BATLALE, LaskarMaluku.com – Desa Batlale, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, provinsi Maluku menjadi sejarah terbaru dalam iman Katolik.
Setelah lima 50 tahun penyebaran agama Katolik di Pulau Buru, telah hadir seorang putra asli Desa Battle, ditahbiskan menjadi imam kongregasi Misionaris Tarekat Hati Kudus Yesus atau disingkat MSC.
Tarekat Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) didirikan oleh Pastor Jules Chevalier di Issoudun, Prancis, pada 8 Desember 1854. Berakar pada devosi Hati Kudus Yesus, kongregasi ini bertujuan menghadirkan “Budaya Cinta” Allah di tengah dunia.
Sabtu 18 Juli 2026 menjadi sejarah terpenting bagi umat Katolik di Pulau Buru, gedung gereja Bunda Hati Kudus, Stasi Desa Batlale, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru diberkati oleh yang mulia Mgr Seno Ngutra. Bersamaan dengan itu, telah terlaksana tahbisan imam atas Empat (4) Diakon Kongregasi Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC)
Perayaan Ekaristi pentahbisan berlangsung dari pukul 17.00 Wit dan berakhir pada pukul 19.00 WIT di gereja Stasi “BUNDA HATI KUDUS”
Desa Batlale, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku.
Mgr. Seno Ngutra, Uskup Keuskupan Amboina, sebagai Uskup pentahbis langsung memimpin perayaan yang berlangsung dengan penuh hikmat.
Pelaksanaan penthabisan dilaksanakan, dalam bentuk misa suci yang menjadi wujud syukur atas panen panggilan, dipimpin langsung oleh Uskup Diosis Amboina, Mgr Seno Ngutra.
Dalam kata pengantarnya Mgr. Seno Ngutra menegaskan bahwa para imam harus selalu rendah hati dan membuka diri kepada tuntunan Tuhan dan para malaikatNya.
Seno Ngutra juga menyampaikan rasa syukurnya kepada Tuhan karena di tengah perkembangan jaman yang tidak menentu dan penuh tantangan, Tuhan terus menambahkan jumlah orang yang bekerja di ladang anggurNya.
Mgr. Seno Ngutra yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Kateketik di KWI ini kembali menegaskan
Hari ini kita bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena ia memenuhi janjinya memilih dan mengangkat 4 putra terbaiknya untuk menjadi gembala bagi domba-dombanya.
Mereka diambil dari antara kita dan akan kembali kepada kita dimanapun mereka ditugaskan. Maka perayaaan ini menjadi perayaan syukur sekaligus perayaan moment yang bersejarah bagi pulau Buru, bagi tanah ini dimana pintu itu telah dibuka dan kita berharap tetapi terlebih berdoa semoga putra-putra terbaik Buru dimasa yang akan datang akan mengikuti jejak yang sama menjadi gembala-gembala dari Tuhan untuk domba-domba, bahwa imamat menuntut sikap pribadi dan tanggung jawab yang besar.
“Menjadi imam merupakan suatu pertaruhan hidup karena sekali jadi imam tetap jadi imam”, tandasnya.
Para imam melalui tugas khususnya mengambil bagian dalam tri tugas imamat Kristus yaitu sebagai nabi, imam, dan raja.
Imam harus berani menyangkal diri dan selalu mewartakan kebenaran di tengah dunia. Selain itu imam disucikan setiap hari untuk pelayanan sakramen-sakramen. Semua pelayanan seorang imam harus berpusat pada Kristus dan senantiasa dalam satu semangat dengan pelayanan Kristus menjadi raja.
Keempat imam baru ini, akan diutus ke segala penjuru dunia menjadi misionaris.
RP Petrus Eki Lehalima MSC
Motto: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau” (Yoh 21:17)
RP Yohanes Esserey MSC
Motto:
Pengkotbah 3:1,11.
Segala sesuatu ada masanya, dan Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.
RP Belly Yoakhim Resubun MSC
Motto: Lukas 1:38
”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
RP Teofilus Manunwembun, MSC
Motto: Yesaya 42:3
“Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya.
Usai perayaan Ekaristi Kudus, misa pentabisan imam misionaris hati Kudus Yesus ini berakhir, diikuti dengan acara sambutan.
Sambutan pertama berasal dari orang tua terthabis dan diikuti sambutan dari perwakilan imam baru.
Imam baru Eky Lehalima, MSC mengawali ucapan terimakasih kepada superior MSC Indonesia dan superior daerah MSC Maluku.
“Kami berempat bersyukur kepada Tuhan atas tahbisan imamat hari ini
Dengan Tahbisan ini, bukan berarti kami dianggap para tuan-tuan besar tetap kami berempat diingatkan tentang tugas dan tanggung jawab besar yg diberikan kepada kami sebagai seorang imam, itu poin pertama.
