Share

AMBON, LaskarMaluku.com – Memasuki hari terakhir jadwal masa kampanye bagi Calon presiden dan wakil presiden, DPD RI, calon anggota (Caleg) DPR-RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten-Kota, tentu dimanfaatkan oleh setiap caleg untuk menyampaikan visi dan misinya kepada masyarakat pemilih. Apalagi untuk memasuki pemilihan umum (Pemilu) pada tanggal 14 Februari 2024 masih tersisa 4 hari lagi.

Calon Anggota Legislatif DPR RI Dapil Maluku, Michael Wattimena mengatakan, gagalnya dua proyek nasional di provinsi Maluku, yakni Lumbung ikan Nasional (LIN) dan Ambon New Port (ANP) sangat berpengaruh terhadap lajunya pertumbuhan pembangunan infrastruktur di Provinsi Maluku.
Dengan ditundanya dua proyek nasional itu, disisi lain berpengaruh terhadap bertambahnya angka pengangguran di Maluku.

“Sebagai putra daerah Maluku, dirinya sangat menyangkan ditundanya dua mega proyek ini. Dua proyek nasional ini jika terlaksana kala itu maka sudah pasti dia menampung ribuan tenaga kerja, kata Michael Wattimena yang akrab disapa BMW kepada awak media usai melakukan kampanye terbatas di kawasan Benteng Atas (Bentas) Oikumene RT 002/RW 03 Kelurahan Nusaniwe Kota Ambon, Jumat (09/02/24) sore.

Kedua proyek strategis nasional ini lanjut BMW diperlukan komunikasi yang intensif antara pemerintah pusat dan daerah untuk kembali menindaklanjuti kedua proyek nasional itu disamping adanya elaborasi dan sinerginitas para pemangku kepentingan.

“Saya optimist apabila kedua proyek ini dikomunikasikan kembali, maka secara otomatis disana tercipta lapangan pekerjaan sehingga mengurangi angka pertumbuhan pengangguran di provinsi Maluku, “ujar BMW yang adalah Lulusan Fakultas Ekonomi Unpatti Tahun 1993 ini.

Program lumbung ikan nasional (LIN) Maluku direncanakan beroperasi paling lambat tahun 2023. Hal itu dinyatakan Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Kota Ambon, Februari 2021 silam.
Presiden menegaskan bahwa pemerintah segera membangun pelabuhan baru, yaitu Ambon New Port (ANP), yang merupakan bagian penting dari program LIN-Maluku.

BACA JUGA:  Sosok Millenial Sandiaga Uno Layak Jadi Presiden 2024

Namun rencana itu batal dilaksanakan. Pada awal Maret 2022, dalam suatu pertemuan dengan anggota DPR dan DPD asal Maluku, Menko Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Panjaitan, menyatakan bahwa pembangunan ANP dibatalkan karena dua faktor.

Pertama terdapat gunung berapi aktif dan kedua terdapat ranjau-ranjau dari sisa Perang Dunia II di Desa Waai dan Liang di Pulau Ambon yang menjadi lokasi calon pelabuhan baru tersebut

Pembatalan pembangunan pelabuhan itu memicu reaksi cukup keras dari para tokoh Maluku. Pasalnya, gagasan pembangunan LIN Maluku itu sudah 12 tahun sejak dicanangkan oleh Presiden SBY pada 2010, dan diteruskan oleh Presiden Jokowi sejak periode pertama pemerintahannya. Namun belum terwujud juga, bahkan nyaris dibatalkan begitu saja.

Berbagai pihak menuntut agar rencana pembangunan LIN Maluku itu diteruskan, apalagi saat itu Michael Wattimena atau BMW kala itu masih menjabat sebagai ketua Komisi V DPR RI yang begitu intens memberikan perhatian kepada persoalan infrastruktur di bumi Maluku, kendati berasal dari dapil Papua Barat. Namun saat kedua proyek nasional ini dibatalkan, dirinya sangat menyangkan hal itu.
Berikut adalah uraian singkat tentang LIN Maluku dan alternatif jalan keluar dari kemelut ini.
Lumbung Ikan Nasional

LIN dapat didefinisikan sebagai wilayah laut dengan potensi sumber daya perikanan yang signifikan secara nasional, yang dikembangkan sebagai kawasan produksi ikan secara berkelanjutan.
Pembangunan LIN bertujuan menjaga ketersediaan stok sumber daya ikan, meningkatkan pengelolaan kelautan dan perikanan secara efektif dan efisien, meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat setempat, dan mengembangkan perekonomian daerah dan nasional.

LIN memerlukan adanya prasarana dan sumber daya manusia. Prasarana tersebut antara lain pelabuhan perikanan yang terintegrasi dengan pelabuhan logistik untuk menunjang kegiatan perikanan tangkap, perikanan budidaya, dan perikanan industri.

