AMBON, LaskarMaluku.com – Sekolah Menengah Kejuruan SMK Negeri 6 Ambon menggelar acara pelepasan dan pengukuhan siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan penuh haru dan kebanggaan.

Acara ini berlangsung meriah di aula sekolah dan dihadiri oleh kepala dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Maluku, kepala bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku, beberapa kepala sekolah SMP Negeri yang berasal dari kecamatan Baguala, Kacamata Salahutu Maluku Tengah, para guru, orang tua siswa, serta seluruh siswa kelas XII.

Acara Pelepasan dan Pengukuhan Peserta Didik Tahun Pelajaran 2025/2026 ini, sedianya dimulai pukul 09.00 Wit namun ditunda hingga pukul 10.00 WIT dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa.
Puncak acara adalah sesi pelepasan atribut SMKN 6 Ambon yang dilakukan oleh kepala sekolah SMKN 6 dan di di lanjutkan dengan secara simbolis yang ditandai dengan pengalungan medali kelulusan dan pemberian sertifikat lulusan terbaik kepada 3 orang siswa oleh kepala dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Maluku, Dr Sarlotta Singerin, kemudian pemberian tanda penghargaan lainnya dari masing-masing Kepala Bidang SMK, dan koordinator Bidang Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) atau mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PK) dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Maluku masing-masing. Di akhir acara, seluruh siswa dan guru berfoto bersama sebagai kenang-kenangan bersama siswa-siswi berprestasi.

Acara pelepasan ini menjadi momen bersejarah yang meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Semoga lulusan SMK Negeri 6 Ambon, Tahun Pelajaran 2025 / 2026 dapat meraih kesuksesan di masa depan.

Kepala sekolah, SMK Negeri 6 Ambon, Drs Eduard Luturmas, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan harapan besar kepada para lulusan agar dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa.

“Mengubah pasir menjadi mutiara adalah motto dari SMKN 6 Ambon sebuah metafora tentang proses mengubah penderitaan, masalah, atau pengalaman pahit (pasir) menjadi sesuatu yang bernilai indah, berharga, dan bernilai tinggi (mutiara). Secara biologis, ini merujuk pada mekanisme pertahanan tiram yang melapisi benda asing (seperti pasir) dengan nacre hingga menjadi mutiara.
Filosofi “Mengubah Pasir Menjadi Mutiara”:
Penerimaan Terhadap Sakit (Proses): Sama seperti kerang yang merasa sakit saat pasir masuk, manusia harus menerima “rasa sakit” dari ujian hidup.
Ketahanan dan Perjuangan: Mutiara tidak tercipta instan, melainkan hasil dari perjuangan panjang dan ketahanan untuk menutupi pasir dengan lapisan-lapisan nacre.

Transformasi Bernilai:

Kegagalan atau masalah tidak disingkirkan, melainkan diolah hingga berubah menjadi hikmah atau kesuksesan yang berharga.

