupun setelah pensiun akan tetap menjalin sliaturahmi dengan Kota Ambon juga dengan Naku dan semua Desa Kampung Tangguh yang ada. 

Irjen Pol. Drs. Baharudin Djafar, M.Si meminta agar tetap menjaga harmonisasi, sebab hal itu penting untuk tingkatkan imun, dengan faktor pertama sempurnakan ketakutan kepada pencipta, karena siapa yang sempurna pasti takut kepada pencipta maka semua akan melayani. 

Pada kesempatan itu, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy,SH saat melaunching Negeri Naku sebagai Kampung Tangguh Nusantara (KTN) mengatakan, Naku adalah salah satu Negeri di Ambon yang berada di zona hijau selama pandemi Covid-19, walau secara keseluruhan Ambon masih  berada di zona Orange.

BACA JUGA:  Gempa M 4,5 Guncang Maluku Tenggara Barat

“Dari tanggal 20 Maret 2020 sampai hari ini, Naku tetap zona hijau, itu bukan karena hebat pejabat raja, saniri tapi karena Tuhan menyertai Negeri Naku melalui doa yang dinaikkan,”kata Walikota.

Menurutnya, kedatangan tim Pemkot Ambon bersama Kapolda Maluku adalah sebagai respon dari hasrat rakyat untuk membuktikan kepada pimpinan TNI-Polri melalui Kapolda dan Danrem tentang bagaimana kesigapan masyarakat dalam menghadapi Covid-19 melalui kegiatan Kampung Tangguh.   

Louhenapessy menyampaikan, atas nama pemerintah negeri dan masyarakat, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Maluku yang sudah berkenaan datang ke Negeri Naku.

“Sebab dalam sejarah negeri ini, baru pertama kali seorang jenderal kunjungi Negeri Naku. Dan ini bukan sekedar datang, tapi juga sebagai inspirasi dan dorongan kepada anak muda untuk masuk polisi dan kemungkinan menjadi jenderal. Contoh Wakapolda anak Kilang, semoga jendral bisa dari Naku,”ungkap Louhenapessy. 

BACA JUGA:  Buka Rakor TPID, Gubernur Apresiasi Upaya Pengendalian Inflasi

Naku telah membuktikan keungulan lewat kompetisi negeri dan desa yang bersih. Telah menjadi juara 1 Desa Terbersih tingkat Kota dari 50 desa di Kota Ambon. Unggul juga dengan tingkat krimilnal rendah, tidak ada KDRT, ini luar biasa keberhasilan yang diraih dan tidak terlepas dari campur tangan tiga tungku yaitu raja, pendeta, guru dan tokoh adat/masyarakat.  

“Saat ini Naku sementara persiapan diri ikut lomba 10 program PKK , semoga bisa mewakili Maluku di Nasional,”harap Walikota. (L01)