Kami berterima kasih kepada umat paroki Waiyapo, paroki Namrole dan paroki Namlea yang dengan caranya sendiri turut membantu dan mendoakan kami dalam jalan panggilan ini, khususnya pada peristiwa mulia di Batlale pada hari ini, Sabtu (18/7/2026).
Kami berterimakasih juga kepada Mitra kami khususnya dusun Keramat yang telah turut mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan akbar ini, kami berterimakasih kepada pihak pemerintah, TNI Polri yg juga dengan cara dan perannya telah membantu kelancaran kegiatan penghabisan ini, mulai dari fasilitas keamanan dan lain-lain, kami berterimakasih kepada paduan suara Lumen Cristy, lektor, pemazmur dan pihak Keuskupan Amboina yang turut berpartisipasi dalam mendukung kelancaran dan kemeriahan tahbisan hari ini.
Kami juga berterimakasih kepada jemaat GPM Batlale, bapak Pendeta, ibu Pendeta, dan segenap jemaat yang sungguh-sungguh antusias dalam menyukseskan ini pula, dan yang paling terakhir, dari lubuk hati yang paling dalam dari kami berempat, kami mengucapkan terimakasih kepada panitia yang dengan segenap hati jiwa dan raga, juang pagi siang, malam, hujan, panas tanpa mengenal lelah demi suksesnya peristiwa agung ini, dimana peristiwa ini bukan peristiwa biasa saja sebagaimana yang terjadi, tetapi peristiwa dimana putra asli Pulau Buru khususnya, desa Batlale ditahbiskan,
“Ini peristiwa bersejarah, bagaikan rahmat yang akan kami simpan dalam bejana tanah liat yang mudah sekali retak dan pecah karena itu kami mohon doa dari bapak Uskup dan para pastor dan umat sekalian supaya kami tetap setia menjaga rahmat yang mulia ini,”ucap RP Eky Lehalima.
Dikesempatan yang sama, Pemimpin (Superior/Provinsial) Tarekat Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) Provinsi Indonesia, Pater Hironimus Ronny Dahua MSC, dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal;
Secara istimewa kepada orang tua dari ke-4 imam baru yang hari ini juga sangat berbahagia terharu melihat anak-anak anda yang terpilih ini diangkat menjadi imam di dalam gereja menjadi perpanjangan tangan Tuhan mau keselamatan bagi banyak orang.
Dan yang saya banggakan adalah ke-4 imam baru yang hari ini kelihatan mereka cerah, ceria penuh suka cita menerima anugerah imamat.
“Sebelum saya menyampaikan tempat penugasan dari ke-4 imam baru ini saya menyampaikan tiga hal saja;
Yang pertama adalah selamat dan kedua adalah cintai dan rawatlah dan ketiga adalah terimakasih”,ungkapnya.
Selamat yang pertama adalah selamat kepada Keuskupan Amboina yang boleh hari ini menerima ke empat putra terbaik mereka diangkat menjadi imam dan dipersembahkan untuk gereja Universal.
“Selamat kepada Mgr Ini Ngutra dan para imam tentunya kepada Keuskupan Amboina yang sekali lagi Tuhan tambahkan jumlah imam-imam dari Maluku, apalagi dari pulau Buru dari tempat yang kecil ini, desa Batlale, Tuhan pilih putra terbaik untuk menjadi imam yang luar biasa,”ungkapnya
Yang kedua, sambungnya, selamat kepada Tarekat MSC yang hari ini juga menerima empat (4) imam baru Misionaris kita.
Dengan bertambahnya 4 imam baru hari ini, maka imam-imam provinsi MSC Indonesia sudah berjumlah 240 orang yang tentunya siap untuk disebarkan baik dalam negeri maupun luar negeri. Kebetulan kita provinsi Indonesia tahun ini masih diminta lagi untuk mengirim tenaga-tenaga ke Irlandia, ke Peru, Mozambik dan Brazil.
“Kita berharap dari orang-orang ini ada yang nanti diutus kesana, sekali lagi profesiat kepada tarekat MSC Indonesia hari ini kita tambahan lagi 4 imam baru,” ucap, Provinsi MSC Indonesia Pater Hironimus Roni Dahua, MSC dalam sambutannya.
Ia kemukakan, kemarin pihaknya baru menerima 17 neopropes sehingga jumlah anggota MSC di Indonesia sudah 364 orang.
“sudah lumayan banyak semoga tetap bertahan,”harap Hironimus Roni Dahua, MSC
Sekaligus memberikan semangat kepada umat Katolik Stasi Batlale, tepuk tangan untuk anda semua.
