AMBON, LaskarMaluku.com – Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, menegaskan rencana pembangunan rumah sakit di Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, didasarkan pada kebutuhan pemerataan akses pelayanan kesehatan dan bukan karena pertimbangan subjektif.

Menurutnya, pembangunan rumah sakit masih berada pada tahap perencanaan dan harus memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat agar dapat memperoleh dukungan pendanaan.

“Ada banyak yang bertanya mengapa rumah sakit dibangun di Hutumuri dan bagaimana keadilan pelayanan bagi seluruh warga Kota Ambon. Saya mau sampaikan bahwa membangun rumah sakit itu tidak mudah karena harus memenuhi banyak persyaratan dari pemerintah pusat,” kata Bodewin kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Rabu (5/8).

Ia menjelaskan, salah satu syarat utama yang menjadi pertimbangan pemerintah pusat adalah memastikan keberadaan rumah sakit benar-benar dibutuhkan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, terutama bagi wilayah yang masih sulit menjangkau rumah sakit.

Bodewin mengatakan, saat ini kawasan pusat Kota Ambon telah memiliki sekitar 11 rumah sakit. Sebaliknya, Kecamatan Leitimur Selatan menjadi satu-satunya kecamatan di Kota Ambon yang belum memiliki rumah sakit.

“Kalau kita mengusulkan pembangunan rumah sakit di pusat kota, tentu tidak akan disetujui karena rumah sakit di sini sudah terlalu banyak. Yang menjadi perhatian pemerintah pusat adalah bagaimana masyarakat yang jauh dari fasilitas kesehatan bisa memperoleh akses yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, Leitimur Selatan masih menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian dalam pemerataan pembangunan. Karena itu, kehadiran rumah sakit di kawasan tersebut dinilai penting untuk memangkas jarak tempuh masyarakat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

Selain faktor kebutuhan, Pemerintah Kota Ambon juga mempertimbangkan keberadaan Puskesmas Rawat Inap Hutumuri yang dinilai lebih mudah ditingkatkan statusnya menjadi rumah sakit dibanding harus membangun fasilitas baru di pusat kota yang terkendala ketersediaan lahan.

“Saat ini kita sudah memiliki Puskesmas Rawat Inap Hutumuri. Akan lebih mudah ditingkatkan menjadi rumah sakit daripada membangun rumah sakit baru di pusat kota yang lahannya juga sulit tersedia,” jelasnya.

Bodewin kembali menegaskan bahwa penetapan Hutumuri sebagai lokasi pembangunan rumah sakit merupakan upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat Kota Ambon, khususnya warga Leitimur Selatan yang selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan layanan rumah sakit.

“Tidak ada pertimbangan subjektif. Di pusat kota rumah sakit sudah banyak, sementara Leitimur Selatan belum memiliki rumah sakit. Karena itu masyarakat di wilayah tersebut perlu mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan lebih mudah,” tegasnya. (L06)