AMBON, LaskarMaluku.com – Uskup Diosis Amboina Mgr Seno Ngutra memberkati Arca Bunda Maria Berbusana Ambon, Arca Patung Kristus Raja, dan Taman Kemartiran 12 Rasul di Taman Doa Airlow milik Keuskupan Amboina.

Pemberkatan Arca ini dilaksanakan dalam Perayaan Ekaristi, di pelataran Arca Bunda Maria Berbusana Ambon, Sabtu (3/10/2026), dan dihadiri perwakilan delapan paroki Kevikepan Kota Ambon, organisasi Katolik dan para tamu undangan dari luar Maluku.

Uskup Seno Ngutra dalam homilinya mengemukakan, Arca Bunda Maria yang berbusana Ambon dibangun karena pada zaman Portugis hadir di Kota Ambon peletakan batu pertama pembangunan Benteng Portugis, Nossa Senhora da Annunciada (sekarang Benteng Victoria) pada tanggal 25 Maret 1775.

Uskup menjelaskan, tanggal 25 Maret bertepatan dengan hari peringatan liturgi Katolik Annunciation atau Pesta Bunda Maria Diberi Kabar oleh Malaikat Gabriel tentang kelahiran Yesus. Jadi Benteng itu dinamai Nossa Senhora de Anunciada yang artinya Bunda Kita yang Diwartakan Kabar Gembira.

Pendirian benteng ini menandai awal pembangunan dan sejarah administratif Kota Ambon modern pada masa kolonial Portugis sebelum akhirnya diambil alih oleh VOC Belanda.

Dalam misa Kudus yang berlangsung di pelataran Arca Bunda Maria berbusana Ambon, Gereja Katolik dan umatnya menegaskan kembali kedekatan serta perlindungan Bunda Maria terhadap Kota Ambon.

Mgr Seno Ngutra juga menyampaikan mengenai bagaimana sejarah kota ini erat terkait dengan peranan Bunda Maria sebagai pelindung daerah.

Kisah sejarah yang diangkat bukan sekadar tradisi religius, melainkan narasi yang menghubungkan identitas budaya, arsitektur, dan spiritualitas komunitas setempat.

Mgr Seno Ngutra menegaskan bahwa “sejarah mencatat, pada tahun 1576 ketika kota ini dibangun dengan peletakan dasar benteng yang kini dikenal sebagai Benteng Victory, pada masa Bangsa Portugis Bunda Maria didedikasikan untuk kota Ambon, yaitu di bawah perlindungan Bunda Maria.” Penegasan ini meneguhkan bahwa devosi karya liturgi dan simbolik Bunda Maria telah menjadi bagian integral dari perjalanan kota sejak masa kolonial.

Mgr Seno Ngutra berharap tempat ziarah rohani ini akan menjadi tempat yang terbuka bagi semua umat beragama. “Apapun agama anda tetapi ketika anda datang disini dan merasa kehadiran Tuhan yang anda sembah lewat agamamu, maka inilah tempat yang didedikasikan untuk anda,”ungkap Uskup seraya mengingatkan taman wisata ini menjadi tempat terbuka untuk berkegiatan, yang penting ada ruang-ruang dimana Kekatolikan menjadi tempat Kudus, pantas dihormati tetapi anda bebas untuk melakukan apa saja disini terutama menyangkut kegiatan kerohanian.

Representasi Unik Jejak Keuskupan Amboina

Sebagai bagian dari upaya memperkaya ruang devosi umat Katolik di wilayah Nusaniwe, Kota Ambon, Taman Doa Air Louw (Air Louw Park) resmi menambah ikon religiusnya dengan kehadiran Arca Bunda Maria berbusana Ambon.

Kompleks ziarah ini, yang berada di bawah naungan Keuskupan Amboina, telah lama menjadi pusat devosi dan doa bagi umat Katolik setempat maupun pengunjung rohani dari berbagai daerah.

Taman doa ini terletak di kecamatan Nusaniwe, dengan luas area sekitar empat hektar. Suasana plaza terbuka menjadi latar bagi Patung Maria yang berdiri megah dengan tinggi sekitar enam meter.

Arca Bunda Maria berbusana Ambon ini menonjol karena menghadapkan wajahnya ke pelataran tangga bertingkat, menciptakan momen visual yang sarat makna bagi para peziarah ketika mereka memasuki area ibadah.

Kawasan religius ini berada di bawah naungan Keuskupan Amboina, menjadikannya pusat devosi yang terstruktur dalam kerangka iman Katolik wilayah Maluku.

Rencana pengembangan ke depan mencakup penguatan fasilitas keagamaan lain seperti Gereja Santa Maria Berbelas Kasih (Mater Misericordiae), gedung retret, serta berbagai patung ikonik tambahan.

Upaya ini menunjukkan komitmen Keuskupan Amboina untuk menyediakan sarana doa yang lengkap, sekaligus memperkaya pengalaman rohani bagi pengunjung.

Karya Seni Khusus

Arca yang berukuran setinggi tiga meter itu berdiri di atas alas penyangga setinggi tiga meter. Arca ini dipesan khusus dari Ambarawa, Jawa Tengah, kepada pemahat ternama Mas Adhy (RA Nugroho Adi Prabowo). Adi Prabowo adalah salah satu dari tiga seniman pematung asal Ambarawa yang dikenal luas lewat karya-karya monumental, termasuk Patung Maria Assumpta yang menghiasi kompleks Religi Gua Maria Kerep Ambarawa di Kabupaten Semarang.

Pesanan istimewa untuk Air Louw ini menjadi bagian dari rangkaian karya seni religius yang diberi berkat Gereja.

Langkah pemberkatan ini menegaskan makna sakral dari patung yang menjadi simbol devosi bagi umat Katolik setempat, sekaligus menandai komitmen gereja untuk menjaga keutuhan suasana doa yang syahdu.

Para peziarah dan pengunjung dapat merasakan kedalaman suasana rohani yang khas ketika senja tiba. Latar belakang matahari terbenam memberikan nuansa khidmat yang kental, memperkuat makna doa dan kontemplasi bagi mereka yang datang untuk beribadah, berdoa, atau sekadar merenung di ruang yang tenang.

Keberadaan arca Bunda Maria dengan Busana Ambon menjadi identitas budaya yang menghubungkan iman Katolik dengan kearifan lokal Maluku, memperkaya pengalaman spiritual dengan nuansa budaya setempat. (L05)