AMBON, LaskarMaluku.com — Pemerintah Kota Ambon bersama organisasi kepemudaan gereja dan berbagai pihak menggelar Adventure Race of Amboina “Soya for Ambon”, Jumat (4/9), di Jalan Pattimura, Ambon.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-91 Gereja Protestan Maluku (GPM), HUT ke-451 Kota Ambon, serta HUT ke-31 AMGP Daerah Pulau Ambon.
Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, mengatakan Adventure Race “Soya for Ambon” merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan gereja dan seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan Kota Ambon.
Menurutnya, berbagai momentum peringatan tersebut memiliki pesan yang sama, yakni pentingnya membangun kebersamaan, sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan Kota Ambon yang semakin baik.
“Memasuki usia ke-451 tahun, Pemerintah Kota Ambon mengangkat tema Ambon Bersih, Menuju Maluku Sehat Indonesia. Tema ini mengandung pesan penting agar seluruh masyarakat menyadari bahwa kita mempunyai tanggung jawab bersama untuk menjaga dan merawat alam serta lingkungan,” kata Walikota dalam sambutannya.
Ia menegaskan, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Lingkungan yang bersih, kata dia, akan memberikan kontribusi terhadap kesehatan masyarakat. Ambon yang sehat selanjutnya diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi terciptanya Maluku yang sehat dan Indonesia yang lebih baik.
Karena itu, Ia mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, menjaga alam serta membiasakan diri mengambil tindakan sederhana ketika menemukan sampah di lingkungan sekitar.
“Kalau kita melihat ada sampah, mari kita pungut dan buang pada tempatnya,” ujarnya.
Walikota berharap Adventure Race “Soya for Ambon” tidak hanya dipandang sebagai kegiatan olahraga atau perlombaan, tetapi menjadi sarana edukasi untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap alam dan lingkungan.
Peserta juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun kedisiplinan, kerja sama, kepedulian dan kepemimpinan.
“Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan kedisiplinan kepada para peserta. Disiplin dalam mengikuti aturan, disiplin waktu, disiplin dalam perjalanan, serta yang paling penting adalah menjaga keselamatan,” katanya.
Dirinya mengingatkan seluruh peserta agar tetap mengutamakan keselamatan selama mengikuti perlombaan.
Ia meminta peserta saling memperhatikan dan membantu apabila ada peserta lain yang membutuhkan pertolongan.
Menurutnya, pesan menjaga lingkungan juga dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana selama perjalanan, seperti memungut sampah dan menanam pohon apabila terdapat kesempatan.
“Hal-hal kecil seperti ini akan memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan kita,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Ambon, lanjut Bodewin, telah menetapkan Adventure Race of Amboina “Soya for Ambon” sebagai salah satu event unggulan Kota Ambon.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga menjadi agenda yang mampu menarik perhatian masyarakat luas maupun wisatawan untuk datang ke Ambon.
Pemkot juga berkomitmen memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan potensi melalui berbagai kegiatan positif.
“Kita ingin organisasi kepemudaan gereja menjadi ruang yang tepat bagi anak-anak muda untuk belajar, berkarya, berkreasi, serta terlibat secara aktif dalam berbagai kehidupan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Klasis Pulau Ambon, Pdt. W.A. Beresaby, dalam sambutannya mengatakan momentum perayaan HUT ke-451 Kota Ambon harus menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan kehidupan, pelayanan dan pembangunan kota.
Menurutnya, pertambahan usia kota bukan sekadar persoalan angka, tetapi harus dimaknai sebagai kesempatan untuk memperkuat kebersamaan dan menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.
Ia menilai Adventure Race “Soya for Ambon” juga menjadi ruang penting untuk mengingatkan masyarakat mengenai tanggung jawab bersama dalam menjaga alam.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga, memelihara dan merawat bumi sebagai rumah bersama,” katanya.
Beresaby mengajak masyarakat menjaga ketersediaan dan kualitas tanah, air serta udara di Kota Ambon. Sebab, lingkungan yang sehat akan melahirkan masyarakat yang sehat, kehidupan yang berkualitas dan pembangunan yang berkelanjutan.
Ia menegaskan kegiatan tersebut tidak boleh berhenti pada aspek olahraga semata, tetapi harus menjadi ruang membangun kebersamaan, mempererat persaudaraan serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Lebih jauh, Beresaby menyebut kepedulian terhadap lingkungan juga merupakan bagian dari refleksi iman.
“Iman tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga kehidupan dan ciptaan Tuhan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Beresaby menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Besar Angkatan Muda GPM bersama seluruh jajaran yang telah menggagas kegiatan tersebut.
Penghargaan juga diberikan kepada Wali Kota Ambon dan jajaran Pemkot Ambon, pimpinan OPD, Pemerintah Negeri Soya, para pihak yang memberikan dukungan dan donasi, serta seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta Adventure Race atas partisipasi dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan.
Beresaby berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, menjaga alam, membangun kehidupan yang sehat serta bersama-sama menghadirkan Kota Ambon yang semakin maju, nyaman dan berkualitas.
“Kiranya seluruh dukungan, kolaborasi, partisipasi dan kebersamaan kita pada hari ini senantiasa diberkati dan dipakai Tuhan untuk menghadirkan kebaikan bagi masyarakat dan Kota Ambon,” pungkasnya. (L06)