BACA JUGA:  Komisi II DPR RI dan KPU Maluku Bahas Persiapan Pemilu Di Ambon

Infrastruktur lain adalah kawasan industri pengolahan ikan, industri galangan kapal, dermaga, gudang es (cold storage), pabrik es, gedung laboratorium, tempat lelang/pemasaran ikan, kantor pelabuhan perikanan, dan lain-lain.

Tenaga terampil khususnya yang berasal dari kalangan nelayan lokal menjadi penggerak kegiatan penangkapan, pengolahan, dan pemasaran ikan.

Rencana Pembangunan LIN Maluku
Maluku memenuhi kriteria untuk menjadi LIN, yaitu memiliki 3 wilayah perikanan atau WPP, memiliki potensi 37 persen per tahun secara nasional yang lebih dari 20 persen kriteria LIN.

Produksi perikanan rata-rata 500 ribu ton ikan per tahun atau 12 persen dari produksi nasional, lebih besar dari kriteria minimal 9 persen.

Untuk diketahui dalam acara puncak Sail Banda di Ambon, Maluku, pada 3 Agustus 2010 lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan rencana kebijakannya untuk menjadikan Maluku sebagai lumbung ikan nasional. Perairan di Maluku dinilai kaya akan hasil laut.

Karel Albert Ralahalu, Gubernur Maluku kala itu, langsung membentuk tim untuk menerjemahkan maksud Presiden Yudhoyono. Konsultasi dengan kementerian terkait intensif dilakukan secara maraton. Sayangnya, hingga Yudhoyono demisioner pada Oktober 2014, janji itu belum juga terwujud dalam bentuk program konkret. (L05)

BMW Sambangi Masyarakat Bentas pada Kampanye Terbatas Hari Terakhir.
AMBON LaskarMaluku.com Kampanye terbatas dari calon anggota DPR RI dari Partai Demokrat asal provinsi Maluku Michael Wattimena menyambangi warga di RT 002 RW 03, Benteng Atas Oikumene, Kelurahan Nusaniwe, Kota Ambon, Jumat, (9/2).
Pantauan media ini, Wattimena mendatangi lokasi kampanye sekira pukul 15.30 WIT, disambut meriah warga setempat. Bahkan ketika memasuki lokasi kampanye BMW turut diantar sejumlah kendaraan bermotor sambil membalut bendera partai Demokrat dengan nomor urut 14.

Di hadapan warga, mantan anggota DPR RI dua periode Dapil Papua Barat ini berjanji akan atensi terhadap aspirasi masyarakat Maluku untuk diperjuangan di Pemerintah Pusat.

BACA JUGA:  Sam Latuconsina Dapa Tampar

Politisi Partai besutan Agus Harimurti Yudhyono ini juga sempat menyentil sekilas awal pembangunan Jembatan Merah Putih (JMP) Kota Ambon.

Menurutnya, pada tahun 2010 Kementerian PUPR dan pihak-pihak terkait membawa dokumen proyek JMP ke Komisi 5 DPR RI untuk dibahas.

“Jadi pada tahun 2010, Kementerian terkait ke Komisi V bahas proyek JMP Kota Ambon ini, kebetulan saya ketua Komisi V DPR RI kala itu, sehingga kita sama-sama dorong akhirnya disetujui. Saya pun terlibat pembahasan, sekaligus peletakan batu pertama,” ungkap BMW yang adalah lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura Ambon angkatan 1993 itu.

Pria asal Negeri Itawaka, Kecamatan Hatawanno Saparua itu menuturkan, masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan sebagai Anak Negeri Maluku, apalagi masalah air bersih, jalan dan jembatan, semuanya sudah menjadi pekerjaan rumah untuk nanti direalisasikan.

“Pokonya ada persoalan yang harus menjadi atensi kita,” tegasnya.

BMW juga mengaku, terhadap proyek strategis nasional yang kini belum disetujui Pemerintah Pusat, pihaknya juga tetap punya perhatian serius. Mengingat jika proyek-proyek tersebut diketok, maka akan mengurangi angka pengangguran di Provinsi Maluku.
“Pada prinsipnya semua pekerjaan yang belum dilakukan akan kita sama-sama dorong agar terealisasi. Dan yang paling penting adalah proyek strategis nasional yang kini belum diketok di pusat itu akan menjadi perhatian kita,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut dia, masyarakat Maluku diminta agar jangan salah memilih calon tertentu.

“Jangan salah pilih. Jangan pilih kucing dalam karung. Ini perlu saya ingatkan untuk basudara semua jangan lupa tanggal 14 Februari nanti coblos nomor urut 1 dari Partai Demokrat Calon DPR RI Dapil Maluku,” tandasnya. (L05)