AMBON, LaskarMaluku.com – Dewan Pimpinam Daerah Perempuan Indonesia Maju Provinsi Maluku, Selasa (29/9/2026) melakukan audiensi dengan Dinas  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Maluku.

Audiensi itu dilakukan untuk memperkenalkan organisasi PIM, visi dan misi serta membangun sinergitas dan kolaborasi khususnya terhadap isu-isu perempuan dan anak.

Pasalnya, DPD PIM Maluku konsen pada isu-isu perempuan dan anak di Maluku yang terus mengalami peningkatan signifikan, sehingga butuh kolaborasi dan sinergitas dengan DP3A dalam menangani kasus-kasus tersebut.

DPD PIM Maluku dalam audiensi tersebut dipimpin oleh Sekretaris, Vonny Litamahuputty, SH didampingi sejumlah pengurus, dan diterima oleh Kepala DP3A,Dra. Halimah Tussaadiah Soamole, M.Si. dan didampingi,  Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3A, Rizka Mulyani Sangadji, S.P., M.Si dan kepala-kepala bidang lainnya yang dipusatkan ruang kerja kadis, Selasa (29/9/2026)

Bidang Perempuan dan Anak DPD PIM Maluku, Ulfa Tuahuns dan Ade Ohello menjelaskan terkait ruang kerja DPD PIM Maluku yang juga konsen pada masalah perempuan dan anak.

Dengan pengalaman di dunia LSM yang menangani kasus-kasus tersebut,  Ulfa dan Ade meminta dukungan dari Dinas P3A Maluku untuk saling berkolaborasi menangani masalah-masalah tersebut.

Apalagi kasus perempuan dan anak sangatlah kompleks sehingga pemerintah khususnya DP3A tidak bisa berjalan. Sendiri tetapi butuh sinergitas dengan pihak lainnya termasuk DPD PIM Maluku untuk memberikan pendampingan pada para korban tetapi juga bisa membantu mengimplementasikan program-program kerja.

Ditempat yang sama, anggota Bidang Organisasi DPD PIM Maluku, Febby Koenoe mengungkapkan,  DPD PIM juga sudah bergabung dengan Forum Konsolisasi Perempuan Maluku sehingga kehadirannya dalam memberikan kontribusi pikiran dan pendampingan bukan hal baru.

Sekretaris DPD PIM Maluku, Vonny Litamuhuputty juga menjelaskan bahwa, DPD PIM tidak saja membidangi bidang organisasi, perempuan dan anak tetapi juga bidang peningkatan ekonomi kreatif.

Sehingga dalam upaya untuk mendorong peningkatan ekonomi kreatif tersebut, DPD PIM Maluku akan berupaya semaksimal mungkin dengan potensi yang ada untuk mendorong implementasi program tersebut.

“Ini jadi konsen DPP PIM di pusat untuk peningkatan ekonomi kreatif dan kami gencar-gencar melakukan itu. Kami tidak ingin minta-minta di pemerintah, tetapi kita menghidupkan potensi yang ada di pengurus DPD PIM Maluku,” ujar jurnalis senior ini.

Berikan Apresiasi

Kadis Dinas P3A, Halimah Soamale mengapresiasi dan menyambut baik audiensi yang dilakukan DPD PIM Maluku.

“Sangat bagus PIM sudah terbentuk di sini juga, dan pengenalan kepada masyarakat juga sudah meluas, walaupun orang-orang di PIM juga ada LSM-LSM juga,”ujarnya.

Dirinya menjelaskan, program di DP3A ini berkisar di program perempuan dan anak.

“Kalau Pemda itu sudah ada aturannya, jika kita sudah kerja sama dan berkolaborasi berarti program baru yang masuk dan bersentuhan dengan bidang kami, maka kami pasti bisa sama-sama,” ujarnya.

Dia meminta DPD PIM Maluku ikut berpartisipasi dalam 16 hari kampanye anti kekerasaan terhadap perempuan dan anak, karena pihaknya saat ini sementara meramu ide-ide untuk dilakukan.

“Dengan PIM Maluku mungkin kita bisa sharing ide apa yang bisa dilakukan selama kampanye 16 hari anti  kekerasaan dan rencana juga untuk hari Ibu,” harapnya.

Hal ini langsung direspons Sekretaris DPD PIM Maluku Vonny Litamahuputty, yang menyatakan siap berkolaborasi dalam dalam 16 hari hari kampanye anti kekerasan terhadap perempuan.

“DPD PIM Maluku siap bekerjasama dengan DP3A dalam memberikan edukasi bagi masyarakat maupun dengan pihak sekolah dan sector lainnya,”tutup Vonny. (L02)