Share
Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon, SH,MH dalam dialog bersama Kakanwil Agama Provinsi Maluku Jamaludin Bugis dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku Drs Abdullah Latuapo, dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan MTQ ke-29 di Saumlaki tahuun 2021, Selasa (03/11/2020)  

LASKAR – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar bersama seluruh masyarakat memberikan dukungan penuh demi mensukseskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Maluku yang ke-29 yang akan berlangsung di Kota Saumlaki tahun 2021 mendatang.

Hal ini disampaikan Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon, SH,MH dalam dialog bersama Kakanwil Agama Provinsi Maluku Jamaludin Bugis dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku Drs Abdullah Latuapo yang disiarkan langsung TVRI Stasiun Maluku dan Maluku Utara, Selasa (03/11/2020) sore. 

Dukungan penuh umat kristiani di Kepulauan Tanimbar ini dibuktikan dengan kepanitiaan yang diketuai oleh Ketua Klasis Gereja Protestan Maluku, Ibu Pendeta Lenny Rangkoratat/Bakarbessy dan Ketua Harian dijabat oleh Wakil Uskup Pastor Simon Matruty sementara Ketua MUI Kepulauan Tanimbar Hj.Tamsil di Masjid Baiturrahman menjabat sebagai Wakil Ketua di dalam susunan kepanitiaan dengan keanggotaan sebanyak 500 orang. 

“Ini bukti bahwa umat Kristen di Kepulauan Tanimbar memberikan dukungan penuh terhadap suksesnya MTQ tingkat provinsi ke-29 tahun 2021 di Kota Saumlaki. Dan jumlah panitia sebanyak 500 orang dan itu standart demi memberikan pelayanan yang terbaik bagi kontingen dari kabupaten/kota yang datang demi suksesnya pelaksanaan MTQ ke-29,”ungkap Bupati.

Kendati umat Muslim di Kepulauan Tanimbar hanya berada pada 3 desa dan 1 dusun, tetapi masyarakat Tanimbar memberian dukungan penuh untuk mensukseskan event MTQ ke-29 tahun depan.

Bupati Fatlolon menyadari bahwa MTQ adalah merupakan event umat Muslim dan ini event besar tingkat provinsi.  “Meskipun Kepulauan Tanimbar, dari 80 desa 6 dusun dan 2 keluarahan, hanya ada 3 desa dan 1 dusun umat Islam. Tetapi bagi saya 3 desa 1 dusun di Tanimbar yang beragama Islam adalah warga negara Indonesia yang mempunyai hak untuk melaksanakan segala agenda peribadatan umat Islam,”ungkapnya.

BACA JUGA:  Muscab, Bagian dari Proses Pembinaan Gerakan Pramuka

Oleh karena itu, Bupati Petrus Fatlolon optimis Tanimbar layak menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ ke-29. Pemerintah Daerah bersama seluruh masyarakat di Kepulauan Tanimbar menyambut baik dan siap untuk mensukseskan pelaksanaan MTQ ke-29 di Kota Saumlaki.

“Seluruh masyarakat Tanimbar menyambut dan memberikan apresiasi positif kepada Bapak Ketua MUI Maluku, Bapak Kakanwil Agama serta Pemerintah Provinsi yang telah memberikan perhatian bagi umat Islam di Tanimbar, sehingga pelaksanaan MTQ ke-29 ditetapkan di Kota Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar,”ujar Fatlolon seraya menambahkan, saat ini Pemda sementara melakukan persiapan dan antusias dari masyarakat Tanimbar sungguh luar biasa. Saya optimis MTQ ke-29 tahun depan akan berjalan sukses.

Ketika ditanya soal persiapan dari segi infrastruktur, Bupati menjelaskan, untuk arena pembukaan akan pusatkan di Lapangan Madriat. 

“Saat ini tengah dibenahi, membangun panggung, podium yang mana sumber anggarannya dari APBN dan APBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan sementara dibangun. Terkait dengan akomodasi, kita punya 5 hotel, kapasitas kamar berkisar 600-an kamar juga mess pendeta di klasis Tanimbar Selatan, mess pastor yang siap untuk dipergunakan.”kata Bupati merincikan.

Skenario acara pembukaan yang difokuskan di lapangaan Madriat dengan berkapasitas sekitar 2000 orang, akan diatur tempat duduknya supaya tetap memperhatikan jarak, dan tentunya seluruh fasilitas tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Saya pastikan protokol kesehatan tetap kita perhatikan karena ini merupakan syarat mutlak agar kita melaksanakan kegiatan dengan baik. Para kafilah yang datang dari kabupaten/kota kita siapkan transportasi untuk penjemputan,”jelasnya.

