AMBON, LaskarMaluku.com – Sebanyak 14 pasangan mengucapkan sumpah setia dalam pernikahan Kudus (sakramen perkawinan) yang dilangsungkan di gereja Katolik Santa Maria Bintang Laut Benteng Ambon, Sabtu (20/06/2026).

Program pernikahan masal ini, adalah program kerjasama pemerintah kota Ambon, melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) kota Ambon.

Kegiatan pernikahan masal ini, ikut dihadiri Ketua TP PKK kota Ambon, Lisa Wattimena, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Ambon, Hanny M.S. Tamtelahitu, SH., MH., kepala Biro Kesra dan pengurus Tim PKK kota Ambon.

Pastor Paroki Santa Maria Bintang Laut (MBL) Soakacindan Benteng Ambon, RD Amandus Oratmangun mengungkapkan, pasangan suami isteri yang menerima sakramen perkawinan telah dibina sejak tiga (3) bulan lalu. Dan dalam proses pembinaan terdapat 20 pasangan suami istri.

“Kami mempersiapkan nikah masal ini disini, cukup banyak dan sekarang ini yang nikah ada 14 pasangan, dan empat (4) pasangan lainnya akan melaksanakan pernikahan pada Minggu depan,” sedangkan dua pasangan lainnya pindah tugas,”ungkap RD Amandus Oratmangun, Sabtu (20/06/2026).

Pastor Man juga katakan, masih ada sekitar puluhan lagi yang sudah hidup sama-sama tapi belum juga menikah.

Kondisi ini diketahui saat dirinya melakukan kunjungan pastoral ke umat rukun di wilayah pelayanan paroki Santa Maria Bintang Laut Benteng.

Paroki MBL Soakacindan Benteng Ambon, Kecamatan Nusaniwe kota Ambon, saat ini mempunyai 24 rukun dan memiliki dua Stasi yakni Stasi St Patrisius Gunung Nona Ambon dan Stasi Air Louw.

“Gereja Katolik sangat konsern terhadap persoalan pasutri-pasutri yang belum menikah ini, ada yang tinggal di Namrole, ada kerja di Maluku Utara, dan selama tiga bulan kita zoom untuk pembinaan, dan dua Minggu terakhir mereka hadir untuk pemantapan pembinaan,” kata Pastor paroki MBL Ambon, RD Amandus Oratmangun.

Dan dilaksanakan pernikahan masal ini berkat dukungan pihak keluarga.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada pemerintah kota Ambon dan Ketua Tim PKK kota Ambon yang telah mensupport kegiatan ini,” ucap RD Aman akronim Amandus Oratmangun.

Dirinya mengemukakan, sebelum dilaksanakannya pernikahan ini, pihaknya melakukan komunikasi dengan ketua tim PKK kota, ibu Lisa Wattimena, agar program pernikahan masal ini diikuti dengan proses pernikahan sipil dilaksanakan secara gratis.

“Setelah nikah gereja pasangan suami-istri diikuti dengan nikah catatan sipil, soal kapan, kita menunggu waktu pasti dari dukcapil kota Ambon,”ujar Pastor Man.

Dikesempatan yang berbahagia ini atas nama pastor paroki dan umat paroki Santa Maria Bintang Laut Benteng Ambon mengucapakan limpah terimakasih kepada Ketua Tim penggerak PKK kota Ambon, Ibu Lisa Wattimena bersama tim yang telah hadir dalam kegiatan ini.

 

Sementara itu Ketua TP PKK kota Ambon, ibu Lisa Wattimena/Kalalo mengemukakan, secara umum pernikahan merupakan ikatan lahir batin antara pria dan wanita untuk membentuk sebuah keluarga dan memperoleh keturunan.

Dan secara iman Katolik, pernikahan adalah sebuah sakramen yang suci sebuah panggilan untuk hidup di dalam kasih yang setia sebagaimana Kristus tetap setia kepada gereja dan umatnya.

Melalui pernikahan yang sah secara agama maupun hukum negara.

Bapak dan ibu kini telah resmi dipersatukan menjadi satu daging oleh Allah sendiri seperti yang tertulis dalam alkitab.

Ibu Lisa menambahkan bahwa demikianlah mereka bukan lagi dua melainkan satu karena itu apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia inilah yang menjadi dasar dalam pernikahan katolik.

Menurutnya, tujuan gereja melaksanakan kegiatan pernikahan ini sudah pasti adalah untuk membangun keluarga katolik yang beriman harmonis dan bertanggung jawab.

Oleh sebab itu pernikahan harus dilandasi dengan cinta dan kasih sayang kesetiaan ketulusan dan kesabaran agar pernikahan hanya terjadi sekali dan kekal selamanya.

“karena dalam pernikahan kita berjanji bukan di hadapan manusia tetapi berjanji di hadapan Tuhan untuk saling setia, saling mengampuni dan saling menyayangi dalam suka maupun duka sehingga melibatkan selalu Tuhan dalam perjalanan hidup rumah tangga,”ungkap Lisa Wattimena seraya menyampaikan terima kasih dan apresiasi bagi pastor paroki dan Ketua Dewan beserta pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP) MBL Santa Maria Bintang Laut yang telah menggagas dan melaksanakan program pernikahan masal di saat ini, dan ini menjadi bukti dari hadirnya gereja dan bentuk kepedulian gereja bagi umatnya dan sebagai ketua tim penggerak PKK kota Ambon.

“Saya menyambut dengan baik program pernikahan massal ini dan saya mengucapkan selamat bagi pasangan pengantin yang telah mengaku di hadapan Tuhan untuk menjadi satu dan akan setia sehidup semati di dalam membangun rumah tangga dengan kasih Kristus sebagai dasarnya,”ungkap Lisa Wattimena.

Dirinya meminta agar jadikanlah keluarga bapak ibu sebagai gereja rumah tangga, tempat dimana iman harapan dan nilai-nilai kebaikan pertama kali diajarkan. Sebagai keluarga baru kedepannya pastinya banyak dinamika yang akan terjadi sehingga saya berharap bapak ibu dapat membangun rumah tangga yang sehat melalui pemenuhan gizi.

Ibu Walikota Ambon ini menegaskan, pencegahan terhadap pernikahan dini dalam keluarga perlu dilakukan proses pembinaan sejak dini, demi melahirkan generasi masa depan yang cerdas dan tangguh.

Diakhir sambutannya, Lisa Wattimena berpesan, tetaplah setia saling mengampuni dan selalu bersama dalam untung dan malang saling mengasihi serta menghormati.

“Sebuah kalimat yang singkat tetapi membutuhkan proses yang luar biasa dan seumur hidup sehingga selalu tempatkan Tuhan di tengah-tengah keluarga bapak ibu.,”tutup Wattimena. (L05)