AMBON, LaskarMaluku.com — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon Frits R.M. Tatipikalawan menyebut sedikitnya lima kejadian bencana terjadi di Kota Ambon akibat hujan deras yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Lima kejadian itu terdiri dari tiga titik longsor, satu pohon tumbang, dan satu talut penahan tanah yang patah.
“Total ada lima kejadian. Tiga longsor, satu pohon tumbang, dan satu talut patah,” ujar Tatipikalawan kepada wartawan usai peninjauan di Lateri, Kota Ambon, Rabu (29/4).
Adapun titik longsor masing-masing berada di kawasan Parinusa, Kelurahan Amantelu, belakang SMA Kalam Kudus, kawasan Karpan, serta Lateri, Kompleks BTN Lateri II.
Sementara kejadian pohon tumbang dilaporkan terjadi di kawasan Tantui Bawah. Sedangkan kerusakan talut penahan tanah berada di area Mesjid Muhajirin, Desa Batu Merah, RT 002/RW 004.
Menurut dia, BPBD bersama Pemerintah Kota Ambon langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat sejak malam hari dengan menyalurkan bantuan peralatan dan logistik bagi warga terdampak.
“Sudah ada penanganan sejak tadi malam. Hari ini kami kembali menyalurkan karung, sekop, gerobak, dan untuk lokasi penahan tanah dibantu terpal,” katanya.
Tatipikalawan menjelaskan, sebelum bencana terjadi pihaknya telah turun melakukan sosialisasi dan pemantauan di sejumlah wilayah rawan longsor. Hasilnya, kawasan yang sebelumnya sudah diedukasi justru tidak mengalami dampak serius saat hujan deras mengguyur.
“Lokasi-lokasi yang sebelumnya kami datangi tidak terjadi bencana. Itu berarti masyarakat sudah memahami langkah antisipasi sebelum kejadian,” jelasnya.
Sebaliknya, lokasi baru yang terdampak dinilai masih kurang memperhatikan kondisi lingkungan sehingga warga belum siap ketika bencana terjadi.
Ia juga menyoroti kerusakan talut di Batu Merah yang diduga disebabkan konstruksi tanpa saluran pembuangan air.
“Talut itu tidak memiliki lubang pembuangan air. Saat air tertampung dan sedimentasi menekan, akhirnya talut patah,” tegasnya.
Untuk korban pohon tumbang, tercatat tiga orang terdampak. Satu korban telah dipulangkan ke rumah, sementara dua lainnya masih menjalani perawatan di RSUP Dr. J. Leimena.
Terkait bantuan stimulan bagi korban longsor, BPBD masih melakukan pendataan dan pengukuran lokasi rawan sebelum dibahas lebih lanjut bersama Pemerintah Kota Ambon.
“Untuk sementara fokus kami adalah tanggap darurat dan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak,” tandasnya.(L06)
