AMBON, LaskarMaluku.com – Memperingati Hari Kebaya Nasional tanggal 24 Juli 2026, organisasi Perempuan Indonesia Maluku (PIM) Maluku akan menggelar parade kebaya Maluku yang melibatkan organisasi perempuan yang ada di Maluku khususunya di Kota Ambon.

Hari Kebaya Nasional diperingati setiap tanggal 24 Juli. Penetapan ini disahkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 19 Tahun 2023. Tanggal tersebut dipilih berdasarkan moment sejarah Kongres Wanita Indonesia X pada tahun 1964 yang dihadiri Presiden Soekarno, di mana seluruh perempuan yang hadir memakai kain kebaya sebagai simbol identitas nasional dan perjuangan bangsa.

Sekretaris PIM Maluku, Vonny Litamauputty menjelaskan, Parade Kebaya Maluku ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebaya sebagai warisan dan identitas budaya bangsa.

“Parade ini juga dalam rangka pengukuhan pengurus PIM Maluku dan Kota Ambon serta pelantikan pengurus PIM Kabupaten/kota lainnya serta Rapat Kerja PIM Maluku. Namun inti dari parade kebaya Maluku juga bertujuan menumbuhkan nasionalisme, mendorong pelestarian busana tradisional, serta menggerakkan ekonomi kreatif bagi perajin local,”jelas Vonny, Minggu (6/6/2026).

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pengukuhan dan Rakerda PIM Maluku, Dr. Alwiyah Fadlun Alyadrus, S.H., M.H mengajak organisasi perempuan untuk terlibat dalam Parade Kebaya Maluku.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk datang bersama keluarga, mengenakan Kebaya Cole, dan menjadi bagian dari gerakan melestarikan budaya daerah,”ujar Alyadrus seraya menambahkan mari kita buktikan bahwa Kebaya Cole tetap hidup, dicintai, dan menjadi kebanggaan perempuan Maluku.

Alwiyah Alyadrus mengatakan, sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang hadir, panitia juga telah menyiapkan berbagai hadiah menarik yang akan diundi selama kegiatan berlangsung.

Diungkapkan panitia juga menggandeng berbagai organisasi perempuan di Kota Ambon untuk bersama-sama memperlihatkan kebaya Maluku merupakan bagian dari warisan budaya bangsa.

“Kami bersyukur karena kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai instansi pemerintah, perusahaan swasta, dan para mitra yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat,” kata Alwiyah.

Sementara itu Ketua DPD PIM Provinsi Maluku, Ir. Rimaniar Julindra, S.T,M.Sos.,IPP mengatakan, PIM Maluku mengajak berbagai elemen masyarakat untuk membudayakan pemakaian Kebaya Cole dalam berbagai kegiatan serta mendorong generasi muda agar bangga menggunakannya.

Kata Rimaniar, pihaknya percaya budaya akan tetap hidup jika dikenakan, diperkenalkan, dan diwariskan. Oleh sebab itu, pelestarian Kebaya Cole tidak boleh berhenti sebagai simbol, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, komunitas, organisasi perempuan, dan pemerintah.

Harapan kami, lanjutnya, Kebaya Cole tidak hanya dikenal di Maluku, tetapi juga semakin mendapat tempat di tingkat nasional sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia yang lahir dari perempuan Maluku. Inilah komitmen yang akan terus kami perjuangkan bersama.

Lebih jauh Rimaniar yang juga anggota DPRD Maluku ini mengajak kaum perempuan di Maluku menjadikan Hari Kebaya Nasional sebagai momentum untuk semakin mencintai budaya sendiri.

Sesuai tema kita, “Mari Katong Berkebaya: Kebaya Cole, Warisan Budaya Perempuan Maluku,” kita jaga, lestarikan, dan wariskan Kebaya Cole kepada generasi mendatang. (L02)