TIAKUR, LaskarMaluku.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) resmi meluncurkan program ASN Go Digital sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Peluncuran program berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati MBD, Senin (20/7/2026). Peluncuran ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong ASN semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Bupati MBD Benyamin Thomas Noach mengatakan transformasi digital merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, ia berharap seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten MBD dapat mendukung sekaligus memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan yang lebih cepat, efektif, efisien, serta transparan. “Melalui ASN Go Digital, kita berharap pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, transparan, dan modern,” ujar Noach.

Ia mengajak seluruh ASN untuk tetap bersatu membangun  MBD di tengah keterbatasan anggaran. Menurutnya, momentum HUT ke-18 Kabupaten MBD harus menjadi penyemangat bagi seluruh aparatur untuk terus berinovasi, meningkatkan kinerja, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Sementara itu, Kepala Bank Maluku Malut Cabang Tiakur, Ferdy Anaktototy mengatakan digitalisasi telah menjadi kebutuhan dalam penyelenggaraan pelayanan publik di era teknologi saat ini.

ASN perlu mulai meninggalkan pola transaksi konvensional dan beralih memanfaatkan layanan digital sehingga proses pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.

Implementasi ASN Go Digital diawali dengan pemanfaatan layanan pembayaran pajak secara digital melalui aplikasi Mobile Banking Bank Maluku Malut serta Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang dikembangkan Bank Indonesia.

Berdasarkan data Bank Maluku Malut, jumlah pengguna kartu ATM di MBD telah mencapai lebih dari 8.000 nasabah. Sementara itu, dari sekitar 5.400 ASN yang menerima penyaluran gaji melalui Bank Maluku Malut, baru sekitar 3.000 ASN yang telah mengaktifkan layanan Mobile Banking.

Karena itu, Ferdy mengajak ASN yang belum mengaktifkan layanan Mobile Banking agar segera memanfaatkannya. Dengan layanan tersebut, berbagai transaksi, termasuk pembayaran pajak melalui QRIS, dapat dilakukan dengan lebih mudah, aman, dan cepat tanpa harus datang langsung ke kantor bank.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten MBD yang dinilai menjadi pemerintah daerah pertama di Provinsi Maluku yang menginisiasi program digitalisasi bagi ASN di lingkungan pemerintah daerah.

Melalui peluncuran ASN Go Digital, Pemerintah Kabupaten MBD bersama Bank Maluku Malut berharap dapat membangun budaya kerja pemerintahan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Program tersebut sekaligus diharapkan mampu mendorong terwujudnya pelayanan publik yang lebih efisien, transparan, modern, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (L02)