BACA JUGA:  Ruben Moriolkossu : Carateker Bupati Kewenangan Gubernur Maluku

Bupati menambahkan, satu kontingen dengan transportasinya tersendiri tidak dicampur dengan daerah lain. Masing-masing kontingen dengan alat angkut transportasi. Ini dimaksudkan agar tidak menumpuk di suatu tempat. Juga untuk akomodasi hotel dipisahkan dari satu kabupaten akan menempati hotel tersendri, demikian juga tuan rumah akomodaasinya akan disiapkan sendiri sehingga tidak menumpuk. 

7 Cabang Lomba

Sementara untuk mata lomba, orang nomor satu di Bumi Duan Lolat ini merincikan, ada 7 cabang lomba dan sekitar 23 mata lomba. Setiap kontingen dari kabupaten/kota akan menghadirkan sekitar 65 orang. 

“Jadi 65 orang per kabupaten/kota sebagai peserta. Kami mempersiapkan masing-masing kabupaten/kota 65-100 orang dalam hal akomodasi, makan minum , transportasi selama MTQ berlangsung dengan total peserta yang kita persiapkan sekitar 1.500 termasuk dewan hakim sekitar 60an orang yang akan datang ke Saumlaki,”jelas Bupati.

Sedangkan mengenai pengisi acara saat pembukaan MTQ, Bupati mengatakan, sebanyak 500 pengisi acara sudah disiapkan, terdiri dari anak-anak siswa SMP, SMA maupun mahasiswa baik dari AMGP, Pemuda Katolik maupun Remaja Masjid

“Tiga komponen pemuda dari tiga agama ini akan berkolaborasi menjadi tim pendukung, siswa, remaja dan pemuda akan berkolaborasi dan akan didukung juga oleh pengisi acara 5-6 orang dari Kota Ambon dan 1-2 orang yang akan didatangkan dari Jakarta,”jelasnya.

Tetap Mengikuti Protokol Kesehatan

Bupati menambahkan, panitia tetap mematuhi protokol kesehatan karena terjadi pengumpulan masa yang cukup banyak

“Itu sudah kita pikirkan dan tim medis terutama para dokter sudah memersiapkan skenario bila sampai tahun depan ternyata pandemi Covid-19 belum selesai, maka kita akan tetap melaksanakan MTQ tetap dengan berkomitmen melaksanakan protokol kesehatan dalam berbagai kegiatan,”jelasnya.

BACA JUGA:  Tiga Warga Silale Akhirnya Kesadaran Sendiri Ikut Rapid tes

Ditambahkan, dalam rangka menerapkan protokol kesehatan, tempat lomba juga diatur dan tidak terpusat pada suatu tempat tetapi akan dibagi pada delapan lokasi sehingga peserta MTQ tidak terfokus dan menumpuk pada satu lokasi. 

Laboratorium Kerukunan Umat Beragama

Sementara pada kesempatan yang sama, Kakanwil Agama Provinsi Maluku Jamaludin Bugis memberikan apresiasi dan respons positif kepada Bupati Kepulauan Tanimbar dan seluruh masyarakat yang telah siap sedia menjadi tuan rumah. 

“Saya harus memberikan jempol kepada Bapak Bupati dan masyarakat. Kami berharap pelaksanaan MTQ ke-29 tahun depan bisa sukses,”harapnya.

Bugis menambahkan, event ini merupakan sebuah indikator bahwa Maluku adalah laboratorium kerukunan umat beragama, karena berbagai event keagamaan tingkat nasional di Ambon banyak memberikan kontribusi bagi kerukunan umat beragama, seperti MTQ tingkat nasional di Maluku sukses, LASQI tingkat nasional di Kota Ambon juga berjalan sukses, Perparawi Tingkat Nasional di Maluku sukses, juga Pesparani tingkat Nasional di Maluku juga sukses, sukses ini bukan sukses internal tetapi semua elemen masyarakat Maluku yang ikut memberi dukungan.

“Oleh sebab itu, ini sebuah budaya yang harus kita lestarikan. Langkah strategis untuk kita buktikan bahwa Maluku adalah laboratorium kerukunan umat beragama,”ungkapnya seraya menambahkan, MTQ adalah tanggungjawab kolektif. Oleh karena itu seluruh elemen masyarakat tidak lihat suku agama dan ras. Kita bangun kebersamaan. Maluku yang religius yang penuh dengan persaudaraan, Maluku yang toleran Maluku yang damai. MTQ merupakan sebuah moment untuk membenahi kehidupan hidup beragama. (L03)