AMBON, LaskarMaluku.com_

AMBON, LaskarMaluku.com – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Eddy Soeparno (Fraksi PAN) berjanji memperjuangkan kepentingan nona Clarias Fransiska Lali Neka, S.P untuk ikuti pendidikan berkelanjutan.
Pernyataan itu disampaikan Eddy Soeparno, saat menyampaikan orasi ilmiah terkait kondusifitas ekonomi global saat ini dihadapan 1.289 wisudawan dan wisudawati Unpatti yang dilangsungkan di Auditorium Unpatti, Kamis (23/4/2026)

Clarias Fransiska Lali Neka, S.P merupakan sarjana strata satu Fakultas Pertanian Universitas Pattimura yang mendapat beasiswa KIP.

“Hari ini saya bisa bertemu dengan mahasiswa yang hari wisuda dari Universitas Pattimura dengan angka sempurna 4 ya datang dari NTT dari keluarga yang memang secara ekonomi tidak mampu tetapi tetap memiliki tekad kuat untuk bisa kuliah dan hari ini membuktikan kepada orang tuanya bahwa apa yang selama ini menjadi harapan orang tua bisa terpenuhi anaknya kuliah mendapatkan kuliah dengan beasiswa dan tadi juga saya sudah memberikan janji saya bahwa ketika nanti Ananda Clarissa Fransiska akan melanjutkan ke tingkat S2 kami akan perjuangkan beasiswa KIP-nya kalaupun ternyata tidak dapat maka saya bertanggung jawab untuk agar anda bisa kuliah melanjutkan S2,”ujar Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI (PAN).

Clarias Fransiska Lali Neka, S.P termasuk orang yang sangat beruntung, tatkala universitas Pattimura merayakan HUTnya yang ke 63, ia dipercayakan mewakili 1289 orang berpidato sebagai representasi para wisudawan dan wisudawati. Selain itu di hari Diesnatalis Unpatti ke-63 ini, Clarias Fransiska Lali Neka, S.P mahasiswa berprestasi yang bakalan melanjutkan jenjang pendidikan S2.
Dan ia sempat bertemu dan keduanya saling berjabat tangan sebagai bentuk persetujuan teknis dari Eddy Soeparno Wakil Ketua MPR RI. Eddy berjanji akan berusaha memperjuangkan nona asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, untuk mendapatkan beasiswa KIP dan atau jalur beasiswa lainnya dari pemerintah Republik Indonesia dan atau bantuan pribadi dari anggota DPR RI fraksi Partai Amanat Nasional ini.
Untuk diketahui, beasiswa KIP Kuliah (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah Indonesia melalui Puslapdik Kemendikbud. Program ini ditujukan bagi lulusan SMA/sederajat berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, mencakup biaya kuliah penuh dan bantuan biaya hidup bulanan.

Detail mengenai beasiswa KIP Kuliah:
Fokus Utama: KIP Kuliah memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa kuliah, sering dianggap berbeda dengan beasiswa prestasi umum.
Contoh Penggunaan/Manfaat: Penerima mendapatkan pembebasan biaya kuliah (langsung ke PT) dan bantuan biaya hidup bulanan yang disesuaikan dengan indeks harga daerah tempat perguruan tinggi berada, berkisar antara Rp 800 ribu hingga Rp1,4 juta per bulan.

Sementara itu, Rektor Universitas Pattimura menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari pengabdian di tengah masyarakat.

“Hari ini sebanyak 1.298 wisudawan resmi dikukuhkan, terdiri dari 845 lulusan sarjana (S1), 373 lulusan profesi, 75 magister, dan 55 doktor, dengan rata-rata IPK 3,35,” ungkap Rektor, disela-sela sambutannya dihadapan para wisudawan wisudawati Unpatti Ambon.

Rektor juga mengungkapkan, sebagian wisudawan berasal dari Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU), yakni 36 lulusan dari Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan 29 lulusan dari Kabupaten Kepulauan Aru (Dobo).

Fredy Leiwakabessy menyatakan, Unpatti saat ini bergerak dengan visi besar yakni Unpatti Unggul Bersinar Menuju World Class University 2030”. Visi tersebut bukan sekadar slogan, melainkan arah strategis dalam pengembangan institusi.

Menurutnya, Unpatti memiliki keunggulan khas berbasis kepulauan, seperti maritim, pesisir, pertanian kepulauan, kesehatan maritim, hukum adat, hingga teknologi berbasis kebutuhan Indonesia Timur.

“Universitas Pattimura tidak boleh menjadi institusi biasa. Kita harus berakar pada realitas kepulauan dan memberi solusi nyata bagi bangsa maritim,”tandas Prof Dr Fredy Leiwakabessy.

Rektor memaparkan sejumlah capaian penting Unpatti, di antaranya: 35,28% dosen telah bergelar doktor, dengan target 50% pada 2030, Akreditasi unggul program studi meningkat 200%, dari 6 prodi (2023) menjadi 16 prodi (2026), Skor SAKIP 83,45% (predikat A), 59 kerja sama internasional dan ratusan kerja sama nasional dan Lebih dari 30 sistem digital terintegrasi untuk tata kelola kampus

“Namun demikian, ia juga menyoroti tantangan, terutama tingkat serapan lulusan yang baru mencapai 21,82%, masih jauh dari target 60%.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan harapan kepada pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung transformasi Unpatti menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) pada tahun 2027.

Ia menekankan pentingnya menjadikan Unpatti sebagai pusat pengembangan kebijakan maritim nasional, mengingat Maluku memiliki 92% wilayah laut.

“Kami siap menjadikan Unpatti sebagai laboratorium kebijakan maritim nasional dan motor penggerak ekonomi biru di Indonesia Timur,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Rektor berpesan kepada para wisudawan agar menjadi generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas dan berdampak bagi masyarakat.

“Jadilah pemimpin yang kritis, inovatif, dan berintegritas. Bawa semangat ‘Katong Samua Basudara’ dalam setiap langkah pengabdian,” pesannya.

Momentum Dies Natalis ke-63 Unpatti tahun ini mengusung tema “Menumbuhkan Talenta Unggul dan Berdampak Menuju Generasi Emas Indonesia 2045”. Tema ini menegaskan pentingnya pengembangan sumber daya manusia yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Dirgahayu ke-63 Universitas Pattimura, terus bersinar menuju kelas dunia.

Hadir para acara wisudawan tersebut, Ketua DPRD provinsi Maluku Benhur George Watubun ST,.SH, Wakil gubernur Maluku, Abdullah Vanath SH. (L05)