MEDAN,LaskarMaluku.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan capaian nilai 3,6 dalam Evaluasi Implementasi Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2025 menjadi bukti bahwa transformasi digital yang dijalankan Pemerintah Kota Ambon terus menunjukkan hasil positif.

Menurutnya, keberhasilan Ambon masuk dalam daftar 10 ibu kota provinsi yang dievaluasi secara nasional menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi.

“Puji Tuhan, hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa upaya yang selama ini dilakukan Pemerintah Kota Ambon dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis digital mulai membuahkan hasil. Ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan bahwa arah pembangunan kota yang kita jalankan sudah berada di jalur yang benar,” ujar Wattimena di sela pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Hotel Grand City Hall, Medan, Sumatera Utara, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, hasil evaluasi yang diterbitkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital menempatkan Kota Ambon meraih nilai akhir 3,6 berdasarkan penilaian terhadap berbagai indikator pembangunan kota cerdas.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan dukungan masyarakat. Karena itu, saya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi membangun Ambon menjadi kota yang semakin modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” katanya.

Evaluasi nasional tersebut menilai penerapan konsep kota cerdas melalui enam dimensi utama, yakni Smart Governance, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, Smart Environment, dan Smart Branding.

Dari hasil penilaian, Ambon memperoleh nilai Baseline 3,8, Output 3,18, Outcome 3,33, Impact 3,94, Quick Wins 4, dan Emerging Technology 4, sehingga menghasilkan nilai akhir sebesar 3,6.

Menurut Wattimena, capaian tersebut menunjukkan berbagai inovasi yang dikembangkan pemerintah daerah mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, transparan, dan dapat diakses oleh masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi,” ujarnya.

Berbagai inovasi yang menjadi perhatian dalam penilaian antara lain Pusat Kendali Kota berbasis kecerdasan buatan (AI), layanan Call Center 112, serta program WAJAR (Wali Kota Jumpa Rakyat) yang dinilai mampu memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain itu, identitas Ambon sebagai Kota Musik Dunia versi UNESCO turut menjadi kekuatan dalam pengembangan konsep Smart City yang terintegrasi dengan Rencana Induk Kota Cerdas periode 2025–2029.

Wattimena juga mengungkapkan sejumlah indikator pembangunan daerah menunjukkan tren positif. Tingkat kemiskinan tercatat turun menjadi 4,3 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 82,84 atau berada pada kategori sangat tinggi, sementara prevalensi stunting berada pada angka 1,6 persen.

Di sektor kesehatan, layanan e-Puskesmas telah terintegrasi dengan platform SATUSEHAT. Sementara itu, pengelolaan sampah mulai diarahkan menuju sistem Refuse Derived Fuel (RDF) dan Material Recovery Facility (MRF) yang lebih berkelanjutan.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan. Berbagai catatan dari tim asesor akan menjadi bahan evaluasi penting untuk mempercepat peningkatan kualitas penerapan konsep kota cerdas di Ambon.

“Kami menerima seluruh masukan tersebut sebagai bahan perbaikan. Tantangan seperti pengelolaan sampah, penguatan tata kelola keuangan daerah, peningkatan integrasi sistem digital, hingga pengembangan sumber daya manusia akan menjadi prioritas utama untuk terus dibenahi,” tegasnya.

Ke depan, Pemkot Ambon akan mempercepat pembangunan sistem Satu Data Ambon agar seluruh layanan pemerintahan dapat terintegrasi dan mendukung pengambilan kebijakan berbasis data yang lebih akurat.

Selain itu, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk sektor pelayanan publik, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga mitigasi bencana akan terus diperluas. Pemerintah juga akan memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui kerja sama dengan Universitas Pattimura guna mencetak tenaga ahli di bidang teknologi informasi.

“Kami optimistis, dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Ambon akan semakin maju menjadi kota yang cerdas, kreatif, inklusif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya.

Sebagai informasi, hasil evaluasi Smart City 2025 tertuang dalam Surat Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kemkomdigi Nomor B-121/DJTPD/AI.01.02/05/2026 tertanggal 12 Mei 2026 yang ditujukan kepada Wali Kota Ambon.

Evaluasi dilakukan terhadap 10 ibu kota provinsi, yakni Ambon, Bandung, Batam, Jambi, Surabaya, Makassar, Banjarmasin, Balikpapan, Denpasar, dan Mataram. Penilaian mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Perkotaan dengan Pendekatan Kota Cerdas.

Tim asesor menyimpulkan Ambon telah memiliki fondasi Smart City yang kuat dengan dukungan identitas sebagai Kota Musik Dunia, penguatan tata kelola digital, serta peningkatan indikator sosial ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.(L06)