AMBON LaskarMaluku.com – Setelah sukses melaksanakan Konferda dan konferensi cabang di sebelas kota pada Medio November dan Desember 2025 lalu, Dewan Pimpinan Daerah DPD PDI Perjuangan provinsi Maluku kembali mengagendakan seleksi calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) yaitu pada tahapan fit and proper test bagi para bakal calon pemimpin di tingkat kecamatan.
Sebanyak delapan PAC dari Kota Ambon dan Maluku Tengah menjadi gelombang pertama yang mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan.
Proses penilaian komprehensif itu dilaksanakan untuk menguji integritas, kapabilitas, dan kualifikasi seseorang sebelum menduduki posisi strategis. Uji ini memastikan agar setiap calon memiliki kemampuan teknis dan karakter yang sesuai.
Meski begitu, Konsolidasi difokuskan pada penguatan mesin partai, revitalisasi struktur hingga akar rumput (desa/ranting), dan penyiapan kader untuk agenda politik strategis ke depan, serta penguatan jejaring sekaligus memanaskan mesin partai.
Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDI Perjuangan Maluku, Ningsih Batjo, menegaskan merujuk pada Peraturan Partai Nomor 01 Tahun 2025 tentang pelaksanaan konsolidasi partai melalui Konferensi Daerah (Konferda), Konferensi Cabang (Konfercab), Musyawarah Anak Cabang (Musancab), serta musyawarah Ranting dan Anak Ranting.
“Nah, dalam peraturan ini pasal 82 ayat 1, 2, dan 3 itu mengatur tentang penjaringan bakal calon sampai dengan penyaringan di tingkat PAC sampai ke DPD,” ucapnya.
Menurutnya, langkah konsolidasi ini bukan sekadar rutinitas organisasi melainkan bagian dari konsolidasi partai dalam menyongsong agenda internal yang lebih luas.
“Sekarang kita sudah masuk pada tahapan Musyawarah Anak Cabang (Musancab). Ini proses penting untuk memastikan kader-kader terbaik yang akan memimpin di tingkat kecamatan,” ujarnya.
Dari total 119 PAC di seluruh Maluku, lanjut Ningsih, tahap awal ini menyasar delapan wilayah. Lima di antaranya berada di Kota Ambon antara lain: Sirimau, Leitimur Selatan, Nusaniwe, Baguala, dan Teluk Ambon. Sementara tiga lainnya berasal dari Maluku Tengah, yakni Salahutu, Leihitu, dan Leihitu Barat.
Masing-masing PAC mengirimkan lima nama calon. Namun, untuk melangkah lebih jauh, mereka harus melewati “ruang uji” yang tidak sederhana.
“Fit and proper test yang digelar bukan hanya mengukur kemampuan teknis berorganisasi. Lebih dari itu, para kandidat diuji kedalaman ideologi, militansi, hingga semangat gotong royong. Nilai yang menjadi napas utama partai,” paparnya.
Ketua DPC PDI-P Maluku Tengah, Zeth Laturkalutu menekankan bahwa proses ini sepenuhnya berada di tangan DPD. Struktur di bawah hanya mengusulkan nama, sementara keputusan akhir ditentukan melalui penyaringan ketat di tingkat provinsi.
“Yang diuji pertama adalah ideologi Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Itu harga mati. Kedua militansi, dan ketiga semangat gotong royong. Tanpa itu, sulit bicara kepemimpinan di PDI Perjuangan,” tegasnya.
Menurut Zeth yang juga Wakil Ketua DPRD Malteng, gotong royong bukan sekadar jargon, melainkan fondasi utama yang harus hidup dalam diri setiap kader yang ingin memimpin.
Pelaksanaan hari itu juga mempertemukan kader dari Pulau Ambon, baik dari wilayah kota maupun Maluku Tengah. Interaksi ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan jaringan antar-kader di akar rumput.
Namun, proses belum selesai. Masih ada 16 kecamatan di Maluku Tengah yang akan menjalani tahapan serupa.
“Rencananya, tim dari DPD PDI-P Maluku akan turun langsung ke Masohi pada 16 April untuk melanjutkan fit and proper test tahap berikutnya,” ucap Zeth.
Dengan ritme yang semakin cepat, PDI-P Maluku menunjukkan keseriusannya menata kekuatan dari bawah. Di balik setiap nama yang diuji, ada harapan membangun struktur partai yang lebih solid—dimulai dari kecamatan, hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
Dalam sebuah wawancara khusus dengan ketua DPD PDI Perjuangan provinsi Maluku, Benhur George Watubun mengungkapkan pelaksanaan Konfercab telah selesai dilaksanakan maka agenda berikutnya adalah konsolidasi partai di 119 kecamatan, 1.177 desa dan 300 anak ranting.
“Agenda kami sangat jelas dan terstruktur, kita keroyok sampai ke kecamatan menyelesaikan 119 Kecamatan dulu baru kami ke 1.177 Desa dan 300 anak ranting atau dusun supaya terbentuk kepengurusan disana,”ungkap Benhur George Watubun melalui sambungan telepon Senin malam (13/04)
Konsolidasi ini bertujuan untuk memaksimalkan peran partai sebagai instrumen kesejahteraan rakyat dan menyatukan kekuatan partai untuk menang dalam pilkada.
Selain itu, Konsolidasi ini menjadi langkah strategis DPD PDIP Maluku untuk memastikan soliditas kader di tingkat Musyawarah Anak Cabang (Musancab), serta musyawarah Ranting dan Anak Ranting dengan melahirkan kader yang memiliki daya juang yang solid terhadap partai berlambang banteng kekar.(L05)