Secara inspirasional, konsep ini sering digunakan untuk memotivasi seseorang agar tetap berkarya dan menghasilkan sesuatu yang luar biasa, meskipun berada dalam kondisi yang tidak mengenakkan. Ini dibuktikan dengan keuletan dan kesabaran para dewan guru mendidik dan melatih anak didik di SMK unggul yang satu ini. Sejumlah prestasi gemilang yang sempat diraih oleh anak-anak SMKN 6 Ambon tidak terlepas dari intervensi dan kasi karunia Tuhan untuk terus bekerja memakai orang-orang hebat mendoakan, membina mendidik dan mencerdaskan 190 peserta ujian tahun pelajaran 2025/2026.
“Anak-anak kita akan disebut sebagai” Alumni terbaik angkatan ke-44 terhitung lulusan pertama sejak 1982 (Angkatan pertama masuk 1978 dengan lamanya 4 tahun kala itu) yang dulu disebut sekolah menengah pekerjaan sosial negeri Ambon yang kini berubah nomenklaturnya SMK Negeri 6 Ambon, “ungkap Kepsek Eduard Luturmas dalam sambutannya, Rabu (13/05/2026).
Berkat kegigihan dan keuletan itu, SMK Negeri 6 Ambon ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dasar dan menengah Republik Indonesia sejak tahun 2022, sebagai SMK Pusat Keunggulan.
Hal ini memberikan peluang dan tantangan tersendiri bagi kepala sekolah dan para dewan guru untuk terus berkolaborasi mewujudkan mutu pendidikan di SMK unggulan ini.
” Bahwa sejak tahun lalu, atas bantuan Kemendiknas RI lewat Direktorat SMK, ada 9 lulusan kami dari jurusan keperawatan dan Caregiver dan Pekerjaan Sosial telah bekerja/magang di Jepang dan ada yang sudah lolos studi lanjut di Rusia, Jerman. Kini tengah dikembangkan kelas Industri untuk disiapkan berkarya di Jerman yang setiap Sabtu sore proses pembelajaran bahasa Jerman yang dikuti oleh siswa kelas X – XII bagi yang ingin belajar bahasa Jerman selain mapel (mata pelajaran) bahasa jepang yang dipelajari setiap hari” ujar Kepsek Eduard Luturmas.
Menurutnya, diantara 190 lulusan ini, lahir penari-penari, atlet taekwondo di level nasional, pemain basket dan volly berbakat dan sejumlah prestasi yang hebat dari angkatan ini termasuk tin Paskibraka.
” Sekitar 4 orang yang sudah siap untuk ikuti magang ke Jepang mengikuti 9 orang kakak mereka yang sejak tahun lalu sudah magang ke Jepang, termasuk lahir sosok calon mahasiswa universitas Pattimura yang berhasil mengikuti seleksi nasional mahasiswa baru dari jurusan Farmasi”ungkap Laturmas. Sembari mengingatkan kalau dari angkatan ini lahir para juara 3 Expo Kewirausahaan dalam ajang Festival Pendidikan yang digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku menyongsong Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026.
” Ada 3 kategori pemenang bidang Kewirausahaan dengan produk unggulan, calon sastrawan muda, dan prestasi lainnya yang sempat tidak disebutkan, meski begitu prestasi yang diraih tidak boleh puas, tetapi belajar dan berlatih untuk memboyong masa depan yang lebih baik,, “pinta Edward Laturmas.
Kepsek SMK Negeri 6 Ambon, Eduard Luturmas dalam sambutannya mengawalinya dengan mengutip sebuah doa Jenderal “Douglas MacArthur”. Jenderal Douglas MacArthur adalah seorang jenderal besar Amerika Serikat yang sangat terkenal dalam Perang Dunia II. la lahir pada tahun 1880 di Amerika Serikat dan dikenal sebagai salah satu komandan militer paling berpengaruh dalam sejarah modern. Beliau memiliki pangkat General of the Army (setara jenderal bintang lima). Saat Perang Dunia II berlangsung, MacArthur memimpin pasukan Sekutu melawan Jepang di kawasan Pasifik. la terkenal dengan strategi perang “loncat pulau” (island hopping), yaitu merebut pulau-pulau penting satu demi satu untuk mendekati Jepang.

Sang Jenderal pernah dipercayakan untuk menjadi panglima pasukan Sekutu di zaman Perang Dunia II dan kemudian juga dipercayakan untuk menjadi panglima pasukan PBB pada saat Perang Korea. Kisah ini mungkin diketahui oleh banyak orang. Namun tidak banyak orang mengetahui bahwa Jenderal MacArthur pernah mengucapkan sebuah doa yang unik bagi generasi di bawahnya. Sepenggal doanya bilang begini:

“Ya Tuhan, Aku mohon supaya anakku, jangan dibawah ke jalan yang mudah dan lunak, melainkan dibawah ke jalan yang penuh desakan, kesulitan dan tantangan. Didiklah anakku supaya ulet berdiri di atas badai. Bentuklah anakku menjadi manusia yang hatinya jernih, yang cita-citanya luhur, anak yang sanggup memimpin dirinya sebelum sanggup memimpin orang lain.

Dengan demikian, aku, ayahnya akan memberanikan diri untuk berbisik, “hidupku ini tidak sia-sia”

Doa ini dibilang unik, sebab rumusan doanya sangat berbeda dengan doa-doa kita sebagai orang tua/wali, bahkan guru dan tenaga kependidikan, dan sejumlah komponen pendidikan yang lebih sering meminta supaya Tuhan kasih yang baik-baik bagi anak-anak kita, Tuhan kasih kemudahan-kemudahan hidup bagi anak-anak kita, Tuhan mengaruniakan kelancaran pada jalan hidup anak-anak kita dan lain-lain lagi yang baik.

Dan penggalan doa Jenderal MacArthur ini dikutip mengawali sambutan karena bertepatan dengan hari ini Civitas akademika SMK Negeri 6 Ambon akan melepaskan 190 lulusan terbaik.

Tawaran doa Jenderal MacArthur setidaknya menginspirasi kita semua untuk tetap semangat dan berpengharapan terhadap masa depan anak-anak kita yang “Mengubah Pasir Menjadi Mutiara” (L05)