AMBON, LaskarMaluku.com – Suasana khidmat menyelimuti Gereja St. Joseph Poka-Rumah Tiga, Selasa (9/6/2026) saat ratusan umat Katolik berkumpul untuk menyaksikan upacara Tahbisan 14 Diakon di lingkup Keuskupan Amboina.
Dalam perayaan Ekaristi yang penuh syukur tersebut, 14 Frater Seminari Tinggi Santo Fransiskus Xaverius Keuskupan Amboina resmi menerima Tahbisan Suci dari Yang Mulia Uskup Diosis Amboina Mgr. Seno Ngutra.
Dalam pesan penggembalaannya, Uskup Seno Ngutra, menegaskan bahwa hakikat panggilan seorang Diakon adalah melayani umat dengan ketulusan dan kerendahan hati, bukan mencari penghormatan ataupun pelayanan dari orang lain.
Uskup Seno juga menekankan bahwa tahbisan Diakon merupakan anugerah Allah bagi Gereja melalui pemilihan orang-orang yang dipanggil secara khusus untuk mengabdikan diri dalam pelayanan umat. Karena itu, setiap Diakon dituntut menunjukkan komitmen pelayanan yang nyata sebagai wujud kesetiaan terhadap panggilannya.
“Karena tugas utama Diakon adalah melayani. Ketika spirit pelayanan itu tidak ditunjukkan, maka jabatan itu sesungguhnya tidak memiliki arti. Jadilah seperti Kristus yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,” tegasnya di hadapan para imam, keluarga diakon, dan umat yang memenuhi gereja.
Sebanyak 14 Frater menerima tahbisan Diakon dalam perayaan yang berlangsung khidmat. Jumlah tersebut menjadi salah satu tahbisan Diakon terbesar yang pernah dilaksanakan di lingkungan Keuskupan Amboina, sekaligus menandai keberlanjutan regenerasi pelayan Gereja Katolik di wilayah Maluku.
Uskup Seno mengingatkan bahwa masa Diakonat bukan sekadar jenjang dalam struktur hierarki Gereja, melainkan periode pembinaan dan pembuktian diri sebelum menerima tahbisan imam.
Dalam kurun waktu satu tahun ke depan, para Diakon akan menjalani proses penilaian yang mencakup kesetiaan terhadap panggilan, kedewasaan pribadi, integritas hidup, serta kualitas pelayanan kepada umat.
“Kalian akan membuktikan diri di hadapan uskup, para imam, dan umat. Karena itu jalankan tugas pelayanan dengan penuh tanggung jawab dan kerendahan hati,” ujarnya.
Selain berpesan kepada para Diakon, Uskup Seno juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang telah mendukung serta mempersembahkan anak-anak mereka untuk menempuh jalan panggilan sebagai calon imam.
Menurutnya, dukungan keluarga dan kekuatan doa orang tua memiliki peran penting dalam menjaga kesetiaan para calon imam hingga mencapai tahbisan imamat.
“Doa orang tua akan menjadi kekuatan tersendiri agar anak-anak tetap teguh dalam panggilannya hingga kelak ditahbiskan menjadi imam,” katanya.
Sementara itu, sambutan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, yang dibacakan Penjabat Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, menegaskan bahwa tahbisan 14 Diakon tidak hanya menjadi sukacita bagi Gereja Katolik, tetapi juga memiliki makna sosial bagi masyarakat Maluku secara luas.
Pemerintah Kota Ambon berharap para Diakon baru mampu menjalankan peran sebagai agen perdamaian, pembawa pesan kasih, serta teladan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.
Menurut pemerintah, keberadaan para pelayan Gereja sangat dibutuhkan untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan, keadilan sosial, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Maluku.

“Di tengah berbagai tantangan sosial saat ini, kehadiran pelayan Tuhan yang membawa pesan kasih dan persaudaraan sangat dibutuhkan. Para diakon diharapkan menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarumat beragama,” ujar Sapulette.
Perayaan tahbisan tersebut turut dihadiri unsur DPRD Provinsi Maluku, para pastor paroki se-Kota Ambon, imam diosesan dan religius, pimpinan Seminari Tinggi Santo Fransiskus Xaverius, pimpinan Bimas Katolik, komunitas religius, keluarga para Diakon, serta ratusan umat Katolik.
Tahbisan 14 diakon ini menjadi momentum penting bagi Keuskupan Amboina dalam mempersiapkan generasi pelayan Gereja yang tidak hanya menjalankan tugas liturgis, tetapi juga berperan aktif membangun kehidupan sosial yang damai, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan di tengah keberagaman masyarakat Maluku. (*/L05)
Berikut nama-nama Diakon yang tahbiskan
- Fr. Bryan Isidorus Resubun, Paroki St. Petrus & Paulus Namar
- Fr. Damianus Batlayeri, Kuasi Paroki St. Joseph Lorwembun
- Fr. Eferestus Leftungun, Kuasi Paroki St. Paulus Wain
- Fr. Yoseph Mario Rumsory, Paroki St. Petrus & Paulus Lorulun
- Fr. Pius Didimus Huklubuk, Paroki St. Perawan Maria Hati Tak Bernoda Langgur
- Fr. Romario P. Rumlus, Kuasi Paroki St. Agnes Letvuan
- Fr. Yohanes Devri Maturbongs, Paroki St. Perawan Maria Hati Tak Bernoda Langgur
- Fr. Januarius Heatubun, Paroki Hati Kudus Yesus Waur
- Fr. Marselinus Mbabho Ora Wara, Paroki St. Andreas Kao-Malifut
- Fr. Gabriel Junior Ell, Proki St. Joseph Ohoijang
- Fr. Natalio Kawarnidi, Paroki St. Pius X Larat
- Fr. Stanislaus Laritmas, Paroki St. Joseph Passo
- Fr. Blasius Helyanan, Paroki Hati Kudus Yesus Waur
- Fr. Tobias Sarbunan, Kuasi Paroki St. Maria Imakulata Wowonda

