AMBON LaskarMaluku.com – Ketua DPD PDIP Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, ST,SH mengobarkan semangat api perjuangan untuk para talenta muda, pesepakbola Maluku Raya FC yang akan bertarung memperebutkan trofi Soekarno Cup 17 di Surabaya,
Gelaran Soekarno Cup U-17 2026 ini nantinya diselenggarakan pada tanggal 10 hingga 24 Agustus 2026 mendatang, dan pertandingan dipusatkan di wilayah Jawa Timur (Surabaya, Bangkalan, dan Gresik) dengan acara pembukaan pada tanggal 10 Agustus 2026 di Stadion Gelora 10 Nopember.
Pada acara pelepasan yang berlangsung di kantor Sekretariat DPD PDIP Maluku, Karang Panjang Ambon, Benhur Watubun menyatakan secara tegas kalau talenta muda berbakat di tim sepakbola hanya ada pada rumah PDI Perjuangan. “Maka para talenta muda berbakat ini, harus pulang membawa piala ke Maluku,”ungkap Watubun, Kamis (6/8/2026).
“Rumah PDIP menjadi tempat bernaung para pemain sepak bola berbakat, belum ada rumah lain yang melakukan cara-cara seperti ini, sejak tahun belakangan ini sudah tidak ada, jadi kalau memang lagu “Rumah Kita,” bercerita tentang kenyamanan hidup di rumah sendiri yang sederhana dibandingkan hiruk-pikuk kehidupan di kota” kata BGW sapaan akrab Watubun.
Berikut ini sepenggal syair dari lirik lagu Rumah Kita;
“Haruskah kita beranjak ke kota
yang penuh dengan tanya…
Lebih baik disini, rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa
Semuanya ada disini
Rumah kita, ….PDI Perjuangan.”
Lagu “Rumah Kita” yang dipopulerkan oleh Ahmad Albar bersama God Bless (ciptaan Ian Antono)
Dinyanyikan bersama oleh semua undangan termasuk pemain, official, pengurus DPD PDIP, unsur fraksi PDI-P DPRD provinsi Maluku, dan para Ketua DPC PDIP kabupaten kota di Provinsi Maluku yang hadir dalam acara pelepasan tersebut.
“Lagu Rumah Kita menginspirasi kita kalau adik-adik pesepak bola muda tempatmu ada di rumah PDIP Perjuangan,”kata Benhur.
“Yang kami hormati, kami kasihi, 25 pemain liga Soekarno Cup, umur 17 tahun, silakan berdiri dan berikan yel-yel Banten Bergerak, bisa,.. bisa,…bisa.. Merdeka,
Disinilah rumah kita,” Sergah Ketua DPD PDIP provinsi Maluku, Benhur George Watubun.
Sebelum lagu Rumah Kita dikumandangkan, seluruh peserta pesepak bola Soekarno Cup U-17, para official tim, tamu dan undangan, pengurus DPD PDIP, para ketua DPC PDIP kabupaten kota, sejumlah raja, perwakilan orang tua pesepak bola Soekarno Cup, insan jurnalis diajak untuk mengheningkan lagu Hymne PDI Perjuangan.

Ketua DPD PDIP provinsi Maluku mengenakan seragam/costum kepada para pemain Maluku Raya atau Banteng Raya FC
Proses Seleksi
Para 25 pemain muda berbakat ini diseleksi dari kompetisi Soekarno Cup yang digulirkan dibeberapa zona saat itu.
“DPC PDIP kabupaten Seram Bagian Timur SBT bersama jajaran, DPC PDIP Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) bersama jajaran, DPC PDIP Kabupaten Saram Bagian Barat (SBB) bersama jajaran, dan DPC PDIP kota Ambon bersama jajaran termasuk para ketua fraksi masing-masing, para manager dari empat (4) zona, serta turut hadir bapak raja Tulehu, bapak raja Tawiri dan lain-lain kita berikan uploas untuk semuanya,”ungkap BGW.
Pilihan ini bukan karena partai politik, tapi sertifikasi, kualifikasi, integritas keprofesionalan itu yang paling penting sehingga tidak salah kalau PDIP menjatuhkan pilihan. Itu semata-mata tidak ada unsur politiknya saja, tetapi unsur profesionalitas yang kita kedepankan.
“Teman-teman wartawan media cetak dan elektronik terimakasih karena selama ini sudah berkerja sama dengan baik sama kita PDI Perjuangan, sehingga kampanye-kampanye olahraga yang dilakukan oleh PDIP terus menerus bergelora di provinsi Maluku,”ungkap Benhur George Watubun dalam sambutannya.
Watubun yang juga Ketua DPRD Maluku ini menjelaskan Kenapa Banteng Maluku Raya, karena ini mengisyaratkan kepada kita bahwa adik-adik kita ini tidak hanya mewakili Maluku, tapi mewakili provinsi Maluku dan Maluku Utara.
Maluku Utara kata BGW, punya persiapan dan punya pemain yang baik, tapi karena kita lakukan proses seleksi yang ketat, pembagian berdasarkan zona, sekali pun teman-teman di zona Buru, Tenggara Raya belum di libatkan, tapi adik-adik yang terpilih bukan lagi mewakili empat zona tapi mewakili provinsi Maluku dan Maluku Utara sehingga kita namakan Maluku Raya karena itu nama yang tidak mudah.
Dalam sambutannya itu, BGW juga menyampaikan apresiasi tak terhingga kepada Manager Tim Maluku Raya, Alhidayat Wajo bersama teman-temannya karena proses pembentuk tim Maluku Raya ini tidak mudah dengan proses pergulatan sampai pada titik ini, dalam dinamika yang cukup alot, tapi kemudian mencair.
Dan hasil dari dinamika itu adalah pengakuan dari pelatih bahwa dalam pengalaman untuk membawa delegasi atau tim sepak bola untuk mewakili Maluku yang sudah lima kali yang menjadi perhatian dan atensi adalah Tim Maluku Raya FC atau Benteng Maluku Raya FC atas kerja sama yang baik dari semua elemen didalam tim, termasuk ucapan terimakasih kepada PAC Baguala yang terus mengawal proses pelaksanaan pelatihan, fisik, mental para par pemain bola selama di basecamp.
“Barang siapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barang siapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar (Lukas 16:10),” ingat Benhur, seraya memberikan semangat kepada para pemain dan tim official untuk terus berjuang bermain dengan baik, mental dan fisik yang mantap untuk harus memenangkan pertarungan nanti. (L05)