Mengapa Selamat? Karena hari ini adalah hari yang sangat bersejarah sangat istimewa untuk anda semua ini peristiwa iman yang besar telah terjadi di desa yang kecil ini, mengapa? Karena hari ini tercatat dalam sejarah gereja Amboina, Imam pertama dari Batlale dan misionaris pertama dari Batlale Kecamatan Air Buaya Kabupaten Buru provinsi Maluku.
“Ini luar biasa, apalagi hari ini mungkin bukan kebetulan pemberkatan gereja Bunda Hati Kudus, Stasi Batlale bersamaan dengan pentabisan imam, mau dikatakan kepada kita semua, Tuhan itu kasi kita rumahnya dan kasih juga imamnya, itu bagus banget, saya kira bukan kebetulan Monsegneur Ino, memilih hari ini untuk dua kegiatan iman ini dilaksanakan bersamaan supaya umat Batlale itu jauh’ dari keramaian tapi Tuhan tidak pernah meninggalkan kalian, ” tandas Hironimus Roni Dahua, MSC Superior MSC Indonesia, sembari ingatkan Cara Tuhan merencanakan sesuatu sangat nyata, dia bangun rumahnya dan dia kirim atau utus Imamnya dari kampung anda sendiri ini luar biasa hari ini,” biasa di tempat lain ada pentabisan gereja tidak ada pentabisan imam, sebaliknya pengthabisan imam tidak ada pengthabisan gereja , kalaupun itu ada, tapi imam bukan dari daerahnya tapi di Batlale ini gereja diberkati, imamnya juga diberkati, bagi saya luar biasa sekali,”ingatnya lagi.
Seraya berharap gereja Tuhan tetap terpelihara sebagai tanda perjumpaan antara kita dengan Tuhan
“Rawatlah imam-imam ini, cintai mereka, doakan mereka pergumulan mereka banyak, pergumulan kami banyak, tantangan kami banyak, kesulitan kami banyak, do’akan kami supaya mereka menjalani panggilan yang sekali lagi tidak mudah ini. Dan para imam baru cintai dan rawat imamatmu, ini adalah anugerah untuk kamu istimewa, Tuhan berikan dengan cuma-cuma, rawatlah imamatmu ini dengan baik, Dia yang memanggilmu haruslah selalu dekat dengan Dia, kecamatan dengan firman Tuhan terus dipelihara, Ekaristi dirawat dan dijaga inilah tanda untuk membangun kedekatan Tuhan,”ingat Hironimus Roni Dahua.
“Kalau kamu Tinggal dalam Aku dan Aku dalam kamu, kamu akan berbuah banyak, ketika anda bertugas sekalipun medannya berat dan penuh tantangan tapi saya katakan Cintailah dan Rawatlah Imamatmu, dan setia melayani umat Tuhan dengan pelayanan sakramen-sakramen, gereja.
“Jadilah gembala yang baik dan murah hati untuk domba-domba yang Tuhan percayakan kepada kalian, ini cara merawat imamat yang sederhana,” tandas Roni Dahua, Superior MSC Indonesia ini menandaskan
Pada kesempatan tersebut, dirinya mengumumkan tempat tugas dari ke-empat (4) konfrater mereka masing-masing:
RP Teofilus Manunwembun, MSC ditugaskan di Keuskupan Purwokerto.
RP Yansen Esserey, MSC ditugaskan di Keuskupan Agung
Merauke, Provinsi Papua Selatan.
RP Petrus Eki Lehalima, MSC ditugaskan di Keuskupan Banjarmasin.
RP Belly Yoakhim Resubun, MSC ditugaskan di Keuskupan Amboina
Misa tahbisan ini dimeriahkan oleh kurang lebih 30 orang paduan suara Lumen Cristy dari Paroki Katradal Ambon dipercayakan untuk menjadi penanggung jawab koor sekaligus menjadi penanggung jawab acara pengthabisan yang dipercayakan kepada Lucky Batmomolin.
Misa tahbisan ini dihadiri oleh superior dan konfrater MSC, Vikaris Jenderal (Vikjen): RD. Anton Kewole.
Sekretaris: RD. Agustinus Arbol
Ekonom: RP. Amandus J. Balubun, MSC
Vikaris Yudisial: RD. Paul A.S. Kalkoy dan puluhan Pastor dari wilayah pelayanan keuskupan Amboina, termasuk para tamu dan undangan baik dari provinsi maupun dari pemerintah kabupaten Buru serta keluarga terthabis yang ikut hadir pada proses pengthabisan ke-4 imam misionaris MSC ini.
Profisiat untuk para imam baru dan selamat menapaki tapak-tapak imamat suci. Tuhan berkati. (L05)
