AMBON, LaskarMaluku.com – Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena menghadiri ibadah syukur pentahbisan dan peresmian Gedung Pastori II Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Bukit Zaitun di Gunung Nona, Minggu (24/5).

Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan apresiasi kepada panitia pembangunan, Majelis Jemaat, para donatur, serta seluruh warga Jemaat GPM Bukit Zaitun yang telah bekerja sama hingga pembangunan gedung tersebut dapat diselesaikan.

Menurutnya, pentahbisan dan peresmian Gedung Pastori II bukan sekadar seremoni peresmian bangunan, tetapi menjadi simbol pertumbuhan pelayanan, pertumbuhan iman, dan penguatan persekutuan umat di tengah kehidupan masyarakat Kota Ambon.

“Pastori bukan hanya rumah tinggal bagi pelayan Tuhan, tetapi juga menjadi rumah pelayanan, rumah penguatan iman, rumah konseling, rumah doa, dan tempat hadirnya pengharapan bagi jemaat,” kata Wattimena.

Ia menjelaskan, pembangunan Gedung Pastori II merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan umat sekaligus memperkokoh kehidupan sosial masyarakat. Dengan pertumbuhan jumlah jemaat dan luasnya wilayah pelayanan, kebutuhan akan sarana pelayanan yang memadai menjadi hal penting.

Walikota mengakui proses pembangunan tersebut membutuhkan kerja sama, pengorbanan, doa, tenaga, pikiran, serta komitmen dari banyak pihak. Karena itu, ia memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang tetap setia mendukung proses pembangunan hingga selesai.

Dalam kesempatan itu, Wattimena juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam membangun kota, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga lewat pembangunan sumber daya manusia dan penguatan kehidupan sosial keagamaan masyarakat.

Menurutnya, kota yang sehat adalah kota yang masyarakatnya hidup damai, saling menghargai, serta memiliki nilai spiritual yang kuat. Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan menjadi sangat penting.

“Gereja memiliki peran besar dalam membentuk karakter masyarakat, menjaga nilai moral, memperkuat solidaritas sosial, serta menghadirkan kesejukan di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Ambon tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat yang aman dan harmonis. Dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja, sangat dibutuhkan untuk membangun kehidupan sosial yang penuh kepedulian.

Walikota juga menyampaikan rasa syukur atas perkembangan Jemaat GPM Bukit Zaitun yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu.

Menurutnya, perjalanan panjang jemaat hingga menjadi kuat seperti saat ini merupakan bukti penyertaan Tuhan dalam kehidupan umat.

Di tengah kondisi efisiensi dan keterbatasan anggaran daerah, lanjutnya, Pemkot Ambon tetap berupaya hadir memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk mendukung kegiatan pelayanan keagamaan.

Karena itu, ia berharap peresmian Gedung Pastori II tidak hanya menjadi tanda selesainya pembangunan fisik, tetapi juga menjadi awal semakin kuatnya pelayanan jemaat kepada masyarakat.

“Pastori ini harus menjadi tempat lahirnya pelayanan yang meneduhkan, pelayanan yang merangkul, serta pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan umat dan lingkungan sekitar,” katanya.

Wattimena berharap Jemaat GPM Bukit Zaitun terus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga persatuan, mendukung pembangunan masyarakat, serta membina generasi muda agar memiliki karakter, iman, dan kepedulian sosial yang baik.

Ia juga mengajak seluruh warga jemaat untuk terus menjaga semangat kebersamaan yang telah dibangun selama ini.

“Gereja yang kuat tidak hanya ditentukan oleh bangunannya, tetapi oleh jemaat yang hidup dalam kasih, persaudaraan, dan saling menopang satu dengan yang lain,” tandasnya.

“Atas nama Pemerintah Kota Ambon, saya menyampaikan selamat atas pentahbisan dan peresmian Gedung Pastori II Jemaat GPM Bukit Zaitun. Kiranya bangunan ini menjadi berkat bagi pelayanan gereja, menjadi rumah penguatan iman bagi umat, dan menjadi tempat hadirnya damai sejahtera Tuhan bagi semua orang,” tutupnya.(L06)