Share

AMBON, LaskarMaluku.com – Pemerintah Provinsi Maluku menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dan pendanaan Program hibah USAID ber-IKAN untuk pengembangan kapasitas dan keberlanjutan perikanan, yang terfokus pada pemberdayaan perempuan, organisasi lokal, komunitas perikanan skala kecil, masyarakat adat serta kelompok minoritas lainnya.

Hal ini disampaikan Asisten II Setda Maluku Habiba Saimima mewakili Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie saat membuka acara sosialisasi program hibah (grant outreach) USAID ber-IKAN yang dilaksanakan di lantai 2 Hotel Swissbel, Senin (29/1/2024).

“Atas nama pemerintah, saya juga berterima kepada rekan-rekan LSM mitra DKP Maluku yang telah banyak melaksanakan program-program pengelolaan perikanan berkelanjutan di Provinsi Maluku,”ungkap Saimima seraya berharap agar anggaran yang sudah disiapkan melalui dana hibah USAID ber-IKAN ini dapat dikelolah secara maksimal dengan aturan target yang ditetapkan.

Dirinya menambahkan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mempublikasikan peluang pendanaan bagi kegiatan perikanan yang dilakukan oleh organisasi berbasis komunitas, Lembaga Swadaya Masyarakat di WPP NRI 715 Provinsi Maluku, yaitu Kabupaten Buru yang meliputi Desa Waipure, Wailihang, dan Waprea Kabupaten Seram Bagian Barat, meliputi Desa Kawa, Kasie dan Sukaraja dan Kabupaten Maluku Tengah yang mepitui DesaSawai, Parigi dan Labuhan.

BACA JUGA:  Pasar Murah Pemprov di Serbu Emak-emak

“Walau hanya mencakup 9 desa, namun bagi kami adanya dana hibah dari Ber-IKAN keada LSM lokal sangat membantu tercapainya beberapa target IKU pembangunan kelautan dan perikanan, khsusnya di Maluku,”ungkapnya.

Sementara itu, Ilham Serfianiyah mewakili Direktur Pengelolaan Sumberdaya Ikan, Kementrian Kelautan dan Perikanan menjelaskan, Kementerian Kelautan dan Perikanan beserta seluruh pemangku kepentingan, telah mencanangkan suatu inisiatif penting dan strategis yaitu kebijakan Ekonomi Biru. Kebijakan ini menggabungkan aspek biologi, ekologi, sosial, dan ekonomi yang seimbang dalam tata kelola kelautan dan perikanan nasional, yang selanjutnya dijabarkan ke dalam 5 program utama oleh KKP.

Menurutnya, dalam implementasi program dimaksud, KKP sendiri didukung oleh berbagai sumber pendanaan yang berasal dari APBN serta PHLN.

BACA JUGA:  Gubernur Resmikan Galeri Dekanasda Maluku Sebagai Sarana Promosi Produk IKM

“Salah satu pendanaan yang diterima melalui hibah luar negeri adalah USAID berIKAN. USAID berIKAN sendiri, merupakan hasil Kerjasama KKP dengan The United States Agency for International Development (USAID), yang termasuk kedalam salah satu kerangka Grant Implementation Agreement on Marine and Fisheries Portfolio (GIA-MFP) tahun 2022-2027,”jelas Direktur dalam sambutan tertulisnya.

Dalam pelaksanaan kegiatannya, USAID Ber-IKAN telah berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan program prioritas KKP.

Kegiatan pengelolaan perikanan yang dilaksanakan melalui USAID Ber-IKAN telah disesuaikan dengan rencana strategis KKP, yaitu

  1. Sumber daya kelautan dan perikanan berkelanjutan(SS3)
  2. Kapasitas dan kompetensi SDM kelautan dan perikanan meningkat (SS4)
  3. Hasil riset dan inovasi dimanfaatkan (SS5)
  4. Tata kelola sumber daya kelautan dan perikanan bertanggung jawab (SS6)
  5. Pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan integratif (SS8)
BACA JUGA:  Kapten Timnas AMIN Akui Anies Baswedan The Best

Dikatakan, khususnya pada perikanan tangkap, kegiatan USAID ber-IKAN telah diarahkan untuk mendukung program Penangkapan Ikan Terukur (PIT) dan Kampung Nelayan Maju (KALAJU).

Penangkapan Ikan Terukur mengarah pada pengelolaan perikanan skala makro nasional sedangkan KALAJU untuk pengelolaan perikanan skala mikro lokal yang bersinergi dan kolaboratif.

Sementara itu, COP Chief of Party USAID Ber-IKAN Maurice Knight, berharap agar LSM lokal dapat terlibat dalam program USAID Ber-IKAN di Maluku.

“Saya berharap selama dua hari ini materi dari Ibu Vera dan pak Ario dapat membantu teman-teman yang hadir saat ini untuk bisa berpartisipasi dalam program Hibah USAID Ber-IKAN,”harap Maurice.

Sementara acara sosialisasi diawali dengan pengenalan Program dan mekanisme Hibah USAID Ber-IKAN oleh Vera Imelda yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab serta dilanjutkan dengan mekanisme anggaran serta simulasi penyusunan anggaran penerima hibah. (L02)