AMBON, LaskarMaluku.com – Istri Wakil Gubernur Maluku Any Vanath, memberikan perhatian serius terhadap kasus kekerasaan maupun kekerasan seksual yang terus terjadi dan termarginal di Provinsi Maluku, apalagi bagi beberapa daerah ini dianggap masih tabuh untuk dilaporkan.

Keprihatinan ini disampaikan Any Vanath saat menerima audens DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Maluku di kediaman wagub, karang panjang Ambon, Senin (28/9/2026).

Any mengungkapkan, untuk penanganan kasus-kasus seperti ini maka butuh penanganan yang konprehensif dan terpadu, khususnya korban kekerasaan seksual dan KDRT.

Disisi yang lain, pendampingan kepada korban juga harus dilakukan dengan tepat yang pada akhirnya tidak menimbulkan beban psikologi yang berkepanjangan.

Dia meminta kasus-kasus seperti butuh perhatian serius tidak saja dari pemerintah tetapi juga komonitas perempuan seperti DPD PIM Maluku.

Dalam audience yang dipimpin Sekretaris DPD PIM Maluku, Vonny Litamahuputty itu, Vanath mengatakan, masalah kesetraan gender, kekerasaan seksual terhadap perempuan dan anak dibawah umur boleh dibilang masih terjadi karena kendala finansial, budaya dan mungkin adat.

Selain itu, Vanath menceritakan berbagai pengalamannya dalam menanggani pendampingan bagi salah satu kasus KDRT.

Tidak saja itu, perempuan hebat ini juga menceritakan bagaimana pengalamannya bersama suami membangun peningkatan ekonomi melalui udang yang diolah dari berbagai varian dengan harga yang murah tetapi proses putaran ekonomi terus berlangsung dan memiliki keuntungan yang sangat tinggi.

Dia memberikan motivasi dan inspirasi bagi pengurus DPD PIM Maluku untuk terus menciptakan ide dan tidak kehilangan akal dalam meningkatkan pendapatan ekonomi.

Sementara itu, Wakil Ketua bidang organisasi, Saswaty Matakena dalam audience tersebut menjelaskan visi dan misi PIM Maluku.

Dijelaska, PIM merupakan organisasi kemasyarakatan di Indonesia yang fokus pada pemberdayaan perempuan melalui kolaborasi, pengembangan kapasitas, kegiatan sosial, dan program berkelanjutan.

“Organisasi ini bertujuan untuk mewujudkan kesempatan yang setara bagi perempuan agar bisa berdaya, berkarya, dan berkontribusi secara sejajar dalam kemajuan bangsa dan Negara,”ungkapnya.

Khusus untuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,, Saswaty menyebutkan bahwa di pengurus DPD PIM Maluku ada bidang yang khusus menangani masalah kekerasaan seksual terhadap perempuan dan anak.

Karena itu, lanjut Saswaty, DPD PIM Maluku juga akan membangun sinergitas dengan kolaborasi dengan pemerintah khususnya OPD-OPD terkait lebih khusus khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

Percakapan dengan ibu Any Vanath berlangsung sangat humoris diakhiri dengan foto bersama.  (L02)