AMBON, LaskarMaluku.com – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ambon Richard Luhukay menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan SPOTLIGHT 1.0 LIGHT UP Academy yang berlangsung di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, Sabtu (25/4).

Usai kegiatan pembukaan, Luhukay menjelaskan bahwa LIGHT UP Academy merupakan komunitas yang telah menjadi mitra Pemerintah Kota Ambon melalui kerja sama yang dibangun sejak tahun lalu.

LIGHT UP Academy ini adalah bentukan sebuah komunitas dan merupakan mitra kami. Tahun kemarin kami sudah melakukan MoU kerja sama,” ujarnya
.
Menurutnya, pemerintah membutuhkan kolaborasi dengan lembaga profesional yang memiliki kemampuan teknis dalam membina generasi muda, terutama dalam pengembangan keterampilan non-akademik.

“Kami berpikir begini, pemerintah tidak selalu expert dalam hal teknis secara detail. Karena itu kami butuh lembaga yang bisa menggawangi pengembangan anak muda,” katanya.

Ia menilai LIGHT UP Academy memiliki fokus yang kuat pada pembentukan soft skill, pengembangan karakter, serta keterampilan diri yang sangat dibutuhkan di dunia kerja saat ini.

“Akademi ini lebih ke arah pembentukan soft skill dan keterampilan diri, bukan hanya hard skill,” jelasnya.

Kurangi Pengangguran Pemuda
Dispora berharap kehadiran program tersebut dapat membantu menekan angka pengangguran di kalangan pemuda Kota Ambon.

Menurutnya, di tengah tantangan lapangan kerja yang semakin terbatas, generasi muda membutuhkan ruang pengembangan diri yang kreatif dan inovatif.

“Manfaatnya tentu untuk mengurangi angka pengangguran pemuda dan menciptakan ruang-ruang baru bagi anak muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini juga sejalan dengan visi dan misi Walikota Ambon, khususnya dalam pemberdayaan generasi muda dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Dorong Subsidi Pelatihan Pemuda
Ke depan, Dispora Ambon berencana mendorong dukungan pembiayaan bagi anak-anak muda potensial yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap bisa mengikuti pelatihan keterampilan.

Misalnya, pelatihan bahasa Inggris, pengembangan digital skill, hingga peningkatan kapasitas diri lainnya melalui LIGHT UP Academy.

“Kami ingin mendorong anak-anak muda potensial yang tidak punya kemampuan finansial agar tetap bisa belajar, misalnya bahasa Inggris dan keterampilan lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, Dispora berharap ke depan Kota Ambon memiliki pusat pelatihan atau training center bagi pemuda, bukan hanya Balai Latihan Kerja (BLK), tetapi tempat pembentukan karakter dan kompetensi generasi muda secara menyeluruh.

Dengan demikian, pemuda Ambon tidak hanya menguasai ilmu akademik seperti hukum atau ekonomi, tetapi juga memahami perkembangan dunia kerja modern sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Anak muda harus punya ilmu lain, memahami dunia hari ini, supaya bisa mendapat peluang kerja bukan hanya di Ambon, tapi juga di kota lain bahkan negara lain,” tegasnya.

Kegiatan SPOTLIGHT 1.0 sendiri mendapat sambutan luar biasa dari kalangan muda. Awalnya panitia hanya menyiapkan kuota 100 peserta, namun dalam waktu tiga jam jumlah pendaftar langsung menembus 150 orang.

Peserta mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.“Ini menunjukkan antusiasme anak muda Ambon sangat besar untuk berkembang dan belajar,” pungkasnya.(L06)