AMBON, LaskarMaluku.com – Sebanyak 25.383 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Ambon menerima bantuan pangan beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Total bantuan yang disalurkan Perum Bulog mencapai 761.490 kilogram atau 761,49 ton.

Penyaluran bantuan pangan tersebut diluncurkan Perum Bulog Maluku bersama Pemerintah Kota Ambon di Desa Halong, dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemimpin Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Rudy Senawi Tahir, mengatakan setiap KPM memperoleh 10 kilogram beras setiap bulan selama tiga bulan. Dengan demikian, masing-masing penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.

“Untuk wilayah Kota Ambon, alokasi bantuan pangan periode Juli, Agustus, dan September 2026 diberikan kepada sebanyak 25.383 keluarga penerima manfaat,” kata Rudy.

Rudy menjelaskan, penyaluran kali ini berbeda dengan periode sebelumnya yang turut memberikan minyak goreng. Untuk alokasi Juli–September 2026, bantuan diberikan dalam bentuk beras sebanyak 30 kilogram per KPM.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Ambon dan jajaran Pemerintah Kota Ambon, dinas terkait, Kapolres, Dandim, Forkopimda, serta seluruh mitra Bulog yang mendukung proses distribusi dan transportasi bantuan, termasuk PT JPL.

Menurut Rudy, distribusi bantuan pangan membutuhkan sinergi kuat karena jumlah personel Bulog yang bertugas di wilayah Maluku dan Maluku Utara hanya sekitar 70 orang.

“Dengan jumlah tersebut, kami harus melaksanakan tugas dan tanggung jawab untuk mengawal ketahanan pangan di dua provinsi,” ujarnya.

Selain penyaluran bantuan pangan, Rudy mengungkapkan capaian pengadaan gabah dan beras Bulog di Maluku dan Maluku Utara sepanjang 2026 mengalami peningkatan signifikan.

Hingga Juli 2026, pengadaan gabah dan beras telah meningkat lebih dari 10 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Rudy menyebut pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, jajaran pertanian, TNI, Polri, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan Babinsa.

Bulog bahkan menargetkan pengadaan gabah dan beras hingga Desember 2026 dapat mencapai 20 kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

“Ini merupakan hasil kerja bersama antara Bulog, pemerintah daerah, jajaran pertanian, TNI, Polri, PPL, dan Babinsa,” katanya.

Rudy berharap sinergi tersebut terus dipertahankan untuk memperkuat ketersediaan dan ketahanan pangan di Maluku dan Maluku Utara.

Ia juga memastikan beras bantuan yang disalurkan telah melalui pemeriksaan kualitas, berat, dan kondisi beras bersama pihak terkait.

“Kami memastikan bahwa beras yang disalurkan kepada masyarakat memiliki kualitas dan berat yang sesuai dengan ketentuan,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengatakan bantuan pangan pemerintah tidak boleh dimaknai hanya sebagai kegiatan membagikan beras.

Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara untuk memastikan masyarakat mampu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga daya beli.

“Apa yang dilakukan hari ini merupakan wujud dan bentuk perhatian pemerintah, dalam hal ini negara, serta upaya nyata pemerintah untuk memastikan seluruh masyarakat dapat memenuhi paling tidak kebutuhan dasar mereka dengan baik,” ujar Bodewin.

Ia menegaskan pangan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Karena itu, pemerintah harus memastikan ketersediaan pangan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Bodewin juga mengapresiasi kerja sama Perum Bulog, Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait dalam penyaluran bantuan tersebut.

“Melalui bantuan pangan pemerintah, khususnya bantuan pangan beras ini, negara hadir dan pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan baik,” katanya.

Bodewin mengungkapkan Pemkot Ambon terus melakukan koordinasi terkait kondisi pangan dan ekonomi masyarakat.

Setiap Senin, pemerintah melakukan rapat bersama berbagai pihak, termasuk Badan Pangan Nasional, untuk memastikan ketersediaan pangan, menjaga inflasi tetap terkendali, dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia meminta pemerintah desa, negeri, dan kelurahan ikut mengawal penyaluran bantuan agar berjalan dengan baik.

Menurut Bodewin, pemenuhan kebutuhan pangan juga berkaitan langsung dengan stabilitas sosial masyarakat.

“Kalau masyarakat perutnya kenyang, tentu mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik. Tetapi kalau masyarakat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, tentu akan menimbulkan berbagai persoalan sosial,” ujarnya.

Bodewin: Kualitas Bagus Saja Tak Cukup, Jumlah Harus Memadai

Bodewin menekankan penyaluran bantuan pangan harus memperhatikan kualitas sekaligus kuantitas.

“Kita tidak hanya berbicara mengenai kualitas, tetapi juga kuantitas. Kualitas berarti memastikan mutu bantuan yang diberikan tetap baik, sementara kuantitas berarti memastikan jumlahnya mencukupi,” tegasnya.

Menurut dia, beras yang bermutu baik tetapi jumlahnya tidak mencukupi tetap tidak menyelesaikan persoalan masyarakat.

Karena itu, ia meminta penerima manfaat segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Ambon apabila menemukan kekurangan atau persoalan dalam proses penyaluran.

Wali Kota Ingatkan Bantuan untuk Kebutuhan Keluarga

Bodewin meminta para penerima manfaat memanfaatkan bantuan beras tersebut untuk kebutuhan pangan keluarga.

Ia berharap masyarakat menerima bantuan dengan tenang dan penuh rasa syukur serta langsung memanfaatkannya untuk kebutuhan keluarga di rumah.

“Manfaatkan bantuan ini untuk kepentingan keluarga, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga di rumah,” pesannya.

Bodewin menjelaskan, penerima bantuan sosial ditetapkan berdasarkan data masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 sampai dengan desil 4.

Pemerintah juga terus memperbaiki dan melakukan digitalisasi data bantuan sosial agar penyaluran semakin tepat sasaran.

Ia meminta seluruh pihak mendukung proses pemutakhiran data agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak terlewat dari program bantuan.

“Jangan sampai mereka yang secara ekonomi sudah mampu justru mendapatkan bantuan pangan atau bantuan sosial, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak mendapatkannya,” katanya.

Bodewin menegaskan peluncuran bantuan pangan bukan sekadar kegiatan seremonial.

Tujuan utama program tersebut adalah memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat, terutama jajaran Perum Bulog sebagai penyalur, menjalankan tugas secara maksimal agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan pangan secara simbolis kepada 10 orang penerima manfaat.(L06)