Share

AMBON, LaskarMaluku.com – Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat, Ikatan Alumni Universitas Pattimura (DPP IKAPATTI) Ambon, Dr Rusland Tawari akhirnya angkat bicara soal keresahan masyarakat berkaitan dengan iuran yang dipungut IKAPATTI kepada mahasiswa yang sudah berstatus alumni.

Kepada pers, Minggu (15/7/2023) sore, Tawari menjelaskan, biaya yang dikenakan untuk alumni Unpatti masih sangat kecil jika dibandingkan dengan alumni perguruan tinggi lainnya di Indonesia bahkan di Provinsi Maluku.

Iuran yang dikenakan bagi setiap mahasiswa setelah diwisudah jadi sarjana dan atau berhak menamatkan studinya di perguruan tinggi Unpatti, memberikan kontribusi hak dan kewajibannya, sebesar Rp 220.000.

“Perlu digaris bawahi yang IKAPATTI pungut itu adalah alumni, dan kami tidak pernah memungut dari mahasiswa. Seseorang dinyatakan sebagai mahasiswa itu sampai pada waktu dia dinyatakan menggunakan gelar sarjana, pada saat itu statusnya sebagai mahasiswa dan dia memasuki gerbang alumni,”jelasnya.

Menurutnya, wisuda itu gerbang deklarasi seseorang menyatakan dirinya sebagai alumni Universitas Pattimura. Oleh karena itu ketika dia menyatakan diri bergabung dengan alumni Unpatti maka dia dikenakan hak dan kewajibannya.

BACA JUGA:  Hari Ini Pengurus KONI Kota Ambon Dilantik

“Dan salah satu kewajiban dia itu adalah yang disebut dengan membayar uang pangkal dan uang iuran. Uang pangkal itu sekali seumur hidup dia bayar Rp. 100.000,. Uang iuran bayar seumur hidup dia dibayar 1 tahun saja.  Dihitung 1 bulan Rp. 10.000,. berarti 1 tahun Rp. 120.000 sehingga total yang di bayarkan adalah Rp. 220.000, sepanjang dia menyandang sebagai IKAPATTI, “rinci Tawari.

Dirinya menambahkan, manfaatnya sebagai alumni itu penting, pertama dari sisi akreditasi, baik akreditasi parodi maupun akreditasi universitas.

Menurutnya, dunia industri kerja sekarang ini menuntut seseorang yang menamatkan perguruan tinggi (alumni) atau suatu universitas harus memiliki akreditasi yang unggul atau yang kita kenal akreditasi A, atau B.

Akreditasi yang lebih baik kata Rusland Tawari, menentukan alumni dapat diterima sebagai pegawai atau karyawan pada dunia kerja.

BACA JUGA:  Memalukan, PLTD Poka dan DLH Maluku Bohongi Publik Manipulasi Hasil Laboratorium Penyebab Mangrove Kering

Oleh karena itu dalam akreditasi salah satu komponen yang paling penting yang kita kenal dengan pelacakan alumni.

“Jadi alumni sudah ada dimana, dia kerja dimana, atau dia belum kerja. Alumni yang belum kerja ini bagi kami, kita advokasi. Misalnya baru-baru ini kita ke Batam, kita bicara dengan beberapa industri, kendala kita adalah Bahasa,”ungkapnya.

Tawari mengatakan, alumni kita terkendala berbahasa asing jika masuk dunia industri. “Karena industri seperti perusahaan Jerman, Prancis, Arab Saudi, mempersyaratkan itu adalah bahasa Inggris dan rata rata alumni kita itu tidak memiliki kemampuan bahasa Inggris secara baik, khususnya dalam dunia kerja”. ungkap Ruslan Tawari, yang adalah ketua harian Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Universitas Pattimura.

“Ini yang harus menjadi perhatian IKAPATTI agar kedepan melakukan pelatihan atau kursus bahasa sebelum turun ke dunia kerja,”janjinya

Lantaran itu, dirinya kembali menegaskan jika iuran alumni itu selalu dimanfaatkan untuk kepentingan sosial kemanusian, berupa pelatihan persiapan untuk memasuki CPNS atau pelatihan sistem CAT, dan itu sudah dilakukan beberapa kali.

BACA JUGA:  Gugurkan Wenno di Burca Calon Rektor Unpatti Sama Dengan Perang Dengan Kementrian

“Kita juga membantu mahasiswa yang orang tuanya tidak mampu, kemudian bantuan sosial lainya seperti mahasiswa yang terkena dampak banjir, kebakaran, dan kegiatan sosial lainya,”jelasnya seraya menambahkan IKAPATTI sebelumnya kurang inovatif, namun dibawah kepemimpinan DR Muhammad Marasabessy mulai bangkit dan melakukan terobosan-terobosan, karena IKAPATTI merupakan organisasi alumni terbesar di Maluku.

“Kebangkitan IKAPATTI ini dimaknai sebagai kepedulian kita pada alumni. Kita tidak akan membiarkan alumni kita dia bergerak sendiri, kita harus payungi, kita harus punya opsi. Oleh karena itu harus berterima kasih kepada orang tua yang memahami tentang organisasi ini, karena organisasi ini merupakan gerakan bersama kita untuk bagaimana membuat anak anak kita ke depan bisa diterima di dunia kerja, bahkan kita juga sementara mempersiapkan beberapa orang untuk masuk dunia kerja,”ungkap Tawari.  (L05)