AMBON, LaskarMaluku.com – Semangat menyambut kegiatan Launching menjadi pusat koordinasi panitia.
Proses pematangan rapat persiapan yang digelar Panitia Yubileum 100 Tahun Hut Tarekat Maria Mediatrix yang jatuh pada 1 Mei 2027 tahun depan nanti.
Meski demikian panitia Yubileum fakus pada acara launching 99 tahun yang akan dilaksanakan di gedung Katolik Center Yohanes Paulus II pada Jumat 1 Mei 2026.
Sebelum dilaksanakannya acara launching, beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan sebelumnya yakni ret-ret diantara para suster serta acara pengucapan kaul dari delapan Suster yubelaris.
Suasana hangat namun sarat diskusi serius mewarnai pertemuan, dengan semua pihak memberikan masukan demi kesuksesan acara launching nanti menjadi momen penting bagi Tarekat Maria Mediatrix TMM Ambon.
Seksi acara memaparkan rangkaian kegiatan yang akan digelar, meliputi persiapan dan perencanaan para tamu dan undangan, hingga pada tarian penyambutan kepada gubernur Maluku dan Walikota Ambon hingga persiapan misa Kudus.
Ini terkait seksi acara, sedangkan seksi perlengkapan diminta untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan panggung, lampu panggung sound system, mic dan mekanisme acara peluncuran logo 100 tahun atau Yubileum Taraket Maria Mediatrix.
Setiap agenda dibahas secara detail, mulai dari pembagian tugas, jadwal pelaksanaan, hingga dukungan logistik.
Wakil ketua Panitia, Edy Tasso menegaskan pentingnya saling koordinasi diantara semua pihak agar acara launching nanti, berjalan dengan sukses.
“Intinya pertemuan hari ini kita persiapan kematangan launching Jumat (1/5/2026) nanti, jadi semua seksi sudah harus siap dengan rancangannya termasuk rencana tatap muka panitia inti dengan gubernur dan Walikota Ambon,” ujar Tasso disela-sela dirinya memimpin rapat yang dilangsungkan di ruang makan Tarekat Maria Mediatrix TMM Kamis malam (23/4/2026).
Dirinya berharap dengan kolaborasi ini, semua agenda akan berjalan lancar dan khidmat.
Sementara itu pimpinan umum General TMM Ambon, Suster Epifany Ongirwalu mengkapkan, Tema umum 99 tahun Tarekat Maria Mediatrix TMM adalah *” Aku ini Hamba Tuhan, dalam Syukur kami Menyerahkan diri, dalam hati Kami Diperbaharui Menuju Seratus tahun (Lukas 1;13),”* ungkap Suster Epifany.
Hadir dalam pertemuan itu, ketua seksi acara RD Eman Do, RD Ancis selaku ketua panitia Humas dan publikasi, Ketua Panitia, Titus Renwarin dan beberapa ketua seksi.
Tarekat Maria Mediatrix (TMM) lahir pada 1 Mei 1927 di Langgur, Kepulauan Kei, Maluku, Indonesia Timur. Tarekat ini didirikan oleh Mgr. Yohanes Aerts, MSC, yang saat itu menjabat sebagai Vikaris Apostolik Nieuw Guinea, dengan fokus pelayanan awal bagi rakyat kecil dan miskin.
Berikut adalah poin-poin penting kelahiran TMM:
Pendiri: Mgr. Yohanes Aerts, MSC (Vikaris Apostolik Nieuw Guinea).
Waktu & Tempat: 1 Mei 1927 di Langgur, Kei-Maluku.
Perkembangan: Biara-biara TMM kini tersebar di beberapa keuskupan, termasuk Agats, Amboina, dan Atambua hingga Timor Leste.
Tarekat ini berkomitmen pada karya pastoral dan pendidikan, khususnya melayani di wilayah-wilayah yang membutuhkan pelayanan misioner, sesuai dengan semangat awal pendiriannya. (L05)
