AMBON, LaskarMaluku.com – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon mulai memasang alat Passive Sampler di empat lokasi strategis sebagai bagian dari program pemantauan kualitas udara ambien di Kota Ambon.

Kepala DLHP Kota Ambon, Apries Gaspersz, kepada media ini Jumat (3/7), menjelaskan bahwa pemasangan alat tersebut bertujuan memperoleh data akurat mengenai kualitas udara di berbagai sektor aktivitas masyarakat.

Empat titik pemantauan dipilih untuk mewakili karakteristik aktivitas yang berbeda. Kawasan Gereja Silo mewakili sektor transportasi karena merupakan pusat kepadatan lalu lintas. Balai Kota Ambon menjadi representasi sektor perkantoran, Rumah Dinas Wali Kota Ambon mewakili kawasan permukiman, sedangkan PLTD Hative Kecil dipilih sebagai lokasi pemantauan sektor industri.

“Alat Passive Sampler akan menyerap sampel udara selama 14 hari. Setelah itu, seluruh sampel akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis sehingga diketahui kondisi kualitas udara yang dihirup masyarakat setiap hari,” ujar Gaspersz.

Menurutnya, hasil pemantauan tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah dalam pengendalian pencemaran udara sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kota Ambon.

Ia berharap masyarakat turut mendukung program tersebut dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sumber pencemaran, serta berpartisipasi dalam berbagai upaya pelestarian lingkungan.

“Melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, kita dapat mewujudkan udara yang lebih bersih, sehat, dan lingkungan yang nyaman demi Ambon Manise yang berkelanjutan,” pungkasnya. (L06)