AMBON,  LaskarMaluku.com – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) menyerahkan berbagai produk hasil penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat yang didanai melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Tahun Anggaran 2025 kepada tujuh negeri di Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (2/7/2026) di ruang rapat Polnam.

Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada Camat Nusalaut sebagai perwakilan pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk selanjutnya diserahkan kepada pemerintah tujuh negeri penerima manfaat. Program tersebut merupakan tindak lanjut dari penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2024 dan pengembangan hasil riset pada tahun 2025–2026.

Direktur Politeknik Negeri Ambon, Marceau Armstrong Filex Haurissa, S.T., M.Eng, menegaskan bahwa hasil penelitian perguruan tinggi tidak boleh berhenti sebatas laporan akademik maupun seminar ilmiah, melainkan harus menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.

“Hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, mendorong hilirisasi riset, serta mendukung industrialisasi berbasis potensi nasional maupun potensi lokal Maluku,” kata Haurissa dalam sambutannya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), para dosen peneliti, serta seluruh tim pengabdian yang telah menghasilkan berbagai produk inovatif. Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Kecamatan Nusalaut yang dinilai menjadi mitra strategis dalam menghubungkan kampus dengan pemerintah negeri.

Menurut Haurissa, sebagai perguruan tinggi vokasi, Polnam memiliki tanggung jawab menghadirkan ilmu pengetahuan yang aplikatif dan teknologi tepat guna bagi masyarakat.

“Polnam harus hadir dengan ilmu yang dapat diterapkan, teknologi yang relevan, dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah. Produk yang diserahkan hari ini merupakan bentuk tanggung jawab akademik sekaligus tanggung jawab sosial kepada masyarakat Maluku, khususnya masyarakat Kecamatan Nusalaut,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan riset Polnam diarahkan melalui pendekatan gugus pulau, ekonomi biru, dan pemberdayaan masyarakat kepulauan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat pembangunan sumber daya manusia, pemerataan pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pulau-pulau kecil.

Direktur Polnam juga berharap seluruh produk hasil penelitian dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah negeri serta terus dikembangkan melalui pendampingan dan evaluasi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Camat Nusalaut, Glen Masella, S.STP, mengapresiasi komitmen Politeknik Negeri Ambon yang menjadikan Kecamatan Nusalaut sebagai lokasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, kehadiran akademisi melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya dalam bentuk pengembangan teknologi, tetapi juga peningkatan kapasitas pemerintahan desa dan penguatan potensi ekonomi lokal.

“Kami merasakan secara langsung bahwa hasil penelitian tidak berhenti sebagai teori di ruang kuliah, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat di Kecamatan Nusalaut,” ujarnya.

Foto bersama

 

Masella mengakui bahwa secara geografis Kecamatan Nusalaut merupakan salah satu wilayah yang memiliki tantangan akses karena berada cukup jauh dari ibu kota Kabupaten Maluku Tengah maupun Kota Ambon sebagai ibu kota Provinsi Maluku. Karena itu, menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi sangat penting dalam mempercepat pembangunan masyarakat kepulauan.

Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah kepala pemerintah negeri yang berhalangan hadir tetap menitipkan apresiasi kepada Polnam dan tim peneliti atas kontribusi yang diberikan kepada masyarakat di masing-masing negeri.

Masella berharap seluruh bantuan dan produk hasil penelitian tidak dipandang sebagai sekadar bantuan fisik, melainkan menjadi stimulus bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Produk-produk ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat serta memperkuat kesejahteraan di tujuh negeri di Kecamatan Nusalaut. Kami mendukung penuh agar kerja sama dengan Politeknik Negeri Ambon terus dilanjutkan dan ditingkatkan pada masa mendatang,”harapnya.

Raja Negeri Akoon, Datje Tahapary, menilai program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Polnam telah membuka peluang baru dalam pengembangan berbagai potensi daerah.

Menurutnya, pendampingan para dosen telah membantu pemerintah negeri memahami pemanfaatan sumber daya alam, penguatan tata kelola pemerintahan, administrasi, pengelolaan keuangan desa, hingga pengembangan sektor pariwisata.

Ia menyebut salah satu inovasi yang dinilai memberi manfaat besar adalah penerapan smart board sebagai media promosi hasil produksi masyarakat serta pemanfaatan sistem tenaga surya yang dilengkapi inverter untuk mendukung ketersediaan listrik ketika terjadi pemadaman.

“Program ini memberikan dampak yang sangat besar. Kami berharap pendampingan dari Politeknik Negeri Ambon terus berlanjut agar potensi-potensi yang dimiliki negeri-negeri di Nusalaut dapat terus dikembangkan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Tahapary.

Salah satu produk yang diperkenalkan dalam program tersebut adalah smart board, yaitu papan tulis interaktif berbentuk layar sentuh berukuran besar yang terintegrasi dengan komputer. Perangkat ini memungkinkan pengguna menampilkan materi digital, menulis secara langsung pada layar, menjalankan berbagai aplikasi, serta mendukung proses edukasi, promosi, dan penyampaian informasi secara lebih modern dan interaktif.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi digital di tingkat pemerintahan negeri sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengembangan potensi ekonomi local. (L05)