AMBON, LaskarMaluku.com – Puncak kegiatan Maluku Bermazmur yang dijadwalkan berlangsung di Lapangan Mandala Remaja, Karang Panjang, Ambon, Jumat (23/10/2026), diperkirakan akan dihadiri sekitar 17.000 orang.

Selain menjadi perhelatan rohani berskala internasional, kegiatan ini juga akan menghadirkan doa bersama dan pelayanan doa kesembuhan bagi masyarakat.

Kepada pers, Sabtu (10/10/2026) di Waihaong Resto, Ketua Panitia Maluku Bermazmur, Grisly Berhitu, mengatakan persiapan kegiatan terus dimatangkan, termasuk koordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan tertib.

Menurut Grisly, panitia telah menjadwalkan audiensi dengan Kapolda Maluku, Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H. Namun, pertemuan tersebut masih menunggu kepastian setelah proses serah terima jabatan Kapolda yang baru.

“Sudah diagendakan untuk kami beraudiensi dengan Bapak Kapolda. Namun, karena ada pergantian Kapolda baru, setelah sertijab akan diagendakan kembali pertemuan dengan Kapolda Maluku,” ujarnya.

Meski demikian, Grisly memastikan bahwa pengurusan izin keramaian telah dilakukan. Panitia juga telah berkoordinasi dengan Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, yang menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut.

Pengamanan nantinya akan melibatkan aparat kepolisian dengan jumlah personel yang disesuaikan berdasarkan perkiraan kehadiran masyarakat.

Doa Kesembuhan Dipimpin Tokoh Rohani Internasional

Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam Puncak Maluku Bermazmur menurut Grisly adalah pelayanan doa kesembuhan yang akan dipimpin oleh Dr. Paul Enenche dan Dr. Mrs. Becky Paul Enenche.

Dikatakan, pelayanan tersebut terbuka bagi masyarakat yang ingin mengikuti ibadah dan doa bersama, termasuk mereka yang sedang menghadapi persoalan kesehatan.

“Kami percaya kuasa Tuhan masih bekerja sampai hari ini. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk datang dan membawa keluarga maupun saudara yang sedang sakit agar dapat mengikuti ibadah bersama,” kata Grisly.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi umat untuk berdoa, menguatkan iman, serta membangun pengharapan melalui ibadah bersama.

Panitia juga mengajak masyarakat dari berbagai wilayah di Maluku untuk mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Momentum Persatuan Lintas Denominasi Gereja

Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Stepanus Tia, menilai Maluku Bermazmur sebagai momentum penting bagi umat Kristen untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan lintas denominasi gereja.

Menurutnya, kehadiran pembicara internasional dari tujuh negara yakni Belanda, Belgia, Spanyol, Filipina, Peru, Inggris, Korea Selatan, dan Nigeria) menjadi salah satu unsur yang membuat kegiatan ini memiliki nilai strategis, baik dari sisi kehidupan rohani maupun hubungan antarmasyarakat.

“Ini merupakan momentum yang sangat langka. Melalui kegiatan ini, umat Kristen dari berbagai denominasi dapat berkumpul untuk memuji dan menyembah Tuhan bersama-sama, membangun kebersamaan sebagai satu tubuh, bukan terpecah-pecah,” ungkap Tia.

Ia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi kehidupan keagamaan di Maluku sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

Sejumlah tokoh gereja dijadwalkan turut menghadiri kegiatan ini, di antaranya Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra, serta mantan Ketua Sinode GPM dan Ketua PGI, John Ruhulessin.

Tia juga mengajak umat Kristiani dan seluruh masyarakat Maluku untuk mendukung doa bersama bagi kesejahteraan Indonesia, Provinsi Maluku, dan Kota Ambon.

Berawal dari Komunitas Ambon di Belanda

Maluku Bermazmur digagas oleh komunitas masyarakat Ambon di Belanda sebagai ungkapan syukur atas 75 tahun keberadaan warga Ambon di negara tersebut.

Awalnya, kegiatan ini direncanakan berlangsung di Maryland, Amerika Serikat, pada tanggal yang sama. Namun, setelah melalui koordinasi panitia, pelaksanaannya dipindahkan ke Kota Ambon.

Selain menjadi kegiatan keagamaan, Maluku Bermazmur dirancang sebagai sarana mempererat persaudaraan antarbangsa, memperkenalkan kearifan lokal dan budaya Maluku, serta memperlihatkan karakter Ambon sebagai kota yang terbuka dan menjunjung tinggi toleransi.

Panitia juga memperkirakan kehadiran peserta internasional dapat memberikan dampak ekonomi bagi daerah, mulai dari sektor transportasi, akomodasi, kuliner hingga aktivitas perdagangan masyarakat.

Perputaran ekonomi yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, meskipun realisasinya akan bergantung pada jumlah peserta dan aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung.

Dua Agenda Utama Maluku Bermazmur

Rangkaian kegiatan Maluku Bermazmur akan berlangsung melalui dua agenda utama.

Seminar Rohani dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 17.00 WIT hingga selesai, bertempat di Auditorium Presisi Manise, Polda Maluku, Tantui, Ambon.

Sementara itu, acara puncak Maluku Bermazmur akan digelar pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Lapangan atau Stadion Mandala Remaja, Karang Panjang, Ambon.

Panitia memperkirakan sekitar 200 tamu internasional dari tujuh negara akan hadir. Selain Dr. Paul Enenche dan Dr. Mrs. Becky Paul Enenche sebagai pembicara utama, acara ini juga akan dimeriahkan oleh Niki Becker, runner-up Indonesian Idol 2026, serta Pdt. Frangky Soplaku, pelayan pujian asal Ambon yang melayani di Surabaya.

Dukungan acara turut melibatkan sekitar 1.000 penyanyi paduan suara, 1.000 usher dan konselor dari gabungan gereja-gereja di Kota Ambon, serta lebih dari 200 pengisi acara.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap Maluku Bermazmur tidak hanya menjadi perhelatan ibadah berskala internasional, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat iman, mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan antarumat beragama, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Panitia pun mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dengan tetap menjaga ketertiban, keamanan, serta semangat kebersamaan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Berikut ini sekilas tentang profil

Dr. Paul Enenche dan Dr. Mrs. Becky Paul Enenche. Keduanya adalah pasangan suami istri dari Nigeria yang merupakan pendiri serta pemimpin Dunamis International Gospel Centre (DIGC), salah satu pelayanan dan gereja besar di Abuja, Nigeria.

Dr. Paul Enenche adalah Seorang dokter medis yang beralih menjadi pendeta, pengkhotbah, penulis, serta penyanyi rohani sekaligus pendiri dan Gembala Senior di Dunamis International Gospel Centre yang berpusat di Glory Dome, Abuja (memiliki kapasitas 100.000 tempat duduk).

Dr. Mrs. Becky Paul Enenche Lahir pada 23 Oktober 1970, juga merupakan seorang dokter medis lulusan Universitas Jos (1992) yang kemudian menjadi pengkhotbah sepenuh waktu, penulis Kristen, penyanyi, serta pendidik. Sebagai Co-pastor dan Direktur Administrasi di Dunamis International Gospel Centre, serta memimpin pelayanan wanita (Women Ministry).

Pasangan ini menikah pada tahun 1994 dan dikaruniai empat orang anak (Deborah, Daniella, Destiny, dan Paul Junior. (L05)