Share

AMBON, LaskarMaluku.com – Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting bagi orang Tionghoa, dimana malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti malam pergantian tahun.

Perayaan tahun baru imlek biasanya dilaksanakan pada hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh pada tanggal ke-15.

Ungkapan itu disampaiakan ketua Walubi Maluku, Wilhelmus Jauwerissa kepada media usai merayakan Perayaan Tahun Baru Imlek ke- 2575 Kongzili tahun 2024 Masehi yang berlangsung Vihara Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Sabtu (10/2/2024).

Orang Budha dan Konghucu berdatangan ke Vihara Swarna Giri Tirta, di Gunung Nona untuk sembahyang dan berdoa kepada dewa dan para leluhur.

BACA JUGA:  Lepas Kafilah Maluku Menuju MTQ Nasional XXIX di Kota Banjarmasin, Ini Lima Pesan Gubernur Murad

Kata Wilhelmus, kita menyadari sebagai anak bangsa yang minoritas. Kita harus tunduk kepada aturan walupun memang secara nasional seluruhnya tidak melakukan kegiatan Imlek secara seremonial, tetapi secara personal terkait dengan budaya, kita harus wajib melakukannya.

“Oleh karena itu makna yang kita harapkan adalah tanpa di minta kita berdoa dengan satu harapan Pemilu berjalan aman, sukses dan damai. Karena kalau salah, maka yang salah kita sendiri, kalau benar ya berarti kita semua sukses”, katanya.

Selain itu kata dia, kita tanpa diminta harus dukung Pemilu, kita tetap dukung. Sebagai warga negara Indonesia itu wajib. Dan hak itu harus dipergunakan, karena kita punya hak demokrasi yang harus diambil.

BACA JUGA:  Gubernur Maluku Apresiasi Musdalub LP3KD

“Oleh karena itu jangan abaikan ini dan kita lakukan sebagaimana harapan pemerintah”, ujarnya.

Ia mengatakan bahwa, hari Imlek atau Naga Kayu itu kan Agung dan dia tidak mengambil langkah-langkah yang negatif, tetapi juga tergantung dari kita perbuatan manusia.

“Kalau kita senantiasa merusak alam itu kemungkinan terjadi bencana laut, semoga kita semua saudara itu dan semua aman gitu. Dan Imlek tahun ini tidak dilakukan secara nasional”, tuturnya.

Dikatakan, Tahun 2024 menandai perubahan dari Tahun Kelinci Air ke Tahun Naga Kayu. Tahun Naga Kayu hanya terjadi setiap 60 tahun sekali. Tahun Naga Kayu terbaru terjadi pada tahun 1964 dan, sebelum itu, pada tahun 1904.

BACA JUGA:  Usai Jalani Test Swab Uskup Mandagi Dinyatakan Negatif

Dipercayai bahwa orang yang lahir di bawah setiap tanda zodiak berelemen memiliki seperangkat ciri kepribadian unik yang memengaruhi kehidupan mereka.

Naga adalah hewan kelima dalam zodiak China. Dalam budaya Tionghoa, shio naga melambangkan keberuntungan, kekuatan, kesehatan, dan elemen laki-laki atau ‘yang’.
Orang-orang terkenal yang lahir pada Tahun Naga Kayu, antara lain

Pemimpin komunis China, Deng Xiaoping (22 Agustus 1904); Jack Ma, salah satu pendiri Alibaba Group, salah satu bisnis e-commerce terbesar di dunia (10 September 1964).Seniman asal Spanyol Salvador Dali (11 Mei 1904) dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (19 Juni 1964) juga lahir pada Tahun Naga Kayu (L06)