Share

BULA, LaskarMaluku.com – Rombongan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menggerakkan semua potensi yang dimilikinya menyambangi Kabupeten Seram Bagian Timur (SBT).

Kabupaten dengan julukan Ita Wotu Nusa (Mari membangun daerah ini) menjadi perhatian Fakultas FKIP pada Orientasi Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)  di penghujung akhir tahun 2023 ini lantaran Seram Bagian Timur dalam soal pendidikan masih dalam ketegori belum memuaskan. 

Tentu upaya menerjunkan mahasiswa KKN ini juga sebagai bagian dari upaya mahasiswa terlibat langsung dalam proses belajar mengajar serta membantu para guru diberbagai sekolah untuk membantu meningkatkan mutu kualitas pendidikan di kabupaten yang satu ini.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan FKIP Unpatti Ambon, Prof Dr Izaak Wenno, S.Pd, M.Pd menuturkan, pembekalan Kuliah Kerja Nyata atau disingkat KKN ini merupakan wujudnya nyata dari tugas dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni aspek pengabdian. 

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di berbagai tempat di Kabupeten Seram Bagian Timur (SBT) ini maka terjadi sinergi antara perguruan tinggi dengan masyarakat sebagai wujud pengetahuan demokrasi.

BACA JUGA:  Pemda KKT Siapkan 5 Usulan Ranperda ke DPRD

“Tujuan pengabdian ini, memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat tentang pentingnya pendidikan guna membantu pemerintah Seram Bagian Timur SBT dalam mencerdaskan anak bangsa, “tandas Prof Izak Wenno saat menyampaikan sambutannya di Kota Bula, Rabu (05/12/2023).

Pengabdian itu kata Wenno dilakukan melalui kegiatan Workshop pendidikan, seminar pendidikan, dan KKN mengajar.

“program orientasi kerja nyata dilapangan untuk membantu masyarakat, “tandas Wenno 

Sedangkan Program Sarjana Pendidikan Bagi Guru Dalam Jabatan diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S-1 Kependidikan dan S-1/D-IV Non Kependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan Standar Pendidikan Guru. 

“PPG Dalam Jabatan diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan pendidikan, seperti: (1) kualifikasi di bawah standar (under qualification), dan (2) guru-guru yang kurang kompeten (low competence). Selain itu, guru di era revolusi industri 4.0 harus memiliki kemampuan melaksanakan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan dengan mengintegrasikan critical thinking dan problem solving, “Ungkap Dekan FKIP Unpatti ini.

BACA JUGA:  Perempuan Selalu Jadi Penyelemat Disaat Kondisi Kritis

Program PPG Dalam Jabatan dirancang secara sistematis dan menerapkan prinsip mutu mulai dari seleksi, proses pembelajaran, dan penilaian, hingga uji kompetensi, sehingga diharapkan akan menghasilkan guru-guru masa depan yang profesional yang dapat menghasilkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan berkarakter, serta cinta tanah air dan dalam waktu yang bersamaan, diharapkan mampu menjawab permasalahan pendidikan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. PPG Dalam Jabatan juga dirancang agar mampu membekali kemampuan problem solving, kritis, dan kreatif kepada calon guru profesional, melalui implementasi model pembelajaran dan kegiatan berbasis masalah (problem-based learning) dan proyek (project-based learning).

Program PPG Dalam Jabatan bertujuan menghasilkan guru sebagai pendidik profesional yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berilmu, adaptif, kreatif, inovatif, dan kompetitif dengan  tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta.

BACA JUGA:  Menunggu SK Pj Sekda Kepulauan Tanimbar, Pj Bupati Tunjuk Pelaksana Harian

Pembekalan KKN – PLF program Sarjana Pendidikan bagi Guru Dalam Jabatan ini merupakan hasil Kerjasama FKIP Unpatti dengan Pemda SBT.

Untuk diketahui Pembekalan KKN – PLF Program Sarjana Pendidikan bagi Guru dalam jabatan itu nanti berlangsung selama satu bulan.

Kegiatan ini sendiri dikomando langsung oleh Dekan Fakultas FKIP, bersama pihak pengelolah KKN Unpatti dan pengelolah PPL FKIP kurang lebih sepuluh orang. 

Nanti orientasi KKN selama sebulan menyebar dihampir sebagian wilayah SBT.

Kegiatan ini diprakarsai berkat kerjasama FKIP Unpatti Ambon dan Pemkab SBT tentu hal ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan setempat yakni melalui Kadisnya sebagai penggerak utama.

Kepala dinas pendidikan kabupaten SBT, Sidik Rumalowak, S.Pd, M.Pd mengaku, pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan tersebut.

“Diharapkan kegiatan seperti ini kedepan terus dilakukan agar kualitas  pendidikan di SBT terus ditingkatkan baik melalui para guru dan siswa, ” Ujar Rumalowak. (L05)