AMBON, LaskarMaluku.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima audiensi Perempuan Indonesia Maju (PIM) di Istana Wakil Presiden, 2026, baru-baru ini. 

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat peran perempuan melalui kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

Dalam arahannya, Wapres menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat guna memastikan program pemberdayaan perempuan berjalan lebih efektif dan berdampak luas. 

Fokus utama diarahkan pada bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan, agar perempuan Indonesia semakin berdaya, mandiri, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Ketua PIM, Lana Kuntjoro, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa organisasinya merupakan wadah sosial kemasyarakatan yang digerakkan oleh semangat dan kecintaan terhadap Indonesia. 

“Organisasi kami adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang lahir dari keinginan dan kecintaan terhadap Indonesia, agar perempuan di tanah air semakin maju,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa PIM secara rutin menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) setiap tahun.

Namun sebelum Rakernas digelar, pihaknya terlebih dahulu mengadakan forum nasional atau seminar sebagai ruang diskusi yang lebih luas dan interaktif.

“Setiap tahun kami mengadakan Rakernas. Namun sebelumnya, kami biasanya menggelar forum nasional atau seminar. Kali ini, kami kembali menyelenggarakan forum nasional dengan konsep yang lebih interaktif,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa forum nasional tahun ini mengangkat tema Peran Perempuan dalam Menjaga Ketahanan Bangsa. 

Tema tersebut akan membahas berbagai aspek strategis, mulai dari ketahanan di bidang ekonomi, sosial budaya, pendidikan, hingga lingkungan hidup dan kehutanan.

“Melalui program Perempuan Indonesia Maju, forum nasional ini akan membahas peran perempuan dalam menjaga ketahanan bangsa, mencakup sektor ekonomi, sosial budaya, pendidikan, lingkungan hidup, kehutanan, hingga budaya,” tambahnya.

Pemerintah sendiri, lanjutnya, turut mendorong integrasi berbagai program yang telah berjalan agar manfaatnya semakin optimal dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan organisasi perempuan, sekaligus memperluas ruang partisipasi perempuan dalam pembangunan nasional. (L02)