AMBON, LaskarMaluku.com – Kongregasi Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) Sabtu (18/7/2026) akan melaksanakan Perayaan Ekaristi Pentahbisan Imam Kongregasi Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) pada wilayah Keuskupan Amboina.
Acara pentahbisan dilaksanakan di gereja “BUNDA HATI KUDUS” Desa Batlale, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, Sabtu, 18 Juli 2026, sekira pukul 16.00 WIT.
Proses penthabisan empat (4) imam misionaris Hati Kudus ini, dalam bentuk misa suci yang menjadi wujud syukur atas panen panggilan, dipimpin langsung oleh Uskup Diosis Amboina, Mgr Seno Ngutra.
Misa Pentahbisan yang dilaksanakan di Gereja “BUNDA HATI KUDUS” BATLALE ini, menjadi momen bersejarah bagi tarekat MSC. Lantaran RP Petrus Eky Lehalima, MSC, berasal dari Desa Batlale, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru.
Desa Batlale di Kecamatan Air Buaya memiliki kekayaan alam yang didominasi oleh potensi hutan alam dan vegetasi sagu. Wilayah ini didukung oleh lahan yang subur dan posisi perairan Pulau Buru yang strategis, menjadikannya kawasan dengan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Sektor Kehutanan & Perkebunan:
Hutan alam Desa Batlale didominasi oleh tegakan vegetasi alami. Selain pohon kayu putih, wilayah ini memiliki hutan sagu yang lebat sebagai penopang ketahanan pangan lokal dan ekosistem tata air. Wilayah daratan Pulau Buru juga dikenal potensial untuk budidaya gaharu.Sektor Kelautan & Perikanan: Terletak di pesisir utara Pulau Buru, desa ini memiliki akses langsung ke Laut Seram yang berada di jalur ALKI III. Potensi perikanan tangkap sangat tinggi untuk pemenuhan kebutuhan protein maupun komoditas bernilai ekonomis.
RP Yansen Esserey, MSC berasal dari Desa Karlomin, Kecamatan Kesui, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Desa Karlomin memiliki potensi sumber daya alam berupa pala dan cengkeh yang sangat luar biasa, di Kecamatan Kesui, Kabupaten Seram Bagian Timur, memiliki potensi sumber daya alam yang didominasi oleh sektor kelautan dan perikanan. Wilayah ini terkenal dengan tangkapan ikan pelagis (seperti tuna dan cakalang), budidaya rumput laut, serta sektor perkebunan dan buah-buahan tropis.Untuk gambaran lebih detail mengenai potensi wilayah ini, dapat dikategorikan menjadi beberapa sektor utama:1. Kelautan dan Perikanan.
Kecamatan Kesui Watubela masuk dalam kawasan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715 dan terintegrasi dengan Laut Banda (WPP 714) yang merupakan pusat perikanan Maluku.
Perikanan Tangkap: Melimpahnya ikan pelagis kecil dan besar, serta ikan demersal dan karang.
Budidaya Laut: Perairan yang sangat mendukung pengembangan budidaya rumput laut yang bernilai ekonomis tinggi.
RP Belly Yoakhim Resubun, MSC berasal dari Ohoi (Desa) Ngilngof Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.Desa ini terkenal sebagai destinasi wisata unggulan yang memiliki Pantai Ngurbloat (Pasir Panjang) dengan pasir putih sehalus tepung.
RP Teofilus Manunwembun, MSC berasal dari Desa Tumbur di Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) terkenal sebagai pusat kerajinan tangan dan destinasi wisata budaya. Berjarak kurang lebih 18—25 km dari Kota Saumlaki, desa ini memiliki keunggulan utama pada kekayaan karya seni dan sejarah
Desa Tumbur diakui sebagai destinasi wisata ukir kayu eboni (kayu hitam) yang menjadi warisan budaya lokal.Seni Ukir Kayu Eboni: Kaum pria di desa ini sangat mahir memahat kayu menjadi berbagai bentuk patung tradisional Tanimbar yang mendunia, seperti figur leluhur, perahu, dan replika kehidupan masa lampau. RP Teofilus Manunwembun, adalah salah seorang pastor pertama dari desa ini, namun karena sejarah masa silam, RP Teofilus mengakui kalau dirinya berasal dari desa Sifnana. Kendati demikian, ke-4 imam ini berasal dari Keuskupan Amboina. Sudah tentu Perayaan agung ini dihadiri oleh ratusan umat beriman yang bakal menghadiri dan yang akan memadati area gereja, Bunda Hati Kudus
serta didampingi oleh para imam, dan keluarga dari para tertahbis. Yang pasti, prosesi pentahbisan Sabtu (18/7/2026) nanti di gereja Bunda Hati Kudus, Batlale, bakal berjalan sakral, diawali dengan ritus panggilan para calon, pemeriksaan kelayakan, penumpangan tangan, hingga pengurapan minyak suci
Berikut ini nama Diakon yang akan ditahbiskan menjadi imam MSC:
1. Nama: Petrus Eki Lehalima MSC
Motto: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau” (Yoh 21:17)
2. Nama: Yohanes Esserey MSC
Motto:
Pengkotbah 3:1,11.
Segala sesuatu ada masanya, dan Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.
3. Nama: Belly Yoakhim Resubun MSC
Motto: Lukas 1:38
”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
4. Nama: Teofilus Manunwembun, MSC
Motto: Yesaya 42:3
“Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya.”
Untuk diketahui, Yansen Esserey merupakan keponakan dari RP Gerardus Esserey, MSC.
Selain RP Yansen, kakak kandungnya, bernama Pater Sepustinus Maria Esserey, OSM, dtabiskan di jelimpo kalimantan barat tgl 25 November 2024 di Keuskupan Kalimantan Barat (Pontianak).
Kehadiran Tarekat MSC (Misionaris Hati Kudus Yesus) di Ambon berawal dari tibanya dua misionaris asal Belanda di Langgur, Maluku, pada 28 November 1903. Sejak saat itu, karya misi yang awalnya ditangani Yesuit dialihkan ke MSC. Takhta Vikariat dipindahkan ke Ambon pada tahun 1960.
Kita doakan Semoga ke-4 imam misionaris Tarekat Hati Kudus Yesus ini tetap setia dijalan panggilan imamat mereka. Tuhan berkati.(L05